Pada dasarnya, islam melarang untuk berpacaran karena akan mendekatkan diri pada perzinahan. Namun, saat ini berduaan dengan yang bukan mukhrim adalah hal yang wajar bahkan menjadi tradisi jikalau malam minggu tiba.
Sama seperti dengan Mawar yang belum begitu paham akan ilmu agama. Dulu semasa ia kecil ibunya selalu menyuruhnya untuk pergi mengaji di Masjid setelah ba'da Ashar. Namun, ketika ia berusia 9 tahun ibunya meninggal, ia pun diasuh oleh ayahnya yang selalu mementingkan pekerjaan dibanding dirinya.
Di usia 12 tahun, ayahnya menikah lagi dengan wanita yang ayahnya temui di klub malam, Mawar tidak tahu atas kelakuannya saat itu. Kurangnya perhatian orang tua membuat Mawar mencari jati dirinya diluar sana, namun karena kurangnya pengetahuan akan agama ia pun terjebak pada kejamnya dunia.
Gonta ganti pacar adalah kebiasaanya, keluar masuk klub malam adalah rutinitasnya, balap liar adalah keahliannya dan masih banyak lagi kelakuannya yang sudah melenceng dari agama.
Namun, saat ia melewati Mushola di sekolahnya untuk ke kamar mandi perempuan. Tak disangka-sangka ia bertemu dia pria tampa berpeci, ia pun terkagum-kagum atas perilaku pria itu yang berbanding terbalik dengan dirinya.
Akankah Mawar akan berubah karena pria yang ditemuinya di Mushola sekolah?
"Kalau gak mau pacaran, bagaimana kalau kita ta'aruf aja? Insya Allah aku siap kok." Mawar
"Tundukanlah pandanganmu karena sesungguhnya aku bukanlah mahrammu." Devan
KAMU SEDANG MEMBACA
Ta'aruf
Fiksi RemajaPada dasarnya, islam melarang untuk berpacaran karena akan mendekatkan diri pada perzinahan. Namun, saat ini berduaan dengan yang bukan mukhrim adalah hal yang wajar bahkan menjadi tradisi jikalau malam minggu tiba. Akankah sesosok mawar yang melupa...
