PROLOG

1.6K 226 211
                                        

"Seperti batu yang selalu dialiri air, pasti lama kelamaan akan mulai roboh dan mulai mengikuti alur yang diinginkan air. Tapi saat aku mencoba mencairkan hati bekumu kenapa rasanya sangat sulit sekali. Apa memang tak ada kesempatan bagiku untuk menempati sedikit saja ruang di hatimu? Apa jika aku menyerah dan pergi kamu akan tetap diam atau malah mencariku? Huh, sepertinya aku harus bermimpi dulu."

Varuna Dhenasya.

-----------------------------------------------------------

"GILANG!!!" teriak seorang gadis sambil berlari mengejar seorang cowok yang sedang berjalan di koridor sekolah.

"Apaan sih lo, teriak-teriak gak jelas kayak orang gila! Gak tau malu!" sentak cowok bernama Gilang Marthav Ganendra sambil menunjukkan muka marah.

"GILANG I LOVE YOU. Lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Gadis itu frontal tanpa basa-basi. Dan ya! gadis itu bernama Varuna Dhenasya.

"Jadi pacar lo? Mimpi dulu sana lo, gue sama sekali gak ada niatan buat jadi pacar cewek gak tau malu kayak lo!"

"Ih omongan lo Gilang, kayak belati yang diasah 100 kali alias tajem banget!"

"BODO AMAT!"

Murid-murid yang kebetulan sedang berjalan di koridor, berhenti berjalan hanya untuk menyaksikan pertunjukan seorang gadis yang menembak seorang THE MOST WANTED sekolah, Gilang Marthav G.

Sebenarnya bukan hanya Varuna yang berani menembak Gilang, banyak gadis-gadis lain yang juga mengajak Gilang berpacaran. Tapi cara penyampaian Varuna beda dari yang lain.

Jika gadis-gadis lain menembak Gilang melalui surat yang ditempelkan pada bunga, coklat, dan hadiah-hadiah lain. Tapi cara Varuna beda, Varuna tanpa basa-basi langsung mengucapkan kalimat cinta pada Gilang.

Varuna mengucapkan kalimat i love you dengan frontal, tanpa ada rasa malu atau gengsi sedikit pun.

Namun sepertinya takdir belum berpihak pada Varuna karena setiap Varuna mengajak Gilang untuk menjadi pacarnya, Gilang selalu menolaknya dan kali ini adalah penolakan Gilang yang ke lima kalinya.

Meski selalu ditolak, Varuna akan tetap berjuang meluluhkan hati beku Gilang. Karena bukan Varuna Dhenasya namanya kalau tidak bisa meraih apa yang dia inginkan.

"Tunggu aja Gilang, suatu saat nanti lo pasti bisa cinta sama gue! BAHKAN CINTA MATI!!!" teriak Varuna saat Gilang sudah berjalan menjauhi dirinya.

Gilang berhenti berjalan, kemudian menoleh menghadap Varuna.

"ITU GAK AKAN PERNAH TERJADI!!!"

-----------------------------------------------------------

To be continue.

Gimana prolognya? Pendek? Iya gak usah panjang-panjang dulu.

Beri vote dan komentar dong! Biar semangat updatenya. Hehehe😂
Ini cerita pertamaku, jadi maaf ya kalau banyak typo.

Sampai jumpa di part berikutnya😊

28 April 2019

GILANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang