Part 1 (MOS)

11 2 2
                                        

"Reva, bangun Nak udah jam berapa ini!"

"Iyaa Maa" dengan badan yang belum sepenuhnya sadar bangkit dari tempat tidur.
Reva segera mandi dan bersiap untuk hari pertama nya masuk sekolah. Ya, Hari ini adalah hari pertama Reva masuk ke sekolah dan dia tidak ingin terlambat di hari MOS nya itu. Selesai memakai peralatan yang harus di kenakan saat MOS, Reva segera menemui Mama nya yang sedang menyiapkan sarapan.

"Semua peralatan buat MOS udah kamu siapin kan, Rev?"

"Udah Mah."

"Yaudah cepat kamu habis kan makanan kamu nanti terlambat lhoo.."

"Iyaa Mahh siap"

"Mama manasin mobil dulu yaa" dibalas dengan anggukan Reva yang sedang minum susu. Setelah selesai makan Reva memeriksa barangnya agar tidak ada yang ketinggalan dan menghampiri mama nya yang sedang menanaskan mobil.

"Aku udah selesai makan mah yuk berangkat aku gak mau terlambat di hari pertama MOS"

"Okee siap tuan putri" kata Mama Reva

Sesampai disekolah

Reva segera turun dari mobil sehabis salam dengan mama nya. Dia memasuki sekolah mengikuti yang lain dan baris dengan barisan yang sudah ditentukan oleh kakak OSIS

"Selamat Pagi Adek-adek!"

"Selamat Pagi Kak!" Ucap mereka dengan serempak.

"Hari ini kita akan melaksanakan MOS pertama, pertama-tama kakak akan memperkenalkan diri. Nama kakak Steven Robert, biasa dipanggil steven. Kakak menjabat sebagai Ketua Osis dan ini wakil ketua OSIS, coba kakak wakil perkenalkan diri." ucap Steven

"Perkenalkan nama gua Rangga Adiputra, biasa dipanggil Rangga. Gua disini menjabat sebagail Wakil Ketua Osis. Terima kasih."

"Yapss.. Wakil kita masih jomblo lho.. yang mau PDKT silahkan. Lampu hijau buat kalian" Ucap Steven jahil.

"Wahh.. kesempatan besar berarti!" Teriak salah satu cewek. Semua orang pun tertawa mendengar perkataan itu.

"Apaan sih lu stev." Ucap Rangga Kesal

"Hehe kalem kalem." Kata Steven sambil menepuk bahu Rangga

Reva tertawa mendengar perkelahian kedua kakak Osis. Tiba- tiba ada yang menepuk pundaknya.

"Hai, nama lu siapa? Nama gua Bella. Salam kenal" Sambil mengulurkan tangan.

Reva membalas uluran tangan tersebut sambil memasang wajah andalanya yaitu tersenyum ." Nama gua Reva. Salam kenal juga."

"Nama lu cakep sama kayak orangnya" ucap Bella.

"Makasih" kata Reva tersipu malu.

"Semoga kita sekelas yaa." Reva membalasnya dengan anggukan.

"Nah adek- adek udah tau kan nama- nama kakak Osis sekarang kakak kasih tugas, kalian minta stampel biru satu persatu anggota Osis minimal 8 stampel mau lebih juga gapapa tapi orangnya harus beda- beda ya gak boleh sama kalo ada  ketahuan sama nanti kakak kasih hukuman. Mengerti!"

"Mengerti!!" Ucap mereka dengan semangat.

"Waktunya sampe bel istirahat berbunyi lalu kalian kumpulkan ke Kak Rangga dan Kak Aurel. Sekarang boleh bubar!."

Semuanya pun bubar dan sibuk mendapatkan stampel dari kakak- kakak Osis begitupun dengan Reva. Dia mencari ke sekeliling lapangan sampai akhirnya melihat ada kakak Osis yang lagi berdiri mengamati sekitar. Reva menghampirinya untuk meminta stampel biru.

"Permisi Kak, boleh minta stampel Kakak gak?" Tanya Reva dengan sopan.

"Lu mau stampel? Gak gampang buat dapetinnya lu harus lakuin apa yang gua suruh."

