Dulu aku benar-benar tidak tahu makna dari ulang tahun sebenarnya. Aku yang kala itu berumur 9 tahun hanya berpikir ulang tahun adalah hari istimewa dan menyenangkan. Dimana kado-kado bertumpukan dirumahku. Lilin-lilin yang melambai ingin ditiup diatas kue ulang tahun. Nyanyian dan tepuk tangan meriah dari teman-temanku. Hingga makan malam diluar dengan keluarga. Semuanya terjadi di hari yang sama saat aku ulang tahun.
Hingga suatu saat guruku bilang, "Kalian tahu nggak sih? Ulang tahun itu berarti berkurangnya umur bukan bertambahnya umur. Ketika umur kita semakin dewasa berarti semakin dekat pula dengan kematian. Oleh karena itu-"
Bayangkan seberapa menakutkannya kata-kata itu untuk aku yang dulu berumur 9 tahun. Tetapi aku yang dulu tidak ambil pusing. Aku hanya menganggapnya angin lalu.
Tetapi setelah aku berumur 17 tahun, aku kembali mengingatnya. Aku bahkan sampai sulit tidur gara gara memaknai apa definisi ulang tahun sebenarnya.
Puncaknya ketika hari ulang tahunku tiba. Ulang tahunku yang ke-17. Aku mendadak ingin mengentikan waktu dan lari dari jiwaku yang ini.
Aku tidak ingin umurku 17.
Aku tidak ingin menjadi orang dewasa.
Aku tidak ingin mendekati kematianku.
Aku tidak ingin kehilangan kebebasanku.
Dan pada akhirnya, aku hanyalah tidak siap memerima tanggung jawab semua ini.
Aku hanya tidak siap ujian.
Aku tidak siap menghadapi kelulusan.
Aku tidak siap menghadapi perpisahan.
Aku tidak siap menjalani kehidupan baru.
Aku tidak siap menjadi orang dewasa yang sibuk.
Dan pada akhirnya lagi, aku hanya takut menghadapinya.
31 Januari 2018. Sore hari ketika sedang hujan.
