Author POV
Bagi sebagian wanita pencinta drama dan film-film korea pasti akan selalu mengikuti perkembangan dan update terbaru tentang drama atau film yang di tontonnya, namun taukah kalian dibalik semua cerita-cerita drama atau film itu ada seseorang yang sangat berjuang keras agar para penonton tertarik? yah dia adalah penulis naskah.
Mendengar kata penulis naskah mungkin bagi sebagian orang itu hanya hal yang mudah karena kita hanya mengarang sesuai dengan apa yang kita hayalkan. Namun berbeda dengan gadis yang satu ini.
Kim yerim gadis berusia 23 tahun yang menghabiskan masa mudanya untuk menjadi penulis naskah, meskipun karyanya belum ada yang terkenal karena ini masih tahun pertamanya. Tapi usahanya untuk membuat berbagai jenis naskah sangat diakui.
Pagi ini yerim atau yang biasa di sapa yeri sedang berada di sebuah gedung stasiun televisi untuk bertemu dengan produser ternama. Ini adalah hari pertamamnya membawa naskah film ke sebuah stasiun televisi setelah kelulusannya.
"mwoo???? Tidak di terima???"
"ceritamu sangat membosankan, remaja zaman sekarang sudah tidak tertarik dengan kasus perceraian rumah tangga seperti ini" ucap produser yang duduk di depannya.
"tapi di dalam naskah itu ada beberapa misteri di balik mantan istrinya yang ternyata seorang dewi penguasa hutan"
"itu sangat tidak masuk akal kim yerim-ssi para penonton tidak akan tertarik dengan hal seperti itu"
"ini pertama kalinya aku membuat naskah selama berbulan-bulan dan ditolak?" wajah teri mulai memerah
"maafkan aku yeri-ssi tapi kau harus menggati cerita itu" produser yang mengenakan topi hitam dan baju kaos biru tua itu kemudian bangkit dari tempat duduknya.
"produser hoseok kumohon beri aku waktu dua bulan untuk membuat karyaku"
"satu bulan, tidak ada tambahan" tegas produser hoseok
"itu tidak mungkin produser-nim"
Tidak mendengar perkataan yeri produser itu hanya berjalan keluar dari ruangannya dengan penggaruk punggungnya.
Yeri mengambil naskahnya lalu keluar dari gedung besar itu. Di perjalanan ia memperhatikan sekelilingnya yang mungkin saja bisa menjadi sumber inspirasi yang sangat berguna untuk naskahnya. hingga tiba di halte bus yeri melihat seorang pria dengan topi hitam sedang mendengarkan music dari telpon gengamnya. Cukup lama yeri memperhatikan pria itu lalu bus yang ia tunggupun tiba.
Yeri POV
(Di Rumah)
Aku masih bergelut dengan laptopku saat ini. Produser hoseok benar-benar jahat, mana bisa aku menulis naskah selama satu bulan padalah aku ini baru saja lulus universitas 5 bulan lalu. Ku letakkan kepalaku di atas meja menggali sebuah titik di otakku untuk menciptakan tema baru, keningku mulai berkerut, mataku terpejam semakin rapat, otakku mulai terasa panas.
"akhh! Kenapa aku tidak terpikirkan apapun?" aku menutup laptopku dan menyambar ponselku.
Tuut tuuut
Terdengar suara panggilan masuk.
'taeyeon unnie aku bisa gila sekarang'
'memangnya kau kenapa?'
'produser yang ku temui sangat menyebalkan'
'oh produser hoseok? Bagaimana kau berhasil?'
'tidak sama sekali, dia menyuruhku membuat cerita yang baru'
'kalau begitu buatlah'
'unnieeeee itu tidak mudah aku kehabisan ide'
'sering-seringlah keluar rumah kau pasti akan mendapatkan inspirasi'
'nee unnie'
'minggu depan aku pulang jadi bersenang-senanglah yarim-aa'
Taeyeon unni adalah saudara kandungku yang berbeda 6 tahun denganku dia sedang menikmati liburan bersama kekasihnya di beberapa Negara tanpa mengajakku, tapi tidak apa-apa mungkin kalau aku ikut mereka tidak akan bebas melakukan sesuatu.
Sudah pukul 23:00 dan aku masih berputar-putar dengan pikiranku, tiba-tiba aku teringat dengan pria yang tadi pagi ku lihat di halte. Dari cara berpakaiannya sepertinya dia lebih tua dari ku dan yang ku lihat dia sedikit staylish.
"aha apa aku buat cerita tentang dia saja? Eh tapi mungkin aku tidak akan bertemu lagi dengannya, menyebalkan"
Mataku semakin lama semakin berat dan akhirnya aku tertidur tanpa mengerjakan satu halaman naskah.
***
Pagi ini aku berada di ilsan lake park, tempat dimana ketenangan dan pemandangan yang sangat indah bisa ditemukan. Tempat ini jarang dikunjungi karena jaraknya yang cukup jauh dari seoul. Unnie menyarankanku kesini maka dari itu pagi-pagi sekali aku sudah tiba dan mulai membuat karyaku.
Mataku terus tertuju pada layar laptop dan sesekali aku memandangi danau yang tenang di hadapanku. Jari-jemari ku terus bergerak menekan tombol-tombol keyboard. Sesekali aku menuliskan inti naskahku di sebuah buku catatan kecil untuk berjaga-jaga jika aku lupa.
Plungg
Sebuah suara mengalihkan perhatianku. Aku mencari kearah sumber suara yang ternyata tepat di depanku. Seorang pria hoodie hitam, celana jeans dan sepatu timberland berwarna mustard sedang berdiri menghadap danau.
"apa yang dia lakukan di situ?" gumamku
Ia mengambil beberapa kerikil-kerikil di sampingnya dan melemparkannya ke danau.
Plunggg
Aku berjalan menghampirinya, merasa ada yang mendekat dia berbalik ke arahku. Aku berhasil melihat sosok di balik hoodie hitam itu, pria dengan kulit pucat dengan rahang yang tegas, kira-kira usianya tidak jauh beda denganku, postur tubuhnya yang tegap, matanya menyipit melihat ke arahku.
"annyeonghaseo apa kau pengunjung di sini?" tanyaku
Dia tidak menjawab.
"sepertinya kau pengunjung yah hehe, baiklah silahkan nikmati pemandangan di sini" aku tersenyum lalu kembali ke tempat dudukku semula.
Saat aku sudah duduk dan mengambil laptopku aku kembali melihat ke arah pria itu berdiri. Namun anehnya dia sudah tidak ada di sana. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhku, mataku berputar ke kiri dan kekanan namun dia tidak ada dan tidak ada siapa-siapa di sini.
'apa barusan aku melihat hantu?'
TBC
hai aku kembali lagi dengan cerita baru. Kali ini aku buatnya ga terlalu panjang biar kalian ga ngantuk bacanya hehe :')
happy readding
💜💜💜💜
KAMU SEDANG MEMBACA
Making Film [END]
RomanceKisah ini dimulai saat seorang penulis wanita yang baru menyelesaikan studinya diminta untuk membuat naska film dalam waktu yang singkat, kurangnnya pengalaman sedikit menyulitkannya. Namun, saat mengerjakan naskanya ia bertemu dengan pria misterius...
![Making Film [END]](https://img.wattpad.com/cover/176686759-64-k124378.jpg)