Mengapa dunia harus kejam pada waktunya?
Mengapa dunia harus memberi penyesalan yang teramat dalam bagi manusia?
Dan mengapa aku harus mencintainya?
Mencintai orang,
Yang benar-benar pergi,
Saat aku terpuruk dalam kesedihan lagi
Aku benci
Benci,
Sangat benci sekali
Jika ada alasan lain aku hidup,
Selain untuk disakiti,
Aku ingin tinggal di planet lain selain bumi,
Dimana orang yang memperhatikanku,
Menyayangiku,
Menantiku untuk pulang,
Mengantarkanku untuk pergi,
Dan slalu ada untukku,
Suka maupun duka
Tapi itu hanya impian semata
Benar-benar hanya imajinasi
Bagiku
Orang sepertimu,
Yang hanya bisa membaca kisahku
Dalam rasa yang pilu
Tidak pernah bisa mengahayati apa yang terjadi dalam diriku
Ingatlah
Manusia hanyalah nyawa titipan tuhan
Tidak lebih hanya untuk mampir meminta minum
Karena haus yang disebabkan oleh dosa
Yang slalu ikut kemana-mana
Bahagialah dengan dirimu yang ada
Karena dengan dirimu yang sekarang,
Itulah kegembiraan
Cukup sederhana tanpa dibumbui soal materi
Seukir senyuman,
Akan tertular dalam sekejap mata yang hinggap didaun telinga
Rayuan mata mengayun sendu
Mengalun lagu yang diringi kisah tersendiri
Untuk mengikhlaskan apa yang sudah terjadi
Karangan ini qu buat 26 Des 2018
YOU ARE READING
Puisi
PoetryIngin baca puisi? Ingin baca kata-kata puitis? Baca aja disini! ASLI buatanqu sendiri Gx ngecopy atau nyalin dari buku lain atau yang lain Mau tahu puisiqu Baca aja!
