Chapter 1

512 82 46
                                        

"Yuki......."

Yuki menoleh ke arah suara yang memanggil namanya itu.

"Oh Kim..." Yuki tersenyum padanya.

"Ki....maaf hari ini aku ga bisa pulang bareng, aku harus menghadiri rapat osis sekarang." Ucap Kimberly sambil menengkupkan kedua tangannya. Tampangnya yang sangat merasa bersalah itu sangat lucu.

"Ga apa Kim, aku bisa pulang sendiri." Ucap Yuki sambil merangkul bahunya.

Kimberly tersenyum pada Yuki, "Terima kasih, Ki."

Yuki berjalan menelusuri trotoar, semilir angin berhembus lembut menerpanya, Yuki sangat menyukai hembusan angin, karena angin selalu memberikan kesejukan. Namun langkahnya terhenti saat Yuki melihat sesuatu yang membuatnya muak.
Seseorang sedang berusaha melepaskan diri dari pelukan gadis yang memeluknya erat.

"Lepaskan aku .!!" Ucapnya marah.

"Tidak mau !" Jawabnya dan mempererat pelukannya.

Yuki yang melihatnya hanya mendengus sebal melihatnya. Dalam hati berkata, "Bisa - bisanya mereka seperti itu di tempat umum seperti ini."

Dengan cuek Yuki melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan mereka. Namun ketika Yuki tepat berada di samping pria itu, dan menarik tangan Yuki dan meraih pipinya dengan kedua tangannya.

Jantung Yuki kini berdegup sangat kencang, matanya terbelalak lebar dan nafasnya seketika terhenti. Yuki tidak pernah menyangka ini bisa terjadi padanya. Pria itu mencium tepat di bibirnya dengan tiba-tiba, dan dalam beberapa detik Yuki hanya syok terdiam. Lalu detik berikutnya dia tersadar dan mencoba melepaskan diri dari dekapannya. Namun semakin Yuki memberontak semakin pria melumat bibir Yuki dengan kasar.

Setelah 3 menit berlalu, pria itu mulai mengendorkan dekapannya dan Yuki langsung menjauh darinya.

"YA APA YANG KAMU LAKUKAN ?" Teriak Yuki marah. Matanya memancarkan kebencian yang teramat kepadanya.

"Kenapa??" Ucapnya cuek menatap Yuki.
Melihat ekspresinya yang cuek itu seketika Yuki menampar tepat di pipi kanannya.

PLAAK!

Emosi Yuki memuncak.

"Kamu tau apa yang telah kamu lakukan tadi? Kamu tau itu ciuman pertamaku? Kamu tau bagaimana rasanya berciuman dengan orang yang tidak kamu kenal, HAH!??? Kamu memang brengsek!" Ucap Yuki marah.

Setelah puas memakinya, Yuki segera berlari pergi meninggalkan pria itu. Pria itu hanya terdiam melihat tangis dan amarah Yuki.
Sesaat sebelum Yuki berlari, Yuki melirik sekilas gadis yang tepat berada di samping pria itu. Mulutnya menganga dan wajahnya merah menahan marah.

"Al" Ucapnya tertahan.

.

.

.

Sesampainya di rumah Yuki..

"Cowo brengsek! Aku bersumpah tidak akan pernah mau melihat wajahnya untuk yang kedua kali." Ucap Yuki sambil menangis.

"YUKI...."

Yuki langsung menghapus air matanya," Ya ma ?" Dan Yuki segera keluar dari kamarnya dan menghampiri sang mama.

"Kenapa ma"

"Yuki.. papamu belum mengirimkan uang bulan ini karena proyeknya gagal. Sedangkan kita tidak mempunyai pemasukan sama sekali."

Yuki menatap mamanya sendu.. Yaa..semenjak papa pergi merantau 2 tahun yang lalu, mereka disini hanya mendapatkan uang dari kiriman papa setiap bulan.

Tom & JerryStories to obsess over. Discover now