Aku pernah melukis beberapa wajah manismu , lalu kutempelkan pada tembok sudut kamarku . Selalu kupandang disetiap bangun dan akan tidurku . Hati yang selalu bertanya "akankah kau kembali padaku?" . Sering kali ku lontarkan pertanyaan itu pada wajah itu . Namun apa daya, ia hanya bisa tersenyum disudut kamarku .
Kucoba beranikan diri melontarkan pertanyaan yang sama kepadamu . Namun jawabmu jauh berbeda dengan apa yang aku hayalkan disetiap harinya . Kamu menolak semua itu , bahkan manjanjikan bahwa " aku takan pernah kembali lagi " ucapmu.
Semesta memang ternyata adil . Aku menahan sakit karna kau mengejar dia , Dan kaupun malah menahan rasa sakit itu karna mengejar dia yang mengejar orang lain .
Haruskah aku mengakhiri semua ini ? Tidak tidak ! Ku coba mambangun strategi untuk merebut hatimu kembali .
Malam itu aku datang dengan percaya diri. Menuju warung yang biasa ku singgahi untuk menikmati secangkir kopi dan beberapa batang rokok . Sembari menunggu sosok wanita yang selama ini kudambakan . Waktu menunjukan pukul 22:00 , mataku tak lepas dari ramainya jalan .melihat satu persatu kendaraan yang berlewatan. Namun , kamu tak kunjung melintas . Entah karna terlalu banyak kendaraan , atau mungkin mataku yang kurang jeli memerhatikannya.
Aku menyesal!
Aku menyesal setelah kumennanyakan keberadaanmu melalui ponselku . " aku sudah dirumah" jawabmu . Aku tak percaya rencana yang ku buat untuk mengantarmu pulang ternyata gagal . Rasanya ingin kucongkel kedua mata ini.
Dua menit kemudian ponselku berdering masuk notif pesan darimu
" kamu mau tau ga ? Aku melihat kamu diwarung itu . Aku kira kamu bakal mengikuti ku dibelakang dan mengantarku pulang sampai rumah . Kucoba melihat spion motorku , ternyata tak ada satupun kendaraan dibelakangku ".
Ku kira itu suatu isyarat darimu untuk kembali pada rangkulanku . Namun lagi lagi kau menolak untuk kembali padaku.
Perasaan seperti apa ini ?
Seolah terumbang-ambing ombak yang sangat besar
Terguyur hujan yang sangat deras
Dan seperti tersambar petir yang amat dahsyat.
Mungkin harus ku akui bahwa kau sangat pandai merobek-robek Hati ini !
YOU ARE READING
Perasaan Apa Ini ?
Poetry"Ku kira itu suatu isyarat darimu untuk kembali pada rangkulan ku! Perasaan macam apa ini?! . Kau pandai merobek-robek hati ! "
