Casandra Genia sedang menatap murung keluar jendela cafe. Sudah 3 jam dia duduk disini tanpa melakukan apapun selain meminum pesanannya. Yang terlintas dipikirannya sekarang adalah bayangan Alendea Marcos . Cowok yang sudah lama ditaksirnya.
Casandra sedang patah hati karena dia mendengar kabar kalau Alen menembak Taran kakak seniornya di sekolah, beberapa hari yang lalu. Ditambah lagi dia menyaksikan kemesraan dua sejoli itu setiap siang di kantin.
" Huuft" Casandra menghembuskan nafasnya gusar. Alen adalah cowok pertama yang membuatnya jatuh hati. Pertemuan mereka berawal di masa MOS yang saat itu Alen menjadi kakak seniornya.
Alen yang manis dengan pesona luar biasa dan ramah dengan senyumnya. Alen juga mempunyai banyak talenta . Dimulai dari jago basket, anak olimpiade geografi dan lain-lain. Siapa sih yang tidak tertarik dengan seorang Alen?
Dreet
Dreet
Lamunan Casandra bubar karena getaran yang berasal dari iPhone-nya yang terletak di atas meja.
Casandra menatap malas siapa yang meneleponnya.
Mama?
"Halo ma"
"kamu udah dimana?cepetan pulang"
" Iya, ini udah mau pulang "
"owh. Jangan ngebut "
"Okay"
" hati-hati"
"Iyaa"
Sambungan diputuskan oleh Casandra. Rasanya ia ingin tetap berada disini untuk mengobati hatinya yang patah. Tapi apa boleh buat mamanya sudah menelepon.
Casandra berjalan menuju kasir untuk membayar minumannya dan pulang.
Kota Jakarta yang selalu ramai tidak pernah sepi. Untung saja sore ini jalanan tidak macet jadi Casandra bisa cepat sampai dirumahnya .
" Aku pulang" ujar Casandra lemas ketika memasuki rumah. Hening?
" Mama" panggil Casandra , tapi tidak ada balasan dari mamanya.
" Gimana sih mama, tadi disuruh pulang " Gumamnya.
Sayup-sayup terdengar suara gesekan spatula dengan kuali , menandakan mamanya sedang masak di dapur.
" Masak apa ma?" Tanya Casandra sembari menikmati baunya yang langsung membuat perutnya berbunyi.
" Eh kamu udah pulang? Ini mama lagi masak opor ayam "
" Tumben?" Tanya Casandra heran
" Kan kita ada tetangga baru yang baru pindah. Jadi mama mau ngajak mereka makan malam dirumah kita"
Casandra hanya mengangguk mengerti. Ia sudah tau ini bakalan terjadi . pasalnya mamanya sangat suka mengundang orang makan bersama tidak peduli itu sudah kenal lama atau sebentar.
" Aku ke kamar ya ma"
Casandra menuju kamarnya untuk membersihkan badan . Tapi , ketika melihat kasur king size dengan seprai Doraemon Casandra mengurungkan niatnya dan menghempaskan tubuhnya disana.
" Kenapa ya sakit banget jatuh cinta itu. Apalagi sama orang yang nggak bakalan bisa jadi milik kita"
Terasa berat Casandra menutup matanya dan bergabung dengan bunga tidur.
---
" Casa , Casa , bangun sayang . "
Dina-mamanya Casandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Casandra
Teen FictionJatuh cinta itu tidak selalu indah seperti di dongeng-dongeng. Jatuh cinta juga pahit rasanya. Orang yang jatuh cinta berarti siap untuk menerima kepahitan yang akan datang. Seperti yang dirasakan oleh Casandra Genia. Casandra menaksir kakak kelasn...
