"Itu cowok siapa? Gaya banget idih!"
"Kamu perempuan, kan? Tatakrama kamu dimana?"
*****
"Lo siapa sih?"
"Gak penting. Bukan urusanmu juga."
"Mulai sekarang urusan lo jadi urusan gue juga. Titik."
*****
"NAT! NATHAAA!"
"Hah?"
"Gue tau siapa itu cowok."
*****
"Nama gue Natha. Nathalla."
"Ya, terus?"
"Kenalan."
"Apanya?"
"YA INI GUE NGAJAK KENALAN, BAHLUL!"
*****
"Ribut sini sama gue! Bikin emosi, deh."
"Ngapain? Useless, mending saya tidur."
"KURANG AJAR!"
*****
"Athaaaa,"
"Hm?"
"Gue suka lo."
"Bodo amat."
*****
"Cewek barbar."
"Dasar tembok!"
"Kok suka sama tembok?"
".....berisik!"
*****
"Gue benci sama lo. Gue marah! Sana pergi aja!"
"Tanpa kamu suruh saya juga bakal pergi."
"LO GAK MAU RAYU GUE GITU?! BIAR GA MARAH?"
"??"
*****
"Kenapa sih suka sama hujan?"
"Hujan itu membawa ketenangan, melarutkan kesedihan, dan mendatangkan kedamaian."
"Lo salah, yang ada gue sakit kalau hujan-hujanan. Hujan itu membawa malapetaka!"
"Kamunya bodoh, siapa suruh hujan-hujanan?"
"IH, ATHA!!!"
Hanya sepenggal kisah tentang bagaimana dua kepribadian yang bertolak belakang bertemu dalam ketidaksengajaan.
Iya, ketidaksengajaan. Ketidaksengajaan yang menimbulkan perang dunia ketiga hingga gejolak cinta.
VOUS LISEZ
NAT & ATH
Roman pour Adolescents"Lo suka hujan?" "Tadinya iya, sekarang tidak lagi-" "Terus apa yang lo suka?" ".....kamu. Saya suka kamu." Mereka jelas berbeda. Nathalla dengan yang terkenal gaya barbarnya tiba-tiba setengah mati penasaran dengan cowok kaku bernama Athala.
