langit brawijaya

10 3 2
                                        

Di pagi hari yang cerah.
Seeorang laki-laki tampan masih berngelung dalam selimutnya dia lah langit cowok dengan mata biru yang tajam bak setajam elang yang mampu membius siapa saja yang melihatnya

Diluar kamar seeorang wanita cantik sudahh menggedor gedor pintu ank nya itu

"langitttttt gantengg bangun sayang ini udh pagiii waktunya sekolah" ucap renata, ya renata brawijaya adalah bunda dari langit bunda yang jadi cinta pertamnya.

Karna ter usik mata biru itu akhirnya mengerjap pelan untuk mengumpulkan kesadaranya. Ketika kesadaranya sudah total pemilik mata biru itu bangun dari king zize nya untuk membuka pintu.

"klek"

"bagus baru bangun yaa" ucap renata sambil berkecak pinggang.

"ini langit bunda bukan bagus masa anak nya sendiri di lupain sih" ucap anak laki tampan itu

"langit cepetan mandi gk usah ngelawak pagi-pagi" ucap renata dengan toa gedenya.

Tanpa babibu langit masuk kemar dan menutup pintuk dengan kencang sampai jantung renata mau keluar.

"darrrr"

"langittttt dasar anak kurang belaian bunda masukin lagi kamu baru tau rasaaa"

Yah begitulah sifat langit kalau sama keluarga dia akan terlihat jahil dan menyebalkan beda dengan di dunia luar dia akan terlihat tak tersentuh dan dingin seperti kukas berjalan.

Sesudah mandi langit langsung turun kebawah dengan tampang datar khas seorang langit. Diruang makan sudah ada renata bundanya dan ken ayahnya

"pagi" kata langit dengan santai

"pagi Lang" jawab ken dengan nada hangatnya seperti biasa yang ia tunjukan hanya untuk keluarganya.

"pagi" jawab renata ketus

Ken yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala sambil melirik langit dari ekor mata birunya yang diturunkan dari dirinya untuk langit. Langit yang dilirik itu oleh mata biru ayah nya hanya menghela napas.

"bunda" panggil langit

"apaa" jawab renata masih ketus

"bun maapin langit yaaa lagi bunda kalo manggil langit tuh jangan keras-keras kasian kuping langit kena polusi suara bunda yang kek toa pengumuman mesjid ntu" ucap langit santai seperti lagi dipantai.

Renata yang dikatai anaknya toa itu segera ingin menyembur anakny pakai kata-kata rohani dari mulutnya itu enak saja suara emas ny dibilang toa sebelum renata mengeluarkan bom rohani nya langit langsung menyela.

"udh bunda gk ush marah dan keluarin kata-kata rohani bunda nanti langit beliin cilok deh sepuluh rebu"

Ucapan langit membuat renata berbinar seketikaa dan melupakan kata-kata rohani yang ingin di semburkan untuk anknya itu.maniak cilok emng renata itu

"benerrrr yaaa jangan booong loh" kata renata berbinar

"hmm" jawab langit dengan deheman

"udh kan dramnya, sekarang ayok sarapan" ucap ken jengah dengan drama ibu dan anak itu. Renata dan langit memang seperti kucing dan tikus tidak bisa sehari saja mereka tidak berbuat ulah ntah berantem atupun karna keusilan langit.

Selesai menghabiskan sarapan langit langsung berangkat dan tak lupa pamit kepada kedua orang tua nya
Dengan menggunakan motor hitam sport nya langit membelah jalananan ibu kota dengan santai.

🍫🍫

Sekitar 30menit langit sudah sampai di sekolahnya

Bantu vote ny jangan lupa ya😚

Cerita pertama maklumin ya:)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 21, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LANGItWhere stories live. Discover now