Angin sepoi-sepoi, sore hari.
Alunan biola yang merdu mengindahkan suasana hati seseorang yang tengah gelisah, yang kini masih terpaku berdiri dibarisan paling depan kerumunan. Seiring alunan biola yang telah usai aku menyadarkan Mutia yang seakan terhipnotis oleh musisi jalanan tersebut.
"Heii kau terpesona dengannya ya?" Tanya Lida.
"Iya ehh maksudnya enggak hehe" Mutia tersipu malu.
"Mut udah hampir maghrib yuk pulang"
"Tunggu bentar ya..."
Mau ngapain si Mutia suruh aku nunggu. Astaga ternyata dia menghampiri musisi itu dan minta foto bareng juga basa basi gitu hmm. (batin Lida)
"Ayo kita pulang." Sambil menarik tanganku dan melambai ke musisi jalanan itu.
.
.
.
.
Kini mereka telah sampai di kos-kosan.
Ceklek
"Akhirnya sampai juga di kos-kosan, musisi tadi namanya siapa?"
"Oh yang tadi.. namanya Dipra, ternyata dia seumuran sama kita dan katanya dia mahasiswa di Universitas tempat kuliah kita lho?"
"Oh gitu, pantas saja wajahnya terlihat tidak asing." Lida berpikir keras.
"Oh iya jangan lupa setelah sholat kita prepare, soalnya jadwal penerbangan besok jam 8 pagi." Kata Mutia.
"Siap boss." Sambil mengangkat tangannya hormat.
Aku ketawa disusul oleh Mutia.
Untuk mengisi waktu liburannya selama satu bulan meraka menghabiskan waktunya di negara Eropa ya tepatnya di Jerman.
.
.
.
Intro musik Butterfly BTS, membangunkan mereka dini hari menjelang fajar. Diambilnya ponsel milikku lalu ku matikan alarmnya.
"Jam berapa sekarang? (sembari mengulet)" tanyaku.
"Sudah hampir subuh, ayo bangun cepat kita kan mau berangkat ke Jerman nanti malah telat lagi.. mandi sholat dan lanjut prepare." Jawab Mutia.
Setelah selesai sarapan mereka pergi ke bandar udara Internasional Adisucipto, tak berapa lama kami sampai di bandara tepat waktu. Ternyata baru pukul setengah delapan pagi lalu kami menunggu hingga waktu keberangkatan. Tiba-tiba dari kejauhan ada sebuah suara yang tak asing bagiku dan ternyata benar.
"Lida.. Lida.. " seru seseorang yang aku kenal.
"Ehh ternyata kamu, Zafie. Aku pikir siapa hehe. Dan dia yang disamping kamu siapa?" Tanyaku penasaran.
"Oh ini kenalin temanku, Dipra." Jawabnya.
"Dipra." Sambil mengulurkan tangan.
"Lida." Membalas jabatan tangannya.
Tiba-tiba Mutia menyambung.
"Hai Dipra, kita bertemu lagi." Dengan pipinya yang memerah.
"Hai Mutia, ngomong-ngomong kalian mau pergi kemana?" Kata Dipra.
"Kami mau ke Berlin mau jumpa sahabat pena." Ucap Mutia sambil senyum-senyum.
"Kalau begitu sama kita juga mau pergi ke Berlin disana kami akan berlibur.” Kata Zafie sambil menatapku dengan senyuman khasnya.
Akhirnya waktu menunjukkan pukul delapan, kami berempat telah memasuki pesawat. Aku dan Mutia mendapat tempat duduk di depan sementara Zafie dan Dipra dibagian belakang.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Unforgettable
Kısa Hikaye~Cerpen~ . . . Setengah bulan berlalu kami hidup bersama dan kemudian berlibur bersama. Aku sangat suka salju, makanya mumpung disini aku ingin pergi ke Tiergarten Park. Taman Tiergarten berada di pusat kota Berlin. Taman hijau yang biasa menjadi te...