"Oke deh Kak, emangnya kakak mau suruh saya ngapain?"

"Hmm... ngapain yaa?? Oh ya, siram semua tanaman yang ada di sekitar lapangan tanpa terkecuali"

Reva mengambil selang dan menyiram tanaman tersebut satu persatu. Hal yang mudah bagi nya karna dia sering menyiram tanaman dirumah setiap libur sekolah.

"Kak, udah selesai nih."

"Udah selesai? Cepet banget. Bener gak tuh nyiramnya jangan- jangan asal- asalan lagi."

"Bener dong kak, kan saya sering nyiram tanaman di rumah." Ucap Reva

"Jangan manggil saya sama kakak ahh santai aja kali panggil lu gua aja. Yaudah mana sini kertas lu?"

Reva mengangguk dan menyodorkan kertasnya. Reva mendapatkan satu stampel masih ada 7 stampel lagi yang belum ia dapatkan.

"Kalo gitu saya lanjut cari stampel yang lain ya kak."

"Dibilang lu gua aja kaku amat ni cewek"

"Hehe." Reva pergi meninggalkan Kakak tersebut untuk mendapatkan stampel yang lain. *Cantik juga*

30 menit kemudian

*akhirnya gua udah dapet 10 stampel melebihi batas minimumnya wkwk* batin Reva.

Dia segera mengumpulkan kertas nya sebelum bel istirahat berbunyi dan kembali ke lapangan untuk menunggu bel istirahat bersama yang sudah mengumpulkan.

"Eh.. anjirr gua cariin kemana- mana tau nya disini." kata Bella mengagetkan Reva.

"Hehe.. lu udah ngumpulin bel?" Tanya Reva.

"Udah dong. Lu udah juga kan?"

"Udah pastinya."

"Yaudah yuk ke kantin laper ni" kata Bella memasang muka melas.

"Lah.. emang udah bel?"

"Udah Reva sayanggg.. itu kuping apa gantungan kunci masa gak denger sih."

"Eh.. udah ya?? Yaudah dehh ayoo."

"Let's go to the kantin." Ucap Bella dengan semangat.

KANTIN

Kantin sudah dipenuhi orang yang perutnya sudah keroncongan. Saking padatnya mau nyari tempat buat makan pun susah. Akhirnya Reva dan Bella melihat ada meja di pojokan dengan segera mereka menempati meja tersebut sebelum di embat orang lain.
Diembat? Bahasa manakah itu?:v

"Lu mau mesen apaan Bell?" Tanya Reva.

"Mie ayam sama es teh manis aja deh, laper banget soalnya."

"Emangnya selaper apaan si?"

"Pokoknya laper lah, udah cepet sono pesen keburu makin rame."

"Iyaiya bawell."

Reva berjalan menuju tukang mie ayam. Tiba- tiba.. BRUUKK.. dia menabrak seseorang.

"Sorry sorry gua gak liat." Ucap Reva sambil menjulurkan tangan untuk membantu cowok tersebut. Cowok yang ditabraknya sedang membersihan bajunya, melihat ke arah Reva dangan sebelah alis terangkat dan pergi tanpa sepatah katapun. Reva yang melihatnya pun bingung *Yahh malah pergi padahal kan gua mau bantu dia bangun yaudah lah yaa yang penting gua udah minta maaf* batin Reva sambil meneruskan jalannya

"Reva, lu kok lama banget sih. Gua tuh udah mati kelaperan nungguin lu." Omel Bella.

"Hehe.. iya maap udah tau kantin rame nya minta ampun tadi juga gua gak sengaja nabrak orang mana orangnya gak ngomong sepatah katapun langsung pergi." kata Reva.

"Ohh.."

"Kampret emang cuma Oh doang"

"Udah yo GC abisin makanan nya keburu bel masuk."

"Iyaiya." Reva segera menghabiskan makanannya dan kembali ke lapangan untuk melanjutkan MOS.






Maaf bila ada kesalahan dan kekurangan mohon dimaklumi😅😅😅 baru pertama bikin soalnya. Coment& share ya jangan lupa like nya juga😄😄😄. Tunggu part berikutnya OKEYY..👌👌👌

Missing TwinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang