Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Prolog

149 9 7
                                        

Hello! Welcome back! Nikmatin ceritanya ya~

Btw selamat menunaikan ibadah puasa ya^^

Jangan lupa sholat 5 waktu, sunah nya juga.

Shalat tarweh jangan bolong-bolong oke?










•••

Sejak hari itu, menurut gue semua permasalahan datang. Masalah yang datang tak memberi isyarat, datang tak memberi waktu untuk bernafas sejenak, datang tak memberi jeda terhadap masalah yang lalu.

Hal yang seharusnya tidak pernah terjadi, datang saat itu juga. Tak pernah diinginkan dan diharapkan. Selalu salah dimata orang lain dan tak pernah diharapkan kehadirannya.

Pernah kalian merasa?

Setiap harinya dihujat.

Setiap hari, jika pergi bersama selalu dibicarakan.

Pergi seorang diri saja dibicarakan.

Foto yang diupload di story manapun, diabadikan lalu dibagikan dan menjadi bahan pembicaraan.

Bahkan disaat ijin tidak ikut kumpul organisasi, dikira kumpul dan pergi bersama.

Tak pernah ada waktu untuk gembira, tak pernah ada waktu untuk bersenang-senang bersama.

Yang dirasakan hanya sakit.

Dikira murahan, disebut malu-maluin, dibilang gonta-ganti pacar, disuruh jauhin sahabatnya sendiri.

Bayangkan jika itu menimpa kalian, bagaimana perasaan kalian?

Masih bisa bahagia disaat semua orang di sekitar tidak menginginkan kalian?

Mungkin bisa disebut-bahasa kasarnya-seperti "teman bermuka dua" berada di sekeliling kalian.

Bagi kalian yang memiliki masalah, apapun itu. Ingatlah bahwa semuanya hanya ujian dari yang diatas untuk membuktikan bahwa kalian itu mampu.

Mampu untuk menyelesaikan masalah kalian sendiri dan jangan lupa untuk terus berdoa dan sabar. Jangan pernah lupa untuk ibadah.

Allah memberi ujian sama kalian agar kalian ingat akan kebesaran-Nya dan agar kalian terus memohon bantuan-Nya.

Sebenernya jika menurut orang lain masalah kalian itu mudah tapi menurut kalian susah dan sebaliknya, kalian salah.

Menurut gue, Allah memberi ujian setara satu sama lain. Seperti sudah ditimbang sebelum diberikan pada kalian.











•••

Hari itu cuacanya cukup cerah. Padahal seorang murid berharap turunnya hujan yang cukup deras.

Bel istirahat berbunyi cukup keras. Para murid berhamburan keluar kelas untuk sekedar mengisi perut atau pergi menunaikan sholat.

Dua orang gadis memilih pergi jalan-jalan mengitari sekolah, berkeliling melewati kelas sebelas juga dua belas. Katanya hendak bercerita tentang suatu yang amat rahasia kepada sahabatnya.

Waktu menunjukkan pukul 12.10 WIB, mereka pergi ke mushola yang telah sepi. Sembari melepas sepatu, salah seorang gadis itu bercerita.

"Tadi dibilangin sama orang."

"Dibilangin apaan?"

"Katanya kita gimana gitu, katanya gue berubah."

"Lah gimana? Berubah gimana?"

"Katanya kita terlalu berlebihan. Gue juga gak tau berubah gimana. Dikira power ranger kali ya? Berubah berubah."

"Maksudnya?"

"Waktu kemarin, pas gue ga berangkat. Gak tau deh kapan. Katanya lo manggil doi kenceng-kenceng di samping mereka. Malu-maluin katanya."

"Perasaan itu waktu ada lo. Terus malu-maluin nya pas apa? Bukannya yang harusnya malu gue ya? Kan gue yang manggil doi."

"Nah itu, gue juga gak tau. Aneh deh, tapi katanya gitu."

"Lah terus?"

"Katanya gue disuruh jauhin lo."

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Seburuk itukah gue?" -S

"Apa salah kita sih?" -H

Let Us BreatheCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang