Terik matahari, tak mematahkan semangat untuk terus menimba ilmu disekolah.
Waktu itu aku masih sekolah SMA kelas 10 semester 2 suasana sekolah yang damai meski terasa panas menyengat diatas kepala.
Singkat saja cerita, aku Marcellia biasa akrab dipanggil selia bersama temanku Nursanti dan Puspita kami memang agak berandal dikitlah haha. Tapi tidak melanggar aturan hanya saja terlalu banyak tingkah, karna dimasa itu aku dipercaya untuk menjadi bendahara kelas, mengatur soal keuangan. Karna itu aku jadi merasa agak berkuasa dikelas wkwk. Canda ya guys. Hehe.
Dan juga sebab jabatan ku itu aku sering keluar masuk kelas karna tugas bendahara, untuk mengurusi segala kebutuhan kelas ataupun lainnya yang berurusan dengan uang.
Diruang tunggu guru ,aku bersama temanku santi duduk istirahat sejenak setelah mengantar semua tugas dikelas untuk dikumpul pada guru yang membimbing pelajaran waktu itu guru bahasa arab, bersama guru itu kami duduk dan berbincang-bincang entah membincangkan apa, seusai itu guru itu pun meminta tolong untuk membelikan dia makanan dikantin.
Langsung saja kekantin ujung ditengah perjalanan kekantin, kami harus melewati ruang kakak kelas 11 ips. Jarang juga kami lewat situ. Karna biasanya kami kekantin yang ada didekat kelas. Kami agak risih Ada beberapa orang yang tak henti-henti memanggil, tak sedikit untuk menoleh karna memang aku orang yang cuek.
Selesai dari kantin tiba-tiba ada seseorang seperti mengejar jalan kami seraya berkata "adek siapa namanya? " tanpa melihat siapa orang itu langsung saja kami masuk keruang tunggu guru, disana terlihat sosok pemuda yang gagah berkumis tipis duduk santai melamun entah apa yang ada di otaknya,mungkin iya berpikir dimana jodoh nya sekarang. Wkwk. Soalnya pak guru kita yang satu ini single guys. Dia adalah pak guru bahasa arab tadi namanya pak rusman, dia sepertinya menunggu kedatangan kami.
Diam-diam kami mendekati pak rusman dengan niat untuk mengejut kan dia.
"Hey pak! " spontan pak rusman pun menoleh dan berkata "ehh buset dah kalian ini, kalo jantung saya copot gimana, ada-ada aja. Mana makanannya, bapak sudah laper nih hehe. Ungkap pak usman.
"Nih pak gorengannya, kami minta sedikit pak ya, ongkos jalan haha" Santi menjawab perkataan pak rusman.
"Ehh kamu ini gak ada malunya sama guru, minta sedikit segala, jangan minta sedikit lah minta banyak apa hahaha? Ujarku sambil menutup mulut aku tertawa.
Sudah beberapa menit senda gurau dengan pak guru kocak tadi, langsung saja kami masuk kelas.
Tak disangka, ada rombongan ayuk kelas ips dikelas. Sepertinya mencari sesuatu dikelas, dan ternyata benar saja. Mereka mencari seseorang. Dan tak lama kemudian mereka mendekat kearah kami. Dan langsung memegang tangan ku, satu dari mereka berkata "ini adek yang nama nya Selia bukan? Kujawab dengan anggukan dengan artinya iya benar.
Berkata lagi "adek foto dulu yuk, adek cantik deh"
Cekrek!! Satu jepretan foto berhasil ditangkap dihandphone salah satu ayuk kelas tadi.
Mereka berlalu dan seraya berkata "makasih adek" dengan kebingungan ku anggukan kepalaku.
Hening suasana kelas, bergeming dikepala ku bertanya-tanya, mengapa? Kenapa? Adaapa? Mereka kesini minta foto. Terheran aku sejenak, lalu meneteskan airmata. Lalu teman kelas menanyakan kenapa? Ku hanya diam.
Mereda kan tetesan airmata, kujawab
"Aku takut kenapa mereka tadi minta foto dan mereka berhasil memotret wajahku. Aku takut mau di apa-apain"
"Kamu tenang saja nanti aku pergi kekelas ayuk ips tadi, lalu aku suruh mereka untuk menghapus potret wajah mu di handphone mereka tadi" jawab teman cowok ku yang memang akrab dengan kami namanya Aan.mendengar ucapan itu, pikiran ku reda.
