"Hiksss....hiksss.....hiksss Mama Mama .... Papa.... kak Alenaaa ... hiksss ... hiksss"
Suara gadis kecil berusia sekitar 5 tahun itu terdengar menggema di ruangan berukuran 4x3 m itu. Ruangan itu terlihat lembab dan minim pencahayaan beruntung ventilasi kecil diatas sana menyinari ruangan tersebut . Sehingga memberikan sedikit udara dan cahaya di ruangan tersebut.
Samar samar terdengar suara langkah kaki yang kian lama kian mendekat hingga langkah nya terdengar berhenti di depan pintu ruangan tersebut . Pemilik langkah itu pun membuka pintu ruangan itu .
Dan terlihatlah siluet seorang laki-laki dewasa yang jangkung dengan sebuah benda kecil nan tipis di tangan kanannya namun sang gadis kecil tidak bisa melihat wajah nya karena pria tersebut menutupkan topi hoodie ke kepalanya .
Dan gadis kecil itu tampak ketakutan terbukti dari langkah perlahan yg ia ambil untuk menjauhi pria di depannya ini . Hingga pria tersebut mengeluarkan suaranya
"Hey , apakah kau takut denganku hahhaha tenanglah aku takkan menyakitimu jika kau tidak mencari masalah denganku "
Dia berbicara dengan intonasi nada datar dan dingin namun tegas yang akan membuat siapapun mendengar suaranya akan merinding . Dan tentu saja semakin membuat tangisan gadis kecil itu lebih kencang dari sebelumnya .
"hhaha teruslah menangis aku suka suara mu ayo lebih keras " Ucap pria tersebut dengan nada seolah ia sedang mendengarkan musik yang merdu .
Hari mulai gelap dan pria tadi belum juga pergi dari ruangan tersebut , ia masih saja mendengarkan suara tangis gadis tersebut . Hingga saat ia hendak melangkah keluar kaki nya tiba tiba ditahan oleh sepasang tangan mungil yang tampak kotor.
"Tuan aku mohon keluarkan aku dari sini aku lapar aku takut aku ingin bertemu Mama " Ucapnya dengan suara yg terdengar pilu dan membuat siapapun yang mendengarnya seolah akan merasa apa yang gadis itu rasakan.
Namun tidak dengan pria dihadapannya ia malah langsung mengempaskan kaki nya yang otomatis membuat gadis kecil itu terpental lumayan jauh mengenai tembok karena tubuh nya yang mungil.
Dan saat gadis kecil itu sedang meringis menahan rasa sakit di tubuh nya tiba tiba ia merasa tubuhnya diseret dan di benturkan di tiang yang ada di tengah ruangan tersebut. Hingga pria tersebut membuka suaranya.
"SAYA SUDAH PERINGATKAN DI AWAL SAYA TIDAK AKAN MENYAKITI MU JIKA KAMU TIDAK MENCARI MASALAH DENGAN SAYA"
Ucapnya dengan nada tinggi hingga suara bass nya terdengar lebih menakutkan dari sebelumnya.
Hingga akhirnya badan dan tangan sang gadis ia ikat di tiang tersebut .
"Ohh sepertinya malam ini kau memintaku bermain dengan mu hmm baiklah akan ku kabulkan permintaan mu itu hahhaha" ucap pria tersebut seraya berbisik pada telinga sang gadis .
PLAK!
satu tamparan berhasil mendarat di pipi sang gadis yang tampak melemah
"HEY BANGUNLAH BUKANNYA KAU MEMINTAKU BERMAIN DENGAN MU AKU TIDAK SUKA TEMAN BERMAINKU LEMAH TAK BERGERAK " Ucap sang pria dann ya tak lama dari itu ia memulai permainannya !
Apakah kalian ingin mengetahui bagaimana permainan nya berlangsung? Atau kalian tidak ingin mengetahuinya? Baiklah akan ku beri kisah permainan mereka
Di sisa sisa kesadarannya sang gadis berusaha berteriak melihat pria didepannya sedang membuka hoodie nya namun tetap saja sang gadis tidak dapat melihat wajahnya jelas karena ia masih mengenakan masker dan tangan pria tersebut memegang wajah sang gadis dan mengusap lembut pipi sang gadis cukup tenang .
Tapi ketenangan itu tak berlangsung lama karena sang gadis merasakan benda dingin menyentuh pipinya dan mulai menggoresnya hingga meninggalkan sensasi panas dan rasa panas nya terganti dengan hangat nya cairan yang keluar lewat bekas goresan tadi.
Sang gadis mulai terisak merasakan pedih di pipinya namun tak lama ia kembali merasakan benda dingin itu menggores lengan gadis itu cukup dalam dalam dan panjang sehingga gadis itu hanya bisa menahan sakit di badannya hingga tiba tiba semula terasa baik baik saja dan kegelapan menyelimuti nya.
TBC
__________________ ________
gimana niii prolognya , hayuu
Di vote guys .
____________________________
