Prolog

153 5 0
                                        

Bandung dan Bekasi.

Dua kota yang dipisahkan sekitar seratus empat puluh tiga kilometer. Bagi sebagian orang, itu hanyalah angka yang bisa ditempuh dalam beberapa jam perjalanan. Namun bagiku, 143 kilometer adalah tempat segala cerita dimulai sekaligus berakhir.

Aku mengenalnya bukan di sebuah kafe, bukan pula di bangku kuliah, kami dipertemukan oleh sebuah notifikasi di media sosial. Satu pesan sederhana berubah menjadi percakapan setiap malam. Percakapan itu berubah menjadi rasa nyaman, dan rasa nyaman itu menjelma menjadi cinta.

Lima tahun.

Lima tahun kami bertahan melawan jarak.

Lima tahun saling menunggu jadwal bertemu.

Lima tahun mengumpulkan rindu.

Aku yang tinggal di Bandung.

Dia yang tinggal di Bekasi.

Kami percaya, selama hati saling menjaga, jarak hanyalah angka.

Tapi ternyata...

Yang menghancurkan hubungan kami bukanlah jarak.

Melainkan kebohongan.

Dan seseorang yang diam-diam mengambil tempatku di hatinya.

143 KMStories to obsess over. Discover now