Chapter 01.

4 3 0
                                        

     Seorang gadis berjalan di sepanjang koridor sekolahan. Nampaknya ia sedang kebingungan dalam mencari ruang Guru. Akhirnya ia berpapasan dengan seorang pria yang sedang berjalan dengan santainya, dengan gayanya yang begitu memukau kedua tangan yang di masukkan kedalam saku jaketnya.

     Saat melihat pria tersebut, gadis ini langsung tersenyum dengan matanya yang sedikit melebar. Tanpa basa basi, ia pun langsung menghampiri pria tersebut. Kini ia sedang berdiri di hadapan pria tersebut. Dan saat melihat gadis ini, pria tersebut langsung menghentikan langkah kakinya.

"Dimanakah ruang guru?." tanya gadis itu dengan suaranya yang lembut.

Hening!
Tak ada jawapan dari pria tersebut. Pria tersebut hanya menatap gadis ini dengan tatapan datar, membuat gadis ini kebingungan. 'Apakah ia sedang sakit gigi?', pikir gadis ini.

     Tidak lama kemudian pria tersebut langsung berjalan kembali dengan gayanya itu. Ia berjalan melewati gadis ini.  Membuat gadis yang menatapnya bergeming jengkel.

'Pria sombong. Memangnya siapa dia? Dasar sombong...... Ya tuhan.... Kenapa kau menciptakan pria seperti dia. Masih ada pria yang sombong seperti dia, sungguh menjengkelkan.' gumam gadis isi sambil berdo'a matannya menatap ke atas.

"Butuh bantuan?."

  Tanya seseorang dari samping kanan gadis ini. Ia berhasil membuat gadis ini terperanjat kaget. Ia langsung gelagapan menurunkan tangannya dan menatap seorang pria yang kini sedang berdiri di samping kanannya dengan tersenyum manis.

"I, iya." jawab gadis ini gugup.

"Cari ruangan guru ya?." tanya pria manis tersebut.

"Iya." balas gadis ini sambil tersenyum manis.

"Mari aku antar." tawar laki laki tersebut. Dan gadis ini menjawapnya dengan mengangguk sambil tersenyum.

Mereka berdua pun mulai berjalan di sepanjang koridor sekolahan yang sepi. Hening! Hanya ada suara detakan langkah kaki mereka. Dan sesekali pria tersebut mencuri pandang untuk memandang wajah gadis ini.

"Anak baru ya?." pria tersebut memecah keheningan.

Gadis ini menoleh kearah pria tersebut. "Iya."

"Oh, pantesan kamu tadi kelihatan kebingungan."

Gadis ini pun hanya terkekeh malu. Dan tiba tiba suasana kembali hening.

"Kamu nggk masuk kelas? Kayaknya udah masuk." ujar gadis ini berganti memecah keheningan.

"Aku ketua OSIS. Tadi aku mau ke kantor OSIS, ehh aku lihat kamu lagi kebingungan. Jadi aku memutuskan untuk bantu kamu. Lagi pula aku melihat wajahmu sangat asing di mataku."

"Ohh." jawab gadis ini sambil manggut manggut mengerti.

'Dia baik banget. Nggk kayak pria tadi, bikin kesel.' gumam gadis ini.

"Itu ruang gurunya udah dekat." ujar pria tersebut sambil menunjuk ruang guru.

"Ehh iya, kalau gitu makasih ya." ujar gadis ini sambil tersenyum.

Saat gadis ini mulai melangkahkan kakinya, tiba tiba pria di belakangnnya itu mencekal tangannya. Ia menghentikan langkah kaki gadis ini. Gadis ini pun menoleh menatap pria tersebut sambil kebingungan.

"Apa?." tanya gadis ini.

"Kenalin, namaku Andi. Siapa namamu?." tanya Andi sambil menjulurkan tangannya berkenalan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 19, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Don't Forget.Where stories live. Discover now