Sinopsis

18 2 0
                                        

..Aku layaknya seperti udara untukmu. Dapat kau rasakan tapi tidak dapat kau sentuh bahkan untuk kau miliki..
.
.
.
Pagi itu di hari yang tidak begitu cerah, awan yang berwana hitam dan matahari yang masih malas untuk menampakkan dirinya yang padahal sangat dikagumi oleh manusia di muka bumi ini.
Aku benci pagi itu

"kenapa papa melakukan itu semua? Apa kau sudah tidak menginginkan keluarga ini lagi?"

"apa katamu?! Aku melakukan ini semua untuk kalian!"

"tapi bukan seperti ini yang harus kau lakukan terus menerus pa! Kau terus²an minum minuman keras dan bermain dengan wanita lain diluar sana. Apa kau pikir hatiku tidak sakit melihatmu memperlakukan ku seperti ini?"

"DIAMLAH KAU LAUREN! ini semua demi perusahaan kita"

"mama mohon tinggalkan itu semua dan carilah kegiatan yang positif pa"

Plakkk...

Lagi lagi papa ku menampar mamaku hanya karna pertengkaran ini.
Bagaimana kau tidak kesal jika setiap pagi setiap malam kau hanya mendengar ayah dan ibu mu bertengkar
Ah terkadang aku benci melihat ini semua terjadi

Ya papa ku adalah pemilik perusahaan yang diturunkan oleh kakek ku. Dulu papa tidak pernah melakukan hal² seperti itu. Harus bersosialisasi dengan manajer perusahaan² lain di restoran berbintang 5 dan di temani oleh penghibur wanita malam
CK!!
Dasar wanita jalang apa tidak ada pekerjaan lain selain harus menghibur pria yang sudah berkeluarga

Tapi semenjak kakek meninggal setahun yang lalu papa mulai ikut² dengan hal yang seperti itu, padahal dulu papa tidak pernah melakukan hal buruk seperti itu karna masih ada kakek yang mengatur dan mengurus perusahaan

Tapi sekarang semua berubah..

Aku pergi kesekolah dengan keadaan mata sembab karna melihat pertengkaran mama dan papa di pagi itu aku sempat menangis diam² di kamarku

Aku tidak membawa mobil kesekolah karna lebih baik jika aku bersepeda saja dan ingin menenangkan diri sejenak dengan angin pagi yang menyejukkan walau hari sedang mendung

"awww.. Ashhh sakit"

Karna sepanjang jalan aku terus melamun dengan kejadian dirumah, tidak sengaja aku menabrak sebuah mobil putih yang sedang parkir di pinggir jalan
Hah untungnya saja mobil itu tidak lecet yaaa hanya sedikit sih tapi tidak terlalu parah karna aku menabraknya dengan sepedaku dengan kelajuan yang lambat

Dia turun dari mobil nya dan melihat benda apa yang menabrak kekasih tercinta nya itu
Yaa aku rasa dia sangat menyangi mobilnya

"lo nggak papa?" tanya nya dengan nada santai tapi terkesan khawatir haha geer-an

Astaga.. Ini orang apa pangeran? Buset kenapa ganteng banget dah. Batinku, yang masih terduduk di aspal dan bengong melihatnya

"hai lo nggak papa kan?" ahh lagi lagi dia mengagetkan ku

Kemudian aku langsung berdiri dengan uluran tangannya yang senantiasa membantuku
Bukannya marah, dia hanya tersenyum kepadaku bahkan senyumnya sangat manis bagaikan madu yang masih alami di dalam sarang lebah
Memang terkesan lebay, tapi itulah faktanya.

"terimakasih.."
seperti nya dia tidak mendengar ucapanku, karna dia langsung pergi meninggalkanku bersama sepedaku.

