Bagaimana aku harus memulai cerita ini?
Bagaimana jika aku mulai dari sebuah kalimat, Pernah tidak dalam hidup kalian, kalian berpikir bahwa didunia ini semua manusia memiliki sifat yang sama tidak ada perbedaan yang memisahkan antara satu dengan lainnya, kalian sepemikiran dan satu perasaan tidak ada kekerasan dan saling melindungi.
Aku tumbuh dikeluarga yang baik dengan lingkungan yang baik setidaknya itu menurutkku, pembenaran itu yang selalu aku tanamkan dalam pikiranku, ayahku termasuk ayah luar biasa yang dapat melakukan semua jenis pekerjaan, montir motor, tukang kayu, bahkan rumahku adalah hasil karya ayahku dan ibu.
Kalau ibu, tidak banyak yang bisa aku bilang kurasa seluruh kata – kata manis yang anak – anak bumi ini ungkapkan untuk ibu mereka sudah cukup untuk merangkum deskripsiku terhadap ibu, bahkan posisi ibu ada sebelum ayah jadi semua kata manis dan baik akan menjelasakan apa itu ibu, sisanya hanya seoranga adik serta kakak laki-laki yaitu rama dan nadia yang jarang kami berbincang panjang.
Lalu bagaimana dengan aku?
YOU ARE READING
WAHAM
General Fictionaku memejamkan mataku menutup dengan kedua tanganku dan sesekali meremas kepala berharap bahwa Teduh adalah sebuah kesalahan yang aku buat dan tidak nyata, namun semakin aku memejamkan mata. Teduh semakin nyata berada dikepalaku.
