We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1. Cinta Dalam Hati

180 60 12
                                        

"Seandainya menghapus perasaan semudah menghapus history chat kita"
.
.
-Sepenggal kisah

Ini aku. Seseorang yang paling suka berimajinasi sampai lupa bahwa itu hanya ilusi. Berkhayal tentang masa depan atau mimpi. Tentang hayalan pasti semua orang punya patokannya tersendiri. Sama sepertiku yang sekarang sedang menghayalkan dia akan menjadi milikku. Berkhayal itu bebas bukan? Gratis malah, Hak segala bangsa. Tidak akan ada yang tau bahwa sebuah imajinasi kadang bukan hanya sekedar monokrom, tetapi bisa menjadi nyata.

Ini aku, Lisa Calista Denanta. Biasa dipanggil Lisa. Aku selalu suka saja merenung,kata orang tidak ada yang special dari kegiatan itu tetapi aku selalu suka melakukannya, tanpa sadar. Di usiaku yang sudah menginjak dewasa ini cinta bukan kata yang asing lagi. Katanya cinta adalah sebuah anugerah perasaan yang diberikan Tuhan, kepada manusia untuk  saling memiliki, saling mencintai dan saling mengerti . Dengan membacanya saja,  Menyenangkan bukan? Tapi menurut persepsiku cinta hanyalah sebuah pengawalan yang manis dan berakhir pelik, ada seseorang yang membuatku paham bahwa jatuh cinta hanyalah sebuah rencana patah hati.

Kisah cinta ini dimulai ketika aku duduk di bangku SMA, tepatnya tahun terakhir disekolah menengah atas tersebut, aku mulai merasakan getaran aneh terhadap seseorang yang ku kenal lewat sebuah organisasi. Aku dan dia sudah kenal kurang lebih hampir 2 tahun lamanya, kami sebagai teman organisasi yang baik, sering komunikasi untuk mendiskusikan bagaimana kedepannya organisasi kami, tapi lama-kelamaan ada rasa asing yang muncul, entahlah kupikir hari itu aku hanya sedang tidak enak badan, tapi nyatanya kata temanku itu karena kau jatuh cinta makanya hatiku berdebar setiap kali ada notifikasi yang muncul dari dia.

Sampai akhirnya kami lulus, dia melanjutkan studinya ke luar kota sedangkan aku melanjutkan studiku hanya di universitas dikotaku saja, karena alasan klasik tak ingin jauh dari orang tua, aku sudah seperti anak kecil saja. Ketika dia sedang sibuk-sibuknya mengurus semester awal studinya aku dan dia masih berbalas pesan, akupun merasa berbunga setiap kali dia meluangkan waktu di jam sibuknya untuk mengabariku sekedar agar aku tidak khawatir, perhatian-perhatian kecilnya sanggup membuatku terus kepikiran.

Aku disini kuliah sambil kerja, aku bekerja paruh waktu di sebuah toko handphone atau konter. Lelah seakan tak pernah terasa sebab dia selalu mengabari, sebab dia selalu menyemangati, sampai akhirnya aku sadar ternyata bukan hanya aku yang merasakan getaran itu, tetapi dia juga. Akhirnya hari itu tanggal 18 Agustus 2018 aku dan dia resmi berpacaran. Tak ku sangka tanggal itu istimewa, baru kusadari akhir-akhir ini.

Kami menjalani Long Distance Relationship atau LDR. Awal-awal menjalani pacaran jarak jauh ini tidak pernah ada kendala semua berjalan aman damai dan sejahtera hehe

Tapi kalian pasti tau, yang susah dari LDR ini adalah  rasa curiga yang berlebihan. Keterbatasan waktu karena kesibukan masing-masing selalu menjadi pemicu perselisihan diantara kami. Tapi pada akhirnya dia selalu bisa membuatku tenang dengan kata-kata manis yang dia utarakan. Dan akhirnya hubungan kami kembali berjalan seperti semula. Dia selalu begitu, selalu bisa membuatku bahagia padahal kita hanya bicara via telpon atau biasa video call. Tapi dari situ aku selalu mennti sebuah pertemuan dengan dia.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, sampai bulan ke lima saya merasa ada yang berbeda dari dia, disetiap perselisihan yang terjadi dia tak lagi mengalah, dia tak lagi mengeluarkan kata-kata manis agar aku tak marah, dia hanya bermasa bodo dengan semua ini, tapi aku tak mau overthinking karena aku mempercayainya. Dan sampai akhirnya aku tau kenapa dia bukan seperti dia yang dulu, itu krena dia sedang menjaga perasaan orang lain selain aku, itu karena dia sedang mencintai orang lain selain aku, sampai sebuah fakta yang ku dapat bahwa dia memang sedang dekat dengan seseorang, Nadia namanya.

a piece of storyStories to obsess over. Discover now