Sinar matahari menyelinap di sela-sela kamar Lala. Gadis yang tengah tertidur itu seketika bangun, ia melihat jam sudah menunjukkan 05.30. Segera Lala bersiap diri, hanya dalam waktu 15 menit.
"Sayang, makan dulu ya! Mama udah buatin nasi goreng kesukaan kamu." Lala yang memang suka nasi goreng, langsung memakannya dengan lahap.
"Biasa aja kali kalo makan, keselek tau rasa lo!" Bang Azka yang sudah turun dari kamarnya, dengan wajah cool.
"Bodo amat! Gue yang makan juga." Ucap Lala membuat yang lain tertawa.
"Lala, kamu nanti dianter sopir aja ya! Kamu kan baru balik dari Jerman. Jadi, kamu pasti udah agak lupa lah sama Jakarta." Pinta Papa, sedangkan Lala hanya mengacungkan jempol.
"Yaudah, Lala berangkat ya! Jangan kangen loh. Byeee... " Lala yang menyalami orang tua nya dan langsung ngacir untuk berangkat.
SMA Garuda, itulah nama sekolah yang akan ditempati Lala. Sebenarnya, Lala pindah kesini karna terpaksa oleh suruhan orang tuanya.
Tiba-tiba Lala dikagetkan seseorang dibelakangnya. Spontan Lala menoleh kebelakang, mendapati dua orang perempuan cantik nan putih,siapapun pasti suka jika jadi pacarnya.
"Lo pasti anak baru kan, kenalin gue Vera anak Sebelas MIPA 1."
"Gue Lita anak Sebelas MIPA 1 juga." Dua perempuan itu yang saling memperkenalkan dirinya.
Sedangkan Lala hanya memperhatikan mereka dan tersenyum dengan manis.
"Gue Lala anak baru, boleh anterin gue ke ruang kepsek gak?"
Mereka bertiga yang menuju ke ruang kepsek, ditatap banyak murid. Pasalnya, Lala yang tidak tau menahu soal itu hanya menunduk.
"Udah gausah ditanggepi, mereka mah sirik." Bisik Vera pada Lala, yang hanya diangguki saja.
"Makasih pak, kalo gitu saya masuk ke kelas dulu. Permisi." Ucap Lala saat keluar dari ruang kepsek.
"Gimana? Kelas berapa?" pertanyaan itu dijawab Lala kalo dia kelas Sebelas MIPA 1 seperti temannya.
"Yaudah, kita masuk ke kelas gih. Habis ini kan pelajaran Bu Astrid, jadi cepet ke kelas deh." Pinta Lita yang mengajak temannya buru-buru ke kelas.
Di kelas sudah nampak Bu Astrid tengah mengajar, tapi tidak membuat kedua teman Lala takut. Karena, mereka pasti beralasan untuk mengantar murid baru.
"Bu, maaf saya telat. Karena, mengantar murid baru." Beruntung saja ucapan itu tidak membuat Bu Astrid marah.
"Kamu silahkan perkenalkan diri!" Lala yang nampat gugup berbicara di depan, memberanikan dirinya.
"Perkenalkan saya Lala Cantika Gabrielle. Panggil aja Lala pindahan dari Jerman." Lala yang sudah memperkenalkan dirinya duduk dibelakang kedua temannya.
***
Lala pov'
Bel berbunyi pertanda istirahat,
Lala dan kedua temannya menuju kantin.
"Gue boleh tanya gak sih? Kenapa kita selalu diliatin kayak gini?" tanyaku pada mereka, pasalnya aku risih jika dilihat begitu.
"Kita udah terkenal karena, kecantikan kita. Dan, lo ditatap begitu karna wajah cantik lo itu." Jawaban Lita membuatku aneh.
Semua orang pasti suka jika ditatap tapi, tidak untuk Lala dia amat risih akan hal itu.
"Gue ke toilet dulu. Ntar kalian langsung aja ke kelas!" aku yang memang sudah risih ditatap banya orang, pergi ke toilet.
Brukkkk....
Gue yang gak sengaja nabrak seseorang, langsung pergi gitu aja dan gak mau tau siapa yang gue tabrak.
"Bodo amat deh, lagian jalan gak liat-liat." Gue males dan rasanya pengen segera ke toilet, dan pastinya menghindari tatapan itu.
Gue yang akhirnya sampe di depan kelas, melangkah ke arah Vera sama Lita.
"Lo kemana aja? Gue kira nyasar." Gue yang mendengar hanya mendengus kesal.
"Ke toilet bentar kok. Lagian juga pengen keliling sekolah." Ucapku lalu ditatap kedua temanku.
"Lo udah pernah lihat senior kita yang ganteng itu gak? Kalo lo pernah ketemu berarti gue gak usah jelasin." Pernyataan itu membuat gue bingung. Pasalnya, gue dari tadi ngehindarin banyak orang.
"Gak liat sih, malah gue gak mau tau soal mereka." Jawabku lalu ditatap aneh lagi oleh mereka.
"Tapi gue mau kasih tau senior kita yang cool itu. Namanya Kak Vano, Kak Aldo, sama Kak Risky. Aduh mereka cool banget deh." Pernyataan Vera membuatku aneh. Karna, satu nama cowok yang gak asing buat gue.
YOU ARE READING
VANILA
Teen FictionKe sekolah baru pasti bertemu orang baru. Tapi, tidak untuk seorang Lala Cantika Gabrielle yang bertemu cinta lamanya. Akankah ia sanggup jika bertemu cinta lamanya? Atau malah memilih pergi? Gue mau lo, walaupun itu mustahil. ~ Lala Apa lo tau...
