Jubah Surya Terjejer Dengan Indahnya
Aura Bayu Menghembus Dijagat Raya
Rona Emas Mengulaskan Pesona
Mencoba Mendekap Jagat Yang Merana
Kusir Memacu Delman Penuh Kuasa
Burung Camar Melenggang Di Angkasa
Mawar Merah Merekah Lembut
Berbisik Pada Lebah Lebah Penuh Cinta
Aku Duduk Di Bawah Naungan Surya
Menatap Langit Biru Yang Mempesona
Sesaat Kemudian Awan Bergerak lirih
Tersenyum Kepadaku Dengan Ramah
Kepalaku Menunduk Kala Hati Duka
Ujung Mataku Terasa Begitu Dingin
Hingga Aku Tersadar Ada Air Mata
Teruntai Dengan Nista Dipipi Lembutku
Ku tatap balutan senja ditanganku
Ku Sentuh Helaian Benang Surga
Aku Mulai Menuntut Hak Disana
Dimana Sinar Fajar Milikku
Aku Memiliki Sinar Senja
Aku Memiliki Jubah Surya
Aku Memiliki Untaian Permata
Tapi, Kemana Perginya Sinar Fajar
Langit Menunduk Sayu
Surya Meredupkan Sinarnya
Hembusan Bayu Berhenti Sejenak
Kala aku menuntut Sinar Fajarku
