"Kakak pemalas, bangun sekarang!! Kita akan pindah woi!! Lo mau di tinggal sendirian disini?" ucap seorang anak laki-laki sambil menggoyang-goyangkan badan kakak perempuannya yang masih tertidur pulas.
Karena kesal anak laki-laki itu pun mengambil segayung air dari dalam kamar mandi dan menyiramkannya ke tubuh kakaknya dan segera keluar dari dalam ruangan tersebut karena takut di amuk sang kakak.
"Woi!! Adik laknat!! Gue basah tahu. Gue sumpahin lo jadi batu." teriak gadis itu menggebu-gebu. Siapa lagi yang membangunkannya dengan cara menyiram tubuhnya dengan air. Sungguh tak berperasaan. Dan itu semua penyebabnya adalah adik laki-lakinya yang bernama Leonardo Dicaprio .
Gadis cantik yang masih sibuk mengumpat adiknya itu bernama Felysia Adzakiya. Dia biasa di panggil Fely. Dia adalah seorang gadis yang berkulit kuning langsat seperti orang asia pada umumnya, matanya berwarna coklat, bertubuh pendek, dan rambutnya hanya sebahu yang berwarna hitam. Ia adalah gadis Indonesia asli.
Sifatnya? Jangan di tanya. Ia adalah bad girl di sekolahnya. Tapi walaupun dia bad girl dia selalu bersifat manja kepada keluarganya, termasuk kepada adik laknatnya itu. Ia juga sangat cerewet hingga membuat kuping orang-orang menjadi panas tapi jangan salah. Dia adalah gadis yang setia, tulus, dan di cintai banyak laki-laki.
Ia menyukai banyak hal, terutama bintang dan pelangi. Dan ia juga membenci 2 hal yang ada di dunia ini, yaitu hujan dan petir. Bagaimana bisa ia membenci hujan? Padahal pelangi muncul di saat hujan telah reda. Fely memang membenci hujan dan petir, tapi ia sendiri tidak tahu apa penyebab ia begitu membenci hujan petir. Hujan dan petir membuatnya merasakan sebuah kesedihan yang ia sendiri tidak tahu kesedihan tentang apa. Entahlah, Fely sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Intinya ia takut dan benci dengan hujan dan petir.
*****
"Pagi semuanya." sapa Fely dengan wajah lesunya.
"Kenapa lesu, Sia? Kamu sakit?" tanya Jeni, mamah Fely dengan nada khawatirnya.
"Gak papa kok mah, aku cuma kesal aja sama leon. Dia menyiramku lagi, mah." adu Fely dengan wajah yang sangat cemberut.
"Kamu kok gitu sih sama kakak sendiri, leon? Harusnya kamu tuh lebih menghormati kakakmu karena ia lebih tua dari kamu." omel Jeni.
"Habisnya Kak Sia kebo sih mah. Jadi, jangan salahkan aku dong, salahin saja Kak Sia." ucap leon membela diri sendiri.
"Sudah-sudah. Jangan berdebat lagi. Nanti kita ketinggalan pesawat." lerai Jeno, papah Fely.
Akhirnya mereka pun mengakhiri perdebatan tidak jelas itu. Mereka pun pergi ke bandara di antar oleh sopir pribadi kelurga mereka.
Fely melihat kota yang di tempatinya 1 tahun ini dari balik kaca jendela mobil dengan tatapan sendu. Banyak hal yang terjadi selama ia berada di kota ini. Ia pasti akan merindukan teman-teman bad girlnya.
Orangtua Fely memang selalu berpindah-pindah tempat tinggal karena mengurus bisnis keluarga mereka yang berada di berbagai kota Indonesia. Sebenarnya sih, Fely bisa saja tidak ikut orang tuanya pindah, tapi orang tuanya tidak setuju jika ia tidak ikut. Katanya mereka takut Fely kenapa-napa.
Sepuluh menit perjalanan, pada akhirnya tiba di bandara. Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam pesawat. Di dalam hati Fely terus berdoa agar mereka selamat sampai ke tujuan. Sebenarnya Fely agak takut menaiki pesawat terbang karena takut kecelakaan menimpa pesawat yang mereka tumpangi, tapi mau bagaimana lagi. Kalau memakai mobil, perjalanan menuju Jakarta terlalu jauh.
Tak lama kemudian, pesawat pun mulai terbang.
'selamat tinggal semuanya.gue harap kita akan bertemu lagi nantinya' doa Fely di dalam hati.
Tinggalkan jejak!!
Cerita Pertama Yang Saya Tulis Bersama
firza532
DU LIEST GERADE
Amour Et Secrets
JugendliteraturBELUM DI REVISI! (Bahasanya masih acak-acakan!!) Saat aku benar-benar sudah menghapus memori tentangmu,nyatanya air mata ini masih saja jatuh saat mengingatmu. -felysia Adzakiya- Aku datang bukan untuk pergi aku menemuimu, karna aku Sangat mencintai...
