Selamat membaca
Semoga suka sama karya pertama aku ya.
Seorang gadis berambut ikal sebahu memasuki gerbang sekolah yang mulai ramai di padati para siswa. Dengan tas hitam bludru bertengger manis di bahu nya, menambah elegan gaya gadis itu.
Kaki jenjang nya yang dibungkus sepatu booth bertumit tahu menapaki lantai keramik koridor SMA SANTIKA yang sangat terkenal di Jakarta.
Dia lah Mizzaya Gracefa Loore atau biasa dipanggil Yaya, sang primadona SMA SANTIKA yang kecantikan nya tak diragukan lagi.
"Yaya, lo lama amat sih. Kelamaan boker lo ya dirumah?" ucap seorang gadis berwajah cubby sambil memberikan sebungkus permen pada Yaya. Sebut saja namanya Vin!.
"Bawel amat tu mulut, gue tadi malam begadang, makanya telat. You know lah," sahutnya sambil membuka bungkusan permen unik itu.
"Btw, ini permen lo beli di mana? Kok unik banget Vin?"
"Itu tadi si Burung Hantu Mr.Limbat lo yang nitipin ke gue," ucap Vin sembari berjalan ke arah kelas mereka.
"Ooh ternyata my love yang ngasih, pantesan unik. Sama kaya cinta dia ke gue," ucap Yaya sembari menyimpan bungkusan permen tadi kedalam tas nya.
Vin merupakan sahabat Yaya semenjak mereka masih duduk di bangku SMP. Yang tak lain juga tetangga satu kompleks nya Yaya.
Kringgg...
Bel masuk kelas pun berbunyi dan seluruh siswa mulai memasuki kelas masing-masing.
"Buruan Ya, tu guru killer udah On The Way ke kelas lo." decak Vin lalu sambil menarik tangan Yaya.
"Hehhehe iya iya, masih berbunga-bunga gue sampai gak ngeh kalo udah lonceng." cengir Yaya.
🌸🌸🌸
"Oke anak-anak, pelajaran kita cukupkan sampai di sini. Jangan lupa kerjakan PR-nya di rumah ya!" ucap sang guru MTK sambil menyandang tas nya.
"Iya pak," sahut seluruh siswa kelas XI IPA 2 serempak.
Semua siswa pun berhamburan ke luar kelas, untuk menuruti kehendak para cacing di perut mereka.
"Hai well," bisik Reno dengan halus di telinga Yaya yg bertindik permata putih.
Reno adalah pacar Yaya. Dan dia memang terbiasa memanggil Yaya dengan sebutan well, bisa dibilang panggilan sayang gitu.
"Iiih kamu, bikin aku terkejut tau gak! Kirain tadi ada setan." teriak Yaya sambil mencubit pinggang Reno.
"Hehehe, sorry dear. Mau ke kantin ya? Laper kan kamu?"
"Tau aja kamu sayang," lirih Yaya manja.
"Eh Vin, lo ikut ke kantin gak?"
"Ikut dong, puluhan tusuk bakso nungguin gue noh disana." ucap Vin sambil berjalan cepat menuju kantin.
"Kalo masalah makaaan aja paling depan noh bocah." gerutu Yaya.
🌸🌸🌸
Ting... Tong...
"Ma, mama. Yaya udah pulang nih!" teriak Yaya dibalik pintu coklat besar rumahnya.
"Iya, sebentar," ucap mama di balik sana.
"Lama amat sih ma, panas tau diluar!" Ketus Yaya sambil mengipas mukanya dengan tangan.
"Mama tadi masak di dapur, Bi Intan lagi nyuci baju juga di belakang."
"Udah sana mandi, abis itu kamu makan. Mama udah bikinin martabak mie kesukaan kamu." lanjut Mama.
"Hmm," lirih Yaya sambil berlalu menuju kamarnya.
Yaya terasa sangat mengantuk, karena itu sehabis mandi dia pun langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk dengan sprey MU si setan merah dan langsung tertidur.
Drrrt.. Drrrt.. Drrrt
"Huh siapa sih nelfon-nelfon, ganggu banget!" ketus Yaya seraya membuang hp nya ke lantai.
Bruuuk!
Si benda pipih berlogo apel tergigit itu pun mati dengan keadaan tragis.
Yaya yang ngantuk berat tetap saja tidur tanpa memikirkan nasib si apel tergigit yang malang.
🌸🌸🌸
"Sayang, bangun. Udah pagi ini, nanti kamu terlambat ke sekolah. Cepetan bangun, mandi sana," ucap ibu Yaya, Micella Ananda Grich yang juga pemilik Toko Kue terbesar di Jakarta.
"Iya ma, ini udah bangun kok," lirih Yaya serasa berlalu ke kamar mandi.
Tak sengaja, mama Yaya melihat hp anak nya tergeletak tak berdaya di lantai dalam keadaan yang tragis.
'Aduuh, ini Yaya hobi nya memang boros terus. Pasti nanti minta belikan yang baru. Kebiasaan borosnya gak pernah hilang. Kapan sih kamu berubah nak?' batin mama Yaya.
Setelah siap berdandan, dengan polesan make up tipis dan 3x semprotan parfum, Yaya beranjak ke meja makan untuk sarapan. Dan merengek minta hp baru juga tentunya.
"Pagi pa, pagi ma. Cerah banget deh mama dan papa pagi ini," ucap Yaya sambil mencium pipi papa dan mama nya.
Yaya merupakan anak satu-satunya Herlambang Loore, sang pemilik beberapa toko emas di penjuru Jakarta. Pantas saja dia menjadi manja, dan boros karena bergelimang harta.
"Pagi juga sayang," jawab mama dan papa nya serentak.
"Pa, hp aku rusak. Jadi aku sekarang pakai hp yang lama. Eeem besok beliin ya pa," lirih Yaya memohon.
"Iya, tapi ini yang terakhir. Besok gak akan papa belikan lagi!" tegas papa.
"Makasih pa, papa baik banget. Yaudah pa, ma, Yaya berangkat kesekolah ya." ucap Yaya sambil menyalami kedua orang tuanya.
Setiap hari, Yaya diantar oleh Pak Dir, supir pribadinya. Yg juga suami dari Bi Intan, pembatu rumah tangga di rumah nya.
Di jalan, yaya mengotak-atik hp nya, lalu membuka aplikasi whatsapp, dan terkejut melihat 329 chat dari Vin, dan ternyata Vin memberi tau Yaya, bahwa Reno, pacarnya, kecelakaan tadi malam.
Deg!
Silahkan tinggalkan jejak kalo suka.
Tunggu kelanjutan nya ya.
YOU ARE READING
Ikenie
Teen FictionIkenie adalah bahasa Jepang yang artinya "Pengorbanan". Cerita ini menceritakan pengorbanan seorang Mizzaya Gracefa Loore kepada sahabat nya Vin Natalie dalam hal percintaan. Selamat membaca