Aku hanya memikirkan bagaimana jika suatu hari aku bisa terus²an berada di dekatnya, lalu menjadi sepasang kekasih yang bahagia
Dan jika Tuhan mengijinkan sampailah kami ke pelaminan menjadi suami istri yang sah dan memiliki sepasang anak yang lucu dan menggemaskan...
Oh God impian yang kecil namun bermakna :)

                                🍂🍂🍂

Hei sepertinya aku hanya mimpi
Bangun!
Aku dikagetkan oleh sahabat tersayangku, termanis ku. Lorenza Burgh
Dia sahabat ku sejak kecil, bisa dibilang kami juga tetanggaan walaupun rumah kami terbilang hanya kelang 10 rumah saja
Dia manis, cantik dan juga begitu lucu bahkan sangat suka menjahili ku dengan tingkah nya yang aneh

Pernah sekali dia membuatku menangis hanya karna dia meninggalkan ku di lorong rumah sakit padahal ternyata dia hanya menjahiliku. Saat itu mama nya, sedang sakit dan aku ikut menjenguk mamanya
Waktu itu aku dan dia masih berumur 3 tahun, dan aku sangat penakut
Di tinggal sendiri aja udah nangis tapi lain hal nya dengan dia. Dia pemberani

                                    ***

"enzaa.. Enza dimana? Acel takut cendilian dicini.. Hikss..hikss,"
Suara anak kecil yang masih imut dan lucu itu membuatku tertawa kecil

"haha dasar acel penakut, hm kacian acel cendilian dicana yudah deh enza sampelin aja"

                                   ***

Dan kami selalu 1 sekolah dari tk, sd dan sma
Kecuali smp. Karna waktu itu dia malah jebol di smp negeri sedangkan aku malah masuk swasta
Enza memang anak yg pintar. Apalah daya ku anak yang otaknya pas²an :')
Aku dan lorenza memiliki nama panggilan yang tidak boleh org lain panggil

She called me "acel"
And i called her "enza"

Dan sekarang kami 1 sekolah kembali di SMA GARUDA jakarta. Katanya dia hanya ingin 1 sekolah lagi denganku
Hahaha dia sungguh sahabat yang sangat baik buatku dan layaknya seorang kakak untukku.

"Acel.... GAWATT!!"

"Hadeuh opo toh enzaa..?? Masih pagi udah ribut ae ni bocah dah"

"Gue ditembak sama nicko.. Gimana nih? Gawat darurat ini tauh"

"...."

Kenapa harus sahabatku sendiri dan bukan orang lain??

Aku mencintai keduanya, lorenza dan nicko.

Angin.. Kenapa kau tidak membawaku pergi saja dari semua luka ini?
Bawa aku terbang jauh layaknya daun yang telah gugur dan jatuh kemudian ditiup angin hingga sampai kemana daun itu akan jatuh dan hilang entah kemana.

Tapi tunggu dulu.. Rasanya seperti ada yang janggal
Seperti nya selama ini diam² ada yang menguntitku dari belakang layaknya bayangan dan seperti sedang mencintaiku dalam diam
Tapi siapa dia? Oh ayolah cerita hidup macam apa ini?
Kenapa aku begitu sangat terjebak dengan ini semua.

"aku mencintai mu chel, walaupun dia yang engkau cintai:)
aku akan menunggu mu dan akan tetap menjagamu dari belakang, walaupun pikiranmu hanya menunjukkan Dia,.
Tapi ketahuilah chel dia sebenarnya berbahaya untukmu. Waspadalah rachel..!"

                                     🍂
                                ⚫⚫⚫

6 tahun sudah berlalu, namun semua perasaan tak lagi sama seperti dulu. Perasaan yang kacau, hancur, berantakan sekarang semua sudah menjadi utuh kembali. Rasanya aku sudah bebas dari penjara hati yang menyeramkan
Hari ini adalah kelulusan ku, wisuda S1 kedokteranku
Aku menyukai profesi ini

Jika aku tidak dapat menyembuhkan luka dihati maka aku jamin dengan kerja keras dan campur tangan dari Tuhan mudah mudahan aku bisa menyembuhkan penyakit orang yang sedang membutuhkanku

Be ComplicatedWhere stories live. Discover now