Mian cast:
Lee Donghae
Lee Hyukjae/Eunhyuk
Cho Kyuhyun
Member Super Junior
Happy Reading
.
Pagi yang cerah, matahari telah memaparkan cahayanya menerangi bumi. Kicauan burung terdengar begitu nyaring bagaikan alarm yang siap membangunkan orang-orang yang masih tenggelam di dalam dunia mimpinya. Cahaya yang hangat merembes masuk ke tirai jendela yang masih tertutup. Lee Donghae, namja 17 tahun itu sudah selesai bersiap sejak beberapa menit yang lalu. Kini dia masih asik menatap pantulan dirinya di cermin. Sendiri tadi dirinya pula tak henti-hentinya menganggumi ketampanannya.
"Wow, kau memang tampan Lee Donghae." ujarnya dengan begitu bangganya.
Disisirnya rambutnya yang cukup panjang itu menutupi dahinya. Setelah selesai menganggumi ketampanannya sendiri, dia pun memilih untuk keluar dari kamarnya. Terkadang Donghae heran karena rumah megah yang lebih mirip bagaikan istana itu hanya di huni oleh beberapa orang saja. Sangat disayangkan karena rumah megahnya ini nampak begitu sepi karena sang pemilik rumah selalu tak berada di rumahnya.
"Ahjumma, dimana Eomma dan Appa?" tanyanya pada salah satu maid yang kebetulan melewatinya.
"Tuan dan Nyonya besar sudah berangkat pagi-pagi sekali keluar negeri. Katanya ada pekerjaan mendadak yang harus segera mereka selesaikan." jawab maid tersebut.
"Lalu dimana Hyung-ku?" tanyanya lagi.
"Tuan muda Leeteuk masih berada di Busan. Katanya, lusa dia baru bisa pulang ke rumah." jelas maid itu lagi.
"Aishh, kenapa mereka lebih memilih pekerjaan mereka daripada aku? Menyebalkan!" gerutunya.
"Kalau begitu aku pergi dulu." pamitnya.
"Anda tidak sarapan dulu Tuan muda?" tanya maid tersebut dengan heran.
"Untuk apa sarapan jika hanya makan sendiri, lebih baik sarapan di kantin saja." ujar Donghae yang lebih terdengar gerutuan.
Kemudian Donghae pergi dari rumahnya dengan di antarkan Kim Ahjussi. Dia memang tidak suka makan sendirian. Dia lebih memilih melewatkan sarapannya daripada makan sendirian. Terkadang Donghae benci dengan semua ini. Yang orang tuanya cari hanyalah uang, uang dan uang! Untuk apa punya banyak uang tetapi miskin akan kasih sayang di rumah besarnya itu? Dan lagi, Hyung-nya pun sekarang tak jauh berbeda dengan orang tuanya. Mereka hanya mencari materi dan melupakannya yang masih membutuhkan perhatian dari keluarganya.
Jika boleh jujur, Donghae iri dengan teman-teman sekelasnya yang selalu meluangkan waktu bersama keluarga. Sedangkan dirinya? Hahh, Donghae tertawa miris memikirkan nasibnya. Bahkan di saat dirinya menghadapi masa-masa yang berat, keluarganya pun tak berada di sampingnya.
"Tuan muda, kita sudah sampai."
Sibuk melamun membuat Donghae tak menyadari jika kini dirinya sudah berada di halaman sekolahnya. Donghae menatap keluar kaca mobilnya, di pejamkannya matanya untuk meredakan rasa ragu yang hinggap di hatinya. Setelah itu, dia keluar dari mobil mewahnya yang pintunya sudah di bukakan oleh Kim Ahjussi. Mirip seperti pangeran yang tengah dilayani oleh prajuritnya.
Ditatapnya bangunan yang mencakar langit itu dengan tatapan sendunya. Ada keraguan hinggap di hatinya dan membuatnya ingin pergi dari sana sekarang juga. Sejujurnya dia takut masuk ke dalam sekolahnya. Dia takut jika kejadian yang selalu menimpanya dan membuatnya nyaris gila terulang kembali.
YOU ARE READING
If you
FanfictionObat yang tepat untuk mengobati luka di hati yang tepat adalah dengan keikhlasan. Balas dendam bukanlah cara yang tepat untuk menyembuhkan luka di hati yang menganga!
