1

24 9 1
                                        

Hatiku beku,karena aku ingin orang yang pantas mendapatkannya

※※※


Renatha Ayuna,gadis dingin dan juga jarang tersenyum ini,ditambah cuek yang sungguh tidak bisa dihilangkan dari dirinya,setiap kata yang keluar selalu ketus dan dingin,dia tinggal tanpa keluarga di rumah komplek sederhana,namun sebenarnya Natha tidak terlalu sendiri,ada 1 pembantu rumah tangga yang bahkan gajinya tidak seberapa,namun dengan senang hati,dia mau bekerja untuk Natha

Kehidupan Natha sehari-hari,selalu sepi,tapi Natha suka,karena ia tinggal tanpa ditemani keluarga yang membuatnya tertekan.

Bukannya Natha ditinggalkan,tapi Natha sungguh tidak suka hidup ditengah keributan.Natha sangat suka suasana sepi dan menenangkan.

Walaupun tinggal tanpa keluarga,kebutuhan Natha setiap hari selalu terpenuhi,karena Natha sendiri,walaupun masih SMA,sudah mengambil kerja paruh waktu di minimarket dekat komplek rumahnya.

Semuanya ia lakukan dengan senang hati,tanpa rasa mengeluh,mulai dari mencuci,bersih-bersih dan lainnya Natha kerjakan sendiri layaknya ibu rumah tangga yang sesungguhnya.

           ※※※

Sang surya menyinari bumi,ayam berkokok setelahnya menyebabkan semua insan terbangun dari tidur mereka saat ini untuk beraktivitas seperti sedia kala.

Tepat pada pukul 05.13 pagi Alarm diatas nakas Natha berdering

Kring...kring...kring...

Mendengar suara alarm berbunyi Natha langsung terbangun dari tidurnya.Dengan cepat ia mematikan alarm-nya yang berbunyi.

"Aishh...padahal mimpi gue sedang enak-enaknya juga"Natha berniat ingin tidur lagi namun hal itu ia urungkan.

Dengan mata yang masih mengantuk ia berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka terlebih dahulu.Karena masih pagi sekali,ia memilih untuk bersantai terlebih dahulu sambil melihat matahari terbit dari balkon kamarnya.

Natha memang sengaja memasang alarm pagi-pagi sekali karena ia sangat suka dengan suasana hening dan sepi layaknya saat ini.Walaupun ia kerap kesal karena harus terbangun pada saat dimana ia sedang mimpi dengan indahnya,namun apa boleh buat ia sendirilah yang menginginkan hal itu.

Natha sangatlah menikmati suasana ini.Berkali-kali ia memandang langit yang menampakkan serabut jingganya yang begitu indah dimatanya.Layaknya komputer sehabis di-refresh,begitulah pikirannya saat ini tenang dan damai.

Ia bermimpi suatu saat ia ingin memiliki rumah yang sederhana dengan balkon yang menghadap matahari terbit,agar ia dengan leluasa bisa melihatnya setiap terbangun dari tidurnya.Merasakan angin sepoi-sepoi yang beberapa kali mengibas rambutnya yang lurus,dan aroma pagi hari yang khas ia sangat memimpikannya.

Drttt...Drttt...Drttt

Seketika lamunannya buyar karena ponselnya diatas meja berdering.Ia menggerutu kesal dalam hatinya dan bertanya-tanya siapa yang menelponnya pagi-pagi begini.

Sanya Devli

Jam segini telpon?

Dengan cepat Natha menggeser tombol hijau tanda menerima panggilan,dan mendekatkan ponselnya ditelinga kanannya.

"Hallo? San kenapa lo telpon gue?"tanya Natha penuh penasaran.

Hening tak ada suara diseberang sana.Ia menunggu beberapa menit,namun belum terdengar suara sedikitpun.Sekali lagi ia mencoba untuk memastikannya.

NATHAdeKOKOStories to obsess over. Discover now