Kata yang mengalir dari kesan lintasan waktu, akan terus menyapa dalam kesibukan menghalau tantangan, dan akan selalu berulang melampaui hikmat, seiring kalimat yang diurungkan untuk berlalu....,
_________________________________________
Layangkan pandangan meniti waktu, dan meguraikan kata dari masa yang silam. Seperti sebuah anak panah yang dilepaskan, demikian ketangkasan masa muda membidik sasaran. Melesat dengan kecepatan mengahalau angin, oleh kelayakan tangan, busur diarahkan.
Cintaku menembus badai penghalang rindu, dan perasaanku menaklukan hati yang tertutup, dingin, tanpa harus menyinggung rasa. Goresan tangan menghanyutkanku, dalam luapan kenangan..., Suatu kenangan yang sulit ditolak ingatan.
Langit pun menggambarkan suatu kalimat, dari goresan hati yang tak terlihat. Awan yang bermesraan dengan warna merah lembayung senja tersirat arti, mengosipkan rangakaian hidup yang terungkapkan dalam khayalan tanpa bukti.
Biarlah semuanya tersimpan dalam memori masa kini, dan bisikan angin akan menyuarakannya melalui hembusan menilik kalbu. Sehingga jiwa yang hampa dapat terhibur, bila haluanku terarahkan ke arah yang tepat, maka akan teringat akan saat di mana langkah kaki melintas melewati alur hidup yang terpapar.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bayang- bayang senja yang terukir, Menuai cerita dari tatapan, mata menyelidik, hati berujar dalam usaha menetapkan kalimat.
Tangan terkulai lemah, jari-jemari terasa kaku, terasah bisikan masa yang menerobos kegusaran. Dan kesepian pun hendak menyapa.
"Gusar....,"
Suatu kata yang terucap, asa masa lampau yang berguman, di malam hujan kian larut mencekam.
Aku tertegun.......
Alur-alur yang tertuang dari halusinasi titipan angin, mengalirkan mimpi berbaur semangat, jika masih tersisa nafas di pagi hari nanti, aku akan berkata: "Hidupku tidak sia-sia."