"Likaaaa!!!!!!!."suara wanita tua itu melengking menyusupi seluruh ruang kelas, guru yang terkenal dengan ke-killer nya itu sepertinya sudah naik pitam.
Sontak sang pemilik nama terbangun kaget "ehhh ibu, ada apa bu?"
"Kamu ya bukanya sekolah malah molor, keluar km!" Bentak wanita itu kesal.
"Hehehhe iyaa bu" jawabnya dengan begituuuu enteng.
Lika pun keluar dengan santainya, dengan cengirannya yang begitu khas. sedangkan teman temanya yang lain hanya memperhatikannya tanpa ada rasa iba sedikit pun.
Yahhhh... disinilah dia sekarang berdiri dihadapan tiang bendera yang begitu menjulang mengibarkan bandera merah-putih diatasnya. dengan tangan hormat,tanpa rasa pegal sekalipun. Menurutnya ini adalah hal yang biasa berdiri dihadapan tiang bandera sampai pelajaran wanita itu selesai.hufttttt
Kringggg.....
Bel istirahat sudah berbunyi saatnya para murid beristirahat sejenak, ada yang ke kantin untuk mengisi perut mareka yang cacing cacingnya daritadi pada demo kek harga cabe yang naik turun, ada juga yang ke kelas temannya untuk bergosip atau sekedar menjemput sang pujangga alias pacar, tak banyak siswa yang ke perpustakaan buat belajar ataupun meminjam buku.
Lika tak usah ditanya lagi, dia sedang dikantin bersama dengan geng nya. dengan membuat kegaduhan dikantin mareka seperti tidak merasa bersalah, jadi tidak sedikit siswa yang memilih untuk makan di kelas untuk menghindari ketiga wanita itu, yaa walaupun anggota nya terdiri dari tiga orang serasa sepertii seribu orang. mareka amat sangat berisik!!!
Tapi tidak banyak siswa yang berani menegur mareka karena yaa mareka mungkin takut dengan ketiga orang itu, apalagi lika kakeknya adalah pemilik sekolah ini. jadi banyak siswa yang tak berani menegurnya takut akan menjadi bahan bullyan geng mareka.
"Ehh pulang sekolah kemana nih guyss." kata laura anggota dari geng itu.
"Hmmm ke mall aja gimana? Gue yang traktir" kata lika sambil mengunyah baksonya
"Waahhh serius loo, gasss lahhh."
Kata sinta juga termasuk anggota geng itu.
"Gue udah lama nih ga ke mall, jadi gue ngajak kalian aja, buat nemenin."
"Sekalian traktir kan lik?."
"Iyaiyaa bawellll ,buruan makan mo masuk nohhh."
Setelah makan mareka langsung ke kelas buat ngerjain pr. Di sini yang ngerjain hanya sinta sama laura sedangkan lika gausah ditanya pr nya lah yang menjadi santapan alias contekan bagi kedua temannya itu.
"Lik nihh selesai." Kata laura.
"Ehhh enak aja loh, gue belummm selesai bego." Balas sinta merebut buku lika.
"Eh Iyaa gue lupa nih"
Lika ngak ngegubris kedua temannya itu dan hanya fokus memandangi benda pipih yang kini menampilkan foto seseorang yang sudah lama dikaguminya itu.
"Masya allah." Ucap lika menganga tanpa sadar.
"Ehh knp loo." Sontak laura bingung dan langsung merebut hp lika dan melihat foto lelaki yang terpampang jelas dengan keringat di seluruh tubuhnya.
"Astagfirullah lik, lo liat kek beginian bukannya istighfar malah kagum, bingung gue."
"Yahhh elah namanya juga lika, bukan kaleng-kaleng."ucap sinta menirukan asal-muasal kata tersebut.
"Ahh elo langsung ambil-ambil aja, sini hp gue." Rebut lika merampas hp-nya.
"Aduhh lik, yang kek beginian di bagi-bagi knp?"
"Enak aja looo."sewot lika.
"Lu mahh nikmatinya sendirian, kita juga mauu pe'ak." Usil laura yang memang sengaja mancing emosi lika.
"RUGII!1!1."
VOCÊ ESTÁ LENDO
Love In Silence
Ficção Adolescentemungkin cinta dalam diam adalah caraku mengekspresikan rasa ini.diam bukan berarti tak berani hanya saja mungkin mencintai dalam diam itu lebih baik. Karena mencintai dalam diam tidak perlu merubah perasaan siapapun, cukup menyiksa perasaan sendiri...
