Awalnya Aku

193 32 55
                                        

Pagi telah kembali.
Sebuah hari yang begitu dinantikan oleh siswa/siswi baru SMAN 1 BUDI BAKTI.

Hari pertamanya ini membuatnya begitu nyaman akan sembahan hangat sang mentari pagi.

"Selamat pagi anak-anak bunda."

Seorang wanita yang begitu mulia hatinya memberikan kecupan hangat di dahi Selvira dan Selsela yang telah duduk berdua dipinggir meja makan.

"Pagi juga bunda." jawaban disertai senyuman manis seorang Selvira, diikuti adiknnya selsela.

"Ayah belum keluar dari kamar ya, nak." Bundanya yang melontarkan pertanyaan kepada mereka berdua.

"Belum bun,biarkan sela saja ya bun yang menghampiri ayah." seorang anak kedua yang menyerahkan diri untuk memanggil ayahnya yang sedari tadi belum keluar dari bilik kamarnya.

"iya gih nak." Suruhan bunda menyegerakan Sela.

"Bunda?" Selvira atau yang biasa dipanggil Rara tiba-tiba memanggil bundanya.

"Iya nak, kenapa?" jawab bunda.

"Bun, kenapa ya Rara kok merasa ada yang ganjal hari pertama sekolah ini." Ungkapan Rara yang sebenarnya ia gelisah dengan sekolah barunya.

"Udah jangan risau Ra, yakin saja ini sekolah terbaik kamu, ayo yang semangat Ra, kan mau ketemu teman-teman baru." Ucap bundanya memberikan semangat kepada Rara.

"Iya bun, doain Rara ya bun."

"Pasti nak,sudah cepat habiskan makan kalian ya, nanti Pak Cibeng yang antarkan kalian" Ucap bunda menyegerakan mereka untuk cepat berangkat.

"Bun,yah,kita berangkat dulu ya." Rara dan Sela yang berpamitan kepada kedua orang tuanya sembari mencium tangan mereka.

"Iya nak hati-hati ya" ucap ayahnya.

"Okay siap ayah, Sela selalu hati hati kok." sahutan adik Rara, Rara yang termenung merasa gelisah dengan hari pertamanya.

Ssssseeeeeettttttt
Pak Cibeng (nama supir) dengan sigap menekan rem mobil mereka.

"Ada apa pak?" tanya Rara gelisah.

"Sepertinya mobilnya mogok non."
Pak Cibeng merasa bersalah, karena tidak mengecek terlebih dahulu mobil yang akan dikenakan.

"Haduhh, gimana nih kak? Sela bisa telat." ucap Sela sembari menengok kanan dan kiri siapa tau ada teman yang sesekolahan dengannya,benar saja tiba-tiba Sela melambaikan tangan kepada seorang pelajar perempuan yang sedang menunggu lampu merah dengan badge sekolah yang sama.

"Hay..hay.." lambaian Sela kepada gadis tersebut, yang diharapkan dapat membawanya kesekolah.

"Hay,kamu anak baru juga ya,kenapa ada apa? " tanya seorang perempuan yang belum dikenali Sela.

Tanpa pikir panjang Sela langsung mendaftarkan dirinya untuk ikut dengannya.

"Aku boleh nebeng kamu nggak?, soalnya mobil aku mogok." permohonan Sela kepadanya.

"Yasudah ayo ikut denganku saja."

Akhirnya sela pun berangkat bersama wanita yang belum dikenalinya tersebut
Sela pun berangkat tanpa memikirkan bagaimana sang kakak?

"Arrrggghh dasar bocah nggak tau diri, kemaren udah dianterin daftar sekarang kakaknya ditinggalin." luapan rasa kesal karna tak ada satupun siswa maupun siswi SMA BUDI BAKTI yang berkeliaran."

Rara menunggu beberapa menit dan akhirnya keinginan Rara pun didengar oleh ALLAH.

Terlihat dari mobil mogok Rara ada seorang pria dengan badge SMAN 1 SUKA MAJU, sekolah ini merupakan sekolah rujukan Rara yang ada sekitar 100 meter dari sekolah Rara sekarang SMAN 1 BUDI BAKTI.

Rara yang tanpa fikir panjang langsung menghampiri pria itu.

"Emm... Hey aku boleh ikut kamu nggak?"
"kamu sekolah di SMAN 1 SUKA MAJU kan? Berarti melewati sekolahku dong, aku boleh nebeng ya, please" rengek Rara.

"G.A.K bisa, aku aja nggak kenal sama kamu, siapa tau kamu sekongkol sama temen-temen geng kamu buat ngejebak aku." pria ini yang menghawatirkan Rara sebagai penjahit ehh penjahat.

"Nggak."
"Beneran,aku ini orang baik-baik kok,kalo nggak percaya liat disana itu ada mobil mogokkan, itu mobil aku,disana sopir aku lagi benerin tuh mobil dari tadi nggak kelar-kelar" Rara berusaha meyakinkan pria tersebut agar mau memboncengnya.

"Ya udah, naik buruan aku itung 3 kali kalo kamu nggak naik aku tinggal, satu,dua,Ti--" Belum sempat berkata 'tiga' sudah disahut oleh Rara.

"Tiga, udah ayo berangkat"

Hay readerss..
Maap ya kalo kurang jleb soalnya masih belajar nulis juga...

Jangan lupa komen and vote ya, vote kalian berharga banget🙏

HAPPY READING :)

__umira

Bukan DiaStories to obsess over. Discover now