Prolog

86 12 9
                                        

Assylla Caroline Prawirodihardjo adalah putri tunggal dari pasangan Gunawan Prawirodihardjo dan Arini Esmeralda. Assylla juga merupakan salah satu pemegang anak perusahaan milik Papa-nya dan sebuah butik gaun pernikahan milik Mama-nya diusia yang masih terbilang sangat muda.

Assylla tidak bertingkah seperti kebanyakan anak yang berkecukupan pada umumnya. Meskipun dia sangat dimanja oleh kedua orangtuanya, akan tetapi sikapnya sangat pendiam dan dingin.

***

Pagi hari dibulan november yang mendung, suara alarm yang sangat berisik sedang berbunyi disebuah kamar bernuansa hitam dan putih. Seorang gadis yang merupakan pemilik kamar tersebut bergegas mematikan alarm dan mandi serta bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Setelah bersiap-siap selama 25 menit, gadis itu mulai menuruni tangga dan menuju ke ruang makan untuk sarapan.

"Pagi Sylla" Sambut seorang wanita berumur 40an yang masih terlihat awet muda. Dan Sylla hanya membalas sapaan mamanya dengan sekali anggukan kepala. Sang mama yang sudah sangat hafal dengan kelakuan putrinya tersebut hanya menggelengkan kepala dan mulai menyiapkan roti dengan selai cokelat untuk Sylla. Sylla mengawali sarapannya dengan minum segelas susu.

"Sylla berangkat Ma" pamit Sylla sambil memakan rotinya.

"Aduhh sayang itu rotinya belum habis loh. Jangan makan sambil jalan dong sayang nanti kesedak!" Arini--Mama sylla berteriak kepada putrinya yang sudah menghilang dibalik pintu utama. Sedangkan Sylla yang sudah terburu-buru hanya menghiraukan teriakan mamanya dan masuk mobil untuk berangkat ke sekolah.

***

Tepat 5 menit sebelum bel masuk, jazz merah milik Sylla baru saja terparkir rapi di parkiran sekolah. Sylla berjalan santai kearah kelasnya meskipun sebentar lagi bel masuk berbunyi.

Sepanjang koridor kelas sepuluh sampai dengan koridor kelas sebelas, banyak sekali yang memperhatikan Sylla secara terang-terangan. Wajar saja jika Sylla selalu menjadi pusat perhatian dimanapun dia berada.

Sylla merupakan gadis blasteran Indonesia-Italia yang memiliki hidung mancung, kulit yang putih langsat, serta bola mata berwarna hazel dan juga memiliki bodygoals yang diidamkan banyak perempuan. Sylla juga mewarnai rambutnya, yang semula blonde seluruhnya menjadi biru dan hijau tosca diujungnya.

Meskipun sekolah melarang mewarnai rambut, Sylla tak pernah takut dengan hukuman apapun yang akan diterimanya. Jangan salah, meskipun Sylla pendiam dan dingin, dia juga termasuk troublemaker yang paling berpengaruh di SMA Angkasa ini.

Sylla memiliki 5 orang sahabat yang juga tergabung dalam troublemaker sekolah. Jonathan, Rey, Dave, Carl, dan Ara. Ya. Mereka adalah sahabat terdekat Sylla sejak kelas 1 SMP. Kelima orang tersebut sangat tau bagaimana Sylla. Bahkan mereka sudah seperti saudara bagi Sylla. Dan juga cuma mereka yang bisa membuat seorang Assylla Caroline Prawirodihardjo tertawa lepas dan banyak omong.

"Pagi." Sapa Sylla kepada sahabat-sahabatnya yang sudah masuk terlebih dahulu.

"Ehh pagi non Sylla! Hari ini punya rencana bolos nggak? Pasti ada dong yaa" Teriak Carl dengan hebohnya.

"Baru juga dateng udah lo ajak maksiat. Emang gila lo Carl!" Rey dengan bebas menjitak Carl.

"Aduhhh sayang kamu itu gimana sih! Hari ini aku udah bawa baju ganti loh. Aku pengen ke mall beli make up tau nggak sih?!" Carl tidak terima lantas mencubit lengan Rey hingga membuat Rey kesakitan. Jangan heran jika mereka berdua bertingkah layaknya orang pacaran. Padahal mereka bilang, mereka tidak pacaran dan hanya ingin bersenang-senang. Entahlah, Sylla juga bingung dengan mereka berdua.