Dipagi hari berikutnya. Orangnya jahil nakal mudah bergaul, apalagi sama kakak kelas dia sering kumpul sama kakak kelas terutama anak kelas ips dia adalah teman kelas ku bernama Zailani, dari jauh dia datang dengan senang nya mendekat kearahku. Entah apa yang ada dipikiran nya. Lalu berkata. Bisik-bisik
"Selia, ada yang minta kontak kamu nih, temen aku kakak kelas, dia nanyain kamu? "
Kujawab " siapa zai? Terus kenapa nanya aku? "
Dengan cepat jai menjawab" Katanya begini lia, zai cewek namanya lia mana ya? Tolong minta kontak nya? Eh dia udah punya pacar belum?
"Terus kamu jawab apa zai? "
"Ya ku jawab lah dengan jujur dan benar, ohh dia udah punya pacar namanya niki sekelas juga sama kami, kamu telat bro"
"Ohgitu, emang siapa yang nanya? Penasaran aku mah.
Dijawab oleh zai dengan singkat dan langsung keluar kelas "kepo lu"
Kuhentakkan kaki ku dengan tanda kekesalan ku sama si zai.
Sudahlah tidak terlalu penting memikirkan seseorang yang tidak ada kejelasan, sekarang mah gimana caranya untuk menjaga hati yang sudah dimiliki. Iya status ku sekarang pacaran sama niki, satu kelas anggap saja cinlok wkwk. Kami jarang sih berantem soalnya dia itu pikiran nya sudah dewasa juga untuk nanggapin sikap ku yang terkadang masih kekanak-kanakan. Dia juga sering ngalah dengan segala tingkah ku.
And then (sok inggris lah) jam 14.00 akhirnya jam pulang sekolah aku langsung bergegas keparkiran dan tancap gas untuk pulang.
Dan sesampai dirumah langsung ganti baju, makan, dan sebagainya. Aku langsung rebahan capek dan tertidur.
Selang beberapa menit aku terbangun ,langsung cek hp ada notif dari my boy niki, langsung aku buka chat sederhana tapi sangat berarti, katanya" hey selia cantik, itu makan nya jangan telat ya, terus jangan lupa sama aku" senyum lebar deh sambil mengetik pesan untuk membalas perhatiannya.
"Hay? " notif satu lagi dengan nomor kontak dan tanpa ada nama yang tidak aku kenal tapi kalau dilihat lihat foto profil nya ini pasti idaman ciwi-ciwi nih. (Terlihat di foto profil itu orang nya tinggi putih kayak oppa korea sih wkwk) Begitulah yang terlihat sosok orang yang ada dalam foto tersebut. Kayaknya nomor baru masuk. (Ini siapa ya? Apa orang yang si zai tadi ceritain. Tapikan si zai ga ngasih kontak aku kan apa dia kasih ya , daripada mati penasaran lebih baik tanyain aja sama orangnya)
Langsung aku balas "iya! "
"Ini bener ya kontak selia anak kelas 10 C? "
"Iya, ini siapa? "Jawabku singkat.
"Saya miko, kakak kelas ips"
"Oh kak miko, maaf kak aku gak kenal sama kakak! "
"Iya gakpapa ntar kenal kok"
Singkat saja, perkenalan lewat chat dengan kakak kelas. Tanpa diketahui oleh niki. Kalau tau bisa-bisa aku diceramahi.
Pagi cerah, apel sekolah dilaksanakan secara rutin setiap pagi selasa sampai kamis, selesai agenda pagi ini. Masuk kelas, Ada cowok tinggi, putih, berkumis tipis. Dia juga masuk dalam kategori cowok ganteng hehe.
(Eh dia senyum, seperti nya aku kenal sama nih orang muka nya kok gak asingnya sama kayak ada diprofil nomor yang kemaren chat. Apa ini yang namanya kak miko, iya benar. Ini orang nya). "Ya ampun. Malu deh" berkata sendiri
Disambung teman disebelah ku santi, "malu sama siapa? "
"Oh gak papa kok"(menutup wajah ku dengan jilbab putih yang sekarang kupakai)
"Jangan bilang, kamu punya simpanan kubilang sama niki kamu ya" ( dengan muka kesal karna aku tidak mau bilang kenapa aku tadi bicara sendiri)
"Ehh, kamu mah gitu ya sama teman sendiri, mana ada aku simpanan."
"Terus, malu sama siapa? "
Dringgg!!!!
Bel tanda pelajaran berbunyi.
"Nah, bel udah bunyi yuk masuk kelas nanti keburu guru masuk duluan" (sambil tergesa-gesa ku tarik tangan nya untuk masuk kelas)
Disisi lain ternyata kakak kelas kak miko tadi masih melihati gerak-gerik ku, aku pun bergegas berlalu meninggalkan lapangan apel.
YOU ARE READING
Kenapa aku jatuh padamu
RomanceKetika terlanjur jatuh, tanpa diperintah hati selalu ingin menjadi yang terbaik untuknya.
