Part 1

133 15 2
                                        

10 Juni 2019

Aku melihat di sisi kanan, cahaya terang dari kejauhan yang terlihat mengarah ke jendela sudut kamar. Sejak kejadian itu aku merasa bahagia bisa melihat awan di pagi hari dan burung-burung yang bersarang di pohon samping rumahku.

Cahaya itu mengingatkanku pada dirinya,
ya -dirinya yang dulu pernah menemani di setiap hariku.

-- 🌑--

18 Desember 2017

"Hai Hana, are you okay?" tanya Tae. Kim Taehyung atau yang biasa aku sebut Tae ini adalah sahabat laki-laki yang sangat dekat dengan ku dan keluargaku, begitu juga sebaliknya.

Kita berteman sudah cukup lama sekitar 5 tahun lamanya, Tae lahir di Korea hanya saja juga mahir berbahasa inggris.

"Oh hai Tae, i'm fine don't worry" jawabku "i'm not sure Hana, kamu bisa cerita apa yang kamu pikirkan. Tolong jangan coba berbohong" kata Tae. Aku bisa melihat pada matanya dia begitu khawatir denganku.

Tae adalah sahabat terbaik sepanjang hidupku, Tae tidak pernah kecewakanku "Tae aku baru saja bermimpi tentang darah dan banyak burung bekas tembakan disana" jawabku dengan mata sedikit lebam. "Aku tidak tau artinya apa, tapi kamu harus tenang itu hanya bunga tidur Hana. Everything is gonna be okay, you be save aku akan tetap menjaga kamu" kata Tae.

Aku memang cukup lama tinggal bersama Tae, tinggal dirumah besar milik Tae. Orang tuanya meminta kepada orang tua ku untuk mengijinkan ku tinggal bersama Tae untuk membantunya mengurus manajemen yang sedang Tae rintis.

Tae bekerja sebagai produser musik, dia sudah mengorbitkan beberapa penyanyi di Korea seperti Park Jimin, Jeon Jungkook dan Kim Seokjin, Tae seorang produser hebat yang aku kenal.

Saat dini hari sekitar pukul 12 malam aku tertidur sangat lelap, aku merasa sangat kelelahan.
"Dimana aku?"
Aku berjalan dalam gelap, hanya satu cahaya terang yang berada jauh dari keberadaanku, aku mencoba untuk mendekat pada cahaya itu dan dari kejauhan aku melihat sesosok laki-laki sambil memegang sebuah pistol di tangannya yang mengarah tepat di kepalanya "hei apa yang kamu lakukan?!" kataku sangat ketakutan "tolong aku" kata laki-laki itu dan menembakkan peluru itu pada kepalanya.

Sontak aku berteriak dan bangun dari tidurku, "Hana, kau kenapa?" tanya Tae khawatir yang terbangun dari tidurnya karna teriakkan ku "maafkan aku, kamu jadi terbangun dari tidurmu" kata ku yang tetap menangis "kamu mimpi buruk lagi? Jangan menangis aku tidak suka melihatmu menangis!" kata Tae sambil memelukku erat.

Aku akui sangat nyaman berada dalam pelukan Tae, aku merasa sangat tenang dan tidak sendirian. Walaupun dia tidak tahu apa yang aku rasakan, tapi Tae mengerti bagaimana cara membuatku tenang seolah dia tau apa yang aku alami.

"Maafkan aku Hana" terdengar samar di telingaku Tae mengatakan hal itu, tapi aku tetap menghiraukan dan aku tetap menangis hingga aku tertidur dalam pelukan Tae.

-- 🌑 --

19 Desember 2017

Aku terbangun dan tidak mendapati Tae di sampingku "Oh tidak.. aku kesiangan sudah pukul 10 pagi, apakah Tae sudah pergi?" kataku dan melihat sekeliling ada sepucuk surat, vitamin, roti selai coklat dan segelas susu putih di meja kerja Tae.

"Aku tahu kamu menyiapkannya untukku" kataku dalam hati dan aku tersenyum, Tae memang sangat mengerti aku dia tau bagaimana memperlakukan ku layaknya seorang wanita yang sangat beruntung berada dekatnya. Apakah karna kami bersahabat?

"Selamat pagi wanita cantik kepunyaan ku, maafkan aku tidak membangunkanmu. Aku cukup terburu-buru pagi ini dan pukul 5 pagi aku harus segera pergi, aku tidak tega membangunkan karna kamu terlihat cukup kelelahan karna mimpi itu. Selamat makan, aku harap aku pulang melihatmu baik-baik saja. Jangan lupa vitaminnya aku tidak mau melihatmu sakit! Hubungi aku jika kamu sudah membaca surat ini -Kimtae"

Aku mengambil handphone untuk menghubungi Tae "halo" kataku "hai love sebentar lagi aku pulang, aku baru saja menyelesaikan sesuatu" kata Tae dengan nada dingin "sesuatu? Apa kamu baik-baik saja?" tanyaku penasaran, tidak biasanya Tae merahasiakan sesuatu dariku aku merasa asing dengan nada bicaranya. "Aku baik-baik saja sayang, aku sebentar lagi pulang" kata Tae dan tak lama menutup telfonnya "aneh" kataku heran.

Ting..tong..
Bunyi bell rumah Taehyung. kebetulan pekerja Tae sedang pulang ke desanya untuk mengurus pernikahan anaknya dan aku sendiri didalam rumah besar ini.

"Cepat sekali Taehyung datang?" kataku kegirangan tidak menunggu lama aku menuruni tangga dan tiba-tiba aku merasakan keanehan, aku rasa seseorang dibalik pintu itu bukan Tae karna jika benar itu Tae dia tidak akan membunyikan bell untuk masuk kedalam rumahnya sendiri.

Aku membuka pintu dengan penuh kecurigaan, dan aku mendapati seorang laki-laki misterius berada di depan pintu "siapa kamu?!"

-- 🌑--

Jangan lupa ikutin terus kelanjutan ceritanya, kalau engga ada halangan NIGHTMARE akan publish 1 minggu dua kali yah jadi jangan lupa follow dan kasih bintang kejora juga xixi 🙏🏻

Salam hangat Monicha💛

NightmareWhere stories live. Discover now