RABI' BIN KHAITSAM adalah seorang pemuda yang ahli ibadah dan tak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh terunduk . Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi' dalam beribadah telah diakui banyak ulama dan di tulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi' bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat aljatsiyah. Ketika sampai pada ayat ke dua puluh satu ia menangis. Ayat itu artinya,
" Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka?
Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
―QS. 45:21 "
Seluruh jiwa Rabi larut dalam ayat itu. Kehidupan dan kematian orang yang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal saleh itu tidak sama! Rabi' terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ulang ayat itu sampai terbit fajar.
Kesalehan Rabi' sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi' sebagai profil pemuda alim yang harus di conto oleh anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi' juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum terhadap sesama.
YOU ARE READING
Titik Balik Seorang Hawa
General FictionSeorang ahli ibadah bernama Rabi'akan di jatuhkan oleh sekelompok orang syirik. Mereka telah membuat rencana untuk menghancurkannya. Mereka bersekongkol dengan seorang wanita cantik untuk menggodanya. Akan kah Rabi' tergoda akan rayuan wanita itu. B...
