Prolog

105 10 2
                                        

Selamat sore.

Sebenarnya kisah ini tidak jauh berbeda dengan kisah cinta sepasang anak manusia lainnya. Hanya saja ini sedikit lebih rumit dibanding yang lain. Tadinya kisah ini tidak pernah ku bayangkan untuk ditulis karena perkiraan ku semua akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak. Karena yang namanya jatuh cinta terdiri dari dua kata "jatuh" dan "cinta" dan keduanya tidak bisa dipisahkan-- keduanya harus diterima.
Kisah ini berisi tentang perjalanan aku dan dia dari awal hingga disatukan oleh Semesta menjadi kita.
Isinya sudah pasti kebanyakan bahagia yang mungkin akan membuat perempuan merasa iri, dan seketika berharap bahwa ialah yang berada di posisi ku saat itu tetapi yang namanya jatuh cinta akan mustahil kalau tidak ada sedihnya.
Jadi, kalau kalian membaca kisah ini berarti kata kita sudah tidak ada.
Iya, benar, aku dan dia sudah berakhir. Benar-benar berakhir, tapi untuk soal rasa belum benar-benar terselesaikan.
Karena setelah hampir dua tahun lamanya bertahan dengan segala tantangan dan segala sakit yang bisa diobati sendiri, akhirnya dia menyerah secara sepihak tanpa ada penjelasan yang dia ungkapkan-- meninggalkan aku yang tengah berjuang sendiri untuk mempertahankan.
Sudahlah. Ikhlas adalah hal paling utama yang harus ku lakukan atas perpisahan ini. Tapi, kalau boleh jujur, bahkan sampai saat ini aku belum ikhlas-karena pada dasarnya tidak ada yang pernah siap untuk perpisahan, kecuali orang-orang yang memang tidak pernah menyimpan rasa yang sama.

Percayalah, aku tak pernah benar-benar melepas mu.
Sebab, setelah semua yang terjadi, yang kita lakukan, yang kita hadapi, yang kita taklukan, yang kita perjuangkan akan menjadi kenangan yang abadi dan tak lekang waktu.

Salam kenal, Algia Annisa

Aku, Kamu, dan Semesta yang berbahagiaStories to obsess over. Discover now