I

142 6 0
                                        

"Na, aku nyerah, kamu terus aja, aku tunggu di sini" Anti tersenggal-senggal kehabisan nafas. Sudah tiga putaran dia berlari, cukup membuat tubuhnya berkeringat. Dia duduk di pinggir lapang taman kota lalu menjulurkan kakinya. Sedang Hana masih mengitari lapangan olah raga yang luasnya puluhan kilometer. Mata Anti mengitari lapangan mengikuti langkah Hana yang tengah berlari. Tiba-tiba matanya berhenti pada satu titik.

"Hayoo..., liat apaan sih serius banget" tanpa sadar Hana sudah ada disampingnya melepas lelah.

"oh..si Nico. Kayaknya dia baru dateng yah. Biasanya bareng ma kita" Hana mengikuti pandangan mata Anti. Mereka menjuluki cowok yang dilihat Anti "si Nico" karena mirip Nicolas saputra, padahal entah siapa namanya. Setiap pagi mereka sering berpapasan ketika lari pagi.

"Andai aku tahu siapa nama si Nico" Anti menghembuskan nafas panjang.

"Mau minum gak, nih" Hana berdiri menyodorkan botol minum yang dari tadi dia pegang, mereka pun asyik cerita sambil menunggu keringat kering.

"Permisi ..numpang duduk" tiba-tiba dua orang cowok menghampiri mereka , lalu duduk disebelahnya. Seketika Anti dan Hana tak bersuara. Mimpi apa semalam sampai disamperin cowok yang mereka kecengin.

"Kalian kesini tiap hari kan yah?. Perasaan kita sering papasan waktu lari" satu dari cowok itu membuka suara. Anti dan hana hanya mengangguk.

"Aku sandy dan ini Andre" cowok yang mengaku Sandy mengulurkan tangan. Anti menyambut dengan gugup.
"Aku Anti dan dia Hana" Anti menyikut sobatnya yang masih tertegun. Dan butuh beberapa menit saja untuk menjadikan mereka seakrab kawan lama.

"Kamu dah punya pacar belum?" Andre yang sejak tadi diam membuka mulutnya. Kontan semua terdiam. Sebuah pertanyaan istimewa bagi jomblowati, apalagi yang bertanya adalah cowok yang selalu mereka juluki Nico. Anti menggelengkan kepalanya pelan.

"Syukurlah..aku mau minta bantuan sama kamu. Aku minta kamu jadi pacarku sementara waktu" jawab andre tenang.

"Apa!?"Anti dan Hana berteriak kompak. Biasanya kita senang dengan lanjutan seperti ini, tapi terlalu aneh bagi Anti karena mereka baru berkenalan 3 menit yang lalu.

"Maksudnya bukan jadi pacar betulan tapi Cuma pacar sewaan" Andre membetulkan kata-katanya.

"Hah!!?" Anti dan Hana berteriak lagi lebih keras, mereka semakin tak mengerti apa yang dimaksud Andre.

Anti berpura-pura jadi pacar Andre. Setiap pergi ngedate anti dibayar dengan uang sesuai kesepakatan. Tujuannya Andre ingin membuat mantan pacarnya cemburu. Dan semoga bisa balikan lagi. Kalau dia punya pacar sungguhan, dia takut menyakiti orang. Maka waktu minggu lalu dia melihat Anti, tiba-tiba ide pacar sewaan itu muncul.

"Kita pergi bareng hanya waktu aku minta. Diluar itu status kita bukan pacar. Tidak saling mencampuri urusan masing-masing. Dan tidak terikat oleh hubungan seperti pacaran biasa, artinya kamu bisa deketin cowok lain asalkan jadiannya nanti waktu urusanku selesai" Andre menyebutkan persyaratannya.

"itu juga kalau kamu mau" tambah Andre waktu melihat Anti hanya diam terbengong-bengong.

"Tunggu bentar" Hana menarik tangan Anti menjauh dari mereka.

"Jangan mau ti, kesannya kok kayak cewek panggilan" Dia mengungkapkan kekhawatirannya.

"Kupikir bukan cewek panggilan. Ini sebuah tawaran jasa. Aku berjasa pura-pura jadi pacarnya dan dia bayar aku, saling tolong menolong kan?." Anti tersenyum simpul, dia melanjutkan dengan senang.

"Han, tawaran ini kayak cerita di drama korea. Pasti seru. Terima aja kali yah?"

"Gila kamu, itu kan drama. Ini realita. Kenyataannya bisa-bisa kamu jatuh cinta sama Andre tapi dia nggak suka sama kamu. Nanti kamu sendiri yang bakalan sakit."

"Dari sebelumnya juga aku udah jatuh cinta sama dia" Anti tetap bersikeras menerima tawaran Andre, dia tak peduli dengan kekhawatiran sobatnya.

"Ya udahlah terserah kamu. Tapi hati-hati, kalo main api bisa kebakar" Hana tak setuju dengan ide gila ini. Tapi Anti tak peduli.

"Aku terima tawarannya, dengan syarat tak ada gerakan pelukan atau yang sejenisna." Tegas Anti.

"Pasti" Andre menjabat tangan Anti tanda jadian.

Andre mengeluarkan handponenya "Aku mesti catet nomor telponmu dan alamatmu"

"Nggak..nggak..nggak.Nggak bisa" Anti menolak dengan takut.

"Trus kalau kita janjian gimana?" Andre terbengong melihat reaksi Anti, dikiranya gue modus apa?, maki dia dalam hati.

"Kita ketemu disini, dilapangan ini aja" Jawab Anti cepat, kemudian termenung, benar juga yah gimana bisa tahu ada janji kalau ga bisa dihubungi, tapi Anti paling anti kasih alamat rumah sembarangan.

"Gini aja deh, handpone ini kamu pegang, nanti aku hubungi lewat ini" Andre yang dari tadi termenung memberi solusi. Dia memberi Anti sebuah Hp yang isi data kontaknya ia kosongkan dan hanya nama andre sendiri tak ada yang lain.

"Kalau bukan dari aku jangan diangkat" Tegas Andre.

Serius nih orang ngasih hpnya ke Anti. Gak takut ditipu apa?. Tapi memang wajah Anti bukan tipe penipu melainkan wajah yang gampang ditipu.

Pacar SewaanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang