Aku sedang menuruni anak tangga. Dapatku dengar sebuah keluarga bergurau senda tanpa diriku. Namun terhenti setelah aku turun. Mereka semua memandangku sinis.
" Dasar anak sial !! " maki ibuku sinis. Hatiku sakit. " Bikin malu ja dapat adik pembawa sial macam kau , buduh !! " maki Kak Olga. " Berambuslah kau sana, anak sial !!" kata ayahku sinis. " Hish terus hilang selera saya makan oo gara-gara tengok muka dia ni " kata kak Olga sambil menjeling tajam ke arahku.
" Bah yalah. Saya mau pergi sekolah sudah ni. Bye mummy , Daddy , kak Olga " aku melambaikan tanganku sambil aku cuba untuk tersenyum. Walaupun aku tahu mereka tidak akan membalas senyumanku.
" Pergilah kau sana, pembawa sial !! Lagi bagus kalau kau mati !! " maki ibuku.
Hatiku seperti ditikam mendengar perkataan pedas ibuku tadi.
Yang lain hanya memandangku benci. Aku sekuat hati menahan air mataku agar tak jatuh. Lalu aku teruskan saja langkahku pergi ke sekolah. Kalau tidak hatiku semakin terluka mendengar segala caci makian dari mereka.
Memang beginilah kehidupanku sehari-hari. Setiap kali telinga aku terasa pedas mendengar caci maki mereka.
Oh ya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Laila Tiffany Samuel . Aku biasa di panggil Laila. Umurku 17 tahun. Dari kecil aku tidak mendapatkan kasih sayang dari keluargaku.
Mereka hanya menganggapku tidak wujud. Ibuku, ayahku dan juga kak Olga sangat membenciku kerana kejadian beberapa tahun yang lalu sewaktu aku berumur baru 7 tahun.
Orangtuaku hanya menyanyangi Kak Olga membuatku kadang-kadang iri. Mereka selalu memanjakan Kak Olga, membanggakannya dan memberi apa yang ia mau. Mereka juga selalu memuji Kak Olga.
Aku iri dengan Kak Olga yang selalu di belai-belai. Sedangkan aku tidak pernah sama sekali. Bahkan ulang tahunku pun mereka tidak ingat.
Tapi ulang tahun Kak Olga mereka ingat dan memberikannya hadiah yang mewah. Setiap tahun mereka meraikan ulang tahun Kak Olga. Sedangkan aku hanya meraikan ulang tahunku sendirian.
Di saat aku sakitpun tidak ada yang peduli. Mereka hanya memperdulikan kak Olga.
Kalau bukan di sebabkan kejadian itu mereka menyanyangiku sama seperti mereka menyanyangi kak Olga.
Sesampainya aku di sekolah , semua pelajar memandangku sinis. Ya aku memang tidak memiliki kawan.
" Ohh tengoklah siapa yang datang ni " langkahku terhenti apabila mendengar suara yang paling aku ingin hindari. Zila and the geng memandangku sinis seraya tangannya di silangkan di dada.
Merekalah yang selalu mengganggu aku.
" Kesiannya kau ni kan. Sudahlah anak haram. Tiada orang mau berkawan sama kau. " ejek Zila sambil menampar pelan pipiku. Kedua kawannya pun ikut ketawa.
Zila memandangku remeh dari atas hingga ke bawah. Kemudian dia tersenyum sinis. Aku hanya menunduk. Bukan saja di rumah. Di sekolah pun aku selalu kena hina.
" Huh muka pun tidaklah lawa sangat. Tak tahu apalah istimewa sangat kau ni. Muka macam sampah. Menjijikan. Memang patut pun kau tiada kawan. Hahaha " hina Zila. Kemudian mereka pun ketawa.
" Saya kasi cadang sama kaulah ya. Apakata kau pergi ja dekat tong sampah tu. Lepas tu kau jadi peminta sedekah. Situlah tempat yang layak untuk kau. Hahaha "
Pipiku sudah basah dengan airmata. Hina sangatkah aku ni sampai aku kena cakap begitu?
" Ohh..janganlah menangis, sayang. Hahaha " ejek Zila lagi sambil menampar pelan pipiku. Dia sengaja memperlekehkanku.
Lalu aku pun meneruskan langkahku menuju ke kelas. Aku tidak mau berlama-lama di situ.
DU LIEST GERADE
Laila
FanfictionMengisahkan seorang gadis cantik berumur 17 tahun bernama Laila yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang daripada keluarganya. Laila umpama orang asing di rumahnya sendiri.Bahkan di sekolah pun Laila disisihkan.Kesunyian menjadi sahabat setianya...