"Hari ini mau bolos dari pagi apa nunggu sampai jam istirahat dulu?" Sylla meminta pendapat Jo. Ya. Karena hanya Jo yang waras jika dimintai pendapat. Jo juga selalu menjadi orang pertama yang akan ditanya Sylla dalam hal apapun.

"Gue sih kalo dari pagi ayo aja deh Syl". Jo menjawab sambil mengacak-acak rambut Sylla.

"Jo! Ini tuh susah ngerapiinnya tau nggak?! Ih kesel!". Jo yang merupakan tersangka malah terbahak-bahak melihatnya.

Sedangkan Ara dan Dave yang merasa terabaikan mulai menyuarakan protesnya.
"Kalian tuh ya! Selalu aja berantem dan nggak nganggep gue sama Dave tau nggak?!" Ara berteriak histeris dan memegang dadanya seolah-olah dia sedang tersakiti.

Jo, Sylla, Rey, dan Carl yang merasa ucapan itu untuk mereka, sontak saja mereka langsung tertawa terbahak-bahak karena jujur saja mereka memang melupakan kehadiran 2 orang itu.

"Aduhh kasian sepupu gue yang pendek ini merasa terabaikan ya?!" Jo menghampiri Ara dan merangkulnya. Ya. Jo merupakan sepupu Ara dan mereka baru mengetahui jika mereka sepupuan adalah di kelas 3 SMP.

"Enak aja lo ngatain gue pendek! Iya gue tau lo emang tinggi tapi otak gue masih lebih tinggi daripada otak lo". Ara membalas ejekan Jo dengan telak. Karena setelah Ara mengucapkan itu, semua orang yang mendengar langsung tertawa terbahak-bahak.

"Udah yuk cabut. Keburu si monster tua itu dateng". Ucap Sylla setelah merasa bahwa keadaan sedikit tenang.

"Beneran bolos? Wahhh asik banget dong!" Carl berteriak girang sambil melompat-lompat tak karuan. Tanpa menghiraukan tingkah absurd Carl, kelima orang tersebut langsung mengambil tas mereka dan berjalan meninggalkan kelas.

"Heh Amar! Bilangin ke si monster kalo kita bolos ya. Lagian tumben-tumbenan dia terlambat masuk kelas". Teriak Dave kepada si ketua kelas.

"Sialan kalian. Harus pake alasan apalagi gue sama si monster?!" Teriak Amar frustasi. Sedangkan Dave hanya membalas dengan lambaian tangan.

Carl yang baru merasa tertinggal rombongan langsung berlari keluar kelas sambil menenteng tas nya. Karena Carl yang berlari tanpa aturan, dia tidak sengaja menabrak seorang siswi hingga membuat mereka sama-sama terjatuh.

"Kalo jalan pake mata dong! Jadi kotor kan seragam gue". Ucap Carl kepada siswi itu.

"Aduhh maaf ya. Sini aku bantu berdiri." Siswi itu berkata sambil mengulurkan tangannya kepada Carl. Akan tetapi Carl tetaplah Carl. Dia tidak mau menerima uluran tangan siswi berseragam berbeda itu.

Sedangkan sahabat-sahabatnya yang mendengar keributan dibelakang mereka pun terpaksa kembali menghampiri Carl si pembuat onar.

"Udah gak usah manja! Sini berdiri" ucapan Sylla yang terdengar sangat dingin langsung membuat Carl menciut hingga akhirnya menerima uluran tangan Sylla.

"Seragam lo kok beda? Murid baru? Ruang TU disebelah sana tuh." Ucapan Sylla yang masih saja bernada dingin tersebut langsung mengagetkan siswi itu.

"Ehh i..iya kak makasih".  Siswi itu menjawab dengan gugup karena ucapan dingin Sylla. Dan mulai berjalan menuju ruang TU.

"Heh anak baru!Siku lo berdarah tuh lebih baik lo ke UKS dulu deh". Ucap Jo menyarankan. Sontak saja semuanya langsung menghadap Jo karena terkejut akan ucapan Jo tersebut.

"Tunggu dulu deh. Sejak kapan seorang Jonathan Marvis Anggara memperhatikan hal sedetail itu dari orang yang bahkan dia nggak kenal sama sekali?" Ara membeo dengan tampang terkejutnya.

"Dan sejak kapan lo peduli sama orang yang nggak lo kenal?" Sambung Sylla dengan dingin dan tatapan mengintimidasi miliknya.

***

Halo guys! Mohon maaf masih amatiran jadi ya tolong kasih vote dan comment yang bermanfaat dan membangun ya! Grazìè.

The HopeStories to obsess over. Discover now