Katakanlah diriku ini labil, kekanakan, dan egois. Masih pantas kah di umurku yang sekarang ini memiliki sifat itu? Egois, membuat orang lain terluka karna sifat itu.
Kini ku coba menghubungi dia kembali, mengaharapkan apa yang kurasakan juga dirasakan juga olehnya.
Whatshapp
Me: hai, apa kabar?
He: wa'alaikumsalam, baik
Me: sibuk?
He: ya
Me: apa aku menganggu?
He: tidak, ada perlu apa?
Skakmat dia menginginkan percakapan ini segera berakhir. Aku harus apa? Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang dia, apa yang dia lakukan setelah kita berpisah.
Me: ah tidak, hanya ingin tau saja
He: oh
Me: kapan kamu ke Bandung?
He: entahlah, kenapa?
Me: aku rindu
Ahhh matilah aku, apa yang baru saja aku tulis. Rindu? Oh mayyyyyy itu sangat memalukan dan lihat, dia bahkan belum membalasnya:(
Me: lupakan, aku hanya bercanda:)
He: bagaimana bisa kamu merindukanku,? Bahkan kita belum pernah bertemu
Me: haruskah kita bertemu terlebih dahulu agar bisa merasakan apa itu rindu?
He: maybe
Ya itulah, aku dan dia hanya berpacaran via medsos. Tapi jangan remehkan perasaanku kepadanya, bahkan sampai sekarang aku belum move on dari dia. Dan dia, sudah memiliki satu mantan setelah putus dari aku:( menyedihkan bukan.
Me: kamu yang salah
He: aku?
Me: ya
He: kenapa bisa?
Me: waktu kita berpacaran, aku ingin bermain kerumahmu tapi kamu melarangnya. Dan waktu ulang tahunku aku mengundangmu, tapi kamu juga tidak datang
He: bernarkah?
Me: kamu lupa?
He: ah aku ingat
Me: lantas?
He: aku malu waktu itu
Me: apa itu alasan yang masuk akal?
He: maaf
Me: lupakan
Hanya sampai disitu percakapan kami, dia hanya membacanya tanpa ada niat untuk membalasnya.
Sebegitu rendahnya diriku? Mengaharapkan perasaanya.
Apa aku salah?
Ya aku salah, aku memutuskannya ketika kita berpacaran di hari ke 14. Entah kenapa aku tak tahan dengan sifatnya, sifat yang di buat seakan-akan dia sangat perduli denganku. Itu menyakitlan, percayalah.
Jombang, 15 Mei 2019
23:07
Selamat membaca, dont forget to voment guys:)
And semoga puasanya lancar
FaiyaMd
KAMU SEDANG MEMBACA
Throwback
Teen Fiction"sesuatu yang kumulai dengan perasaan yang menyenangkan dan kuakhiri dengan perasaan yang menyakitkan. Menginginkan dia kembali, tapi itu tak akan pernah terjadi."
