Disuatu ruangan seorang gadis tengah mengerjapkan matanya karena cahaya sang surya dari jendela yang mengusik tidur nyenyaknya.
"Hoam.....jam berapa ini masih ngantuk" ucapnya sambil meregangkan badannya. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan dari balik pintu.
Tok tok tok
"Aren bangun nak sudah jam 06.30 nih...nanti kesiangan loh" ucap sang ibu sambil mengetuk pintu kamar sang anak
Sontak gadis yang dipanggil Aren itu langsung membuka pintu dan membulatkan matanya
"What.........kenapa ibu nggak bangunin Aren dari tadi sih, ini kan hari pertama Aren masuk sekolah"
Aren Kusuma Wijaya atau dipanggil Aren ini baru saja pindah sekolah dan dimulai hari ini, Aren sekarang ini berada dijenjang tingkat SMA kelas 11, awalnya Aren tidak mau jika harus pindah sekolah karena dia sudah punya banyak teman disekolahnya dulu. Tapi memang karena kerja sang ayah yang mengharuskan Aren beserta keluarganya pindah, mau tidak mau Aren harus merelakan bepisah dengan sahabatnya.
Tuk
"Aw.....bu kok Aren malah dijitak sih" sambil mengusap keningnya
"orang kamu udah ibu bangunin dari tadi, emang kamu dasarnya susah bangun gimana sih kok malah ibu yang disalahin" Si Aren malah senyum senyum gajelas mengingat memang dirinya sulit bangun
"Malah senyum sana cepet mandi ibu tunggu sarapan dibawah" ibu Aren langsung pergi dari kamar Aren
"He..He..maaf bu"
Butuh waktu sekitar 15 menit Aren sudah turun kebawah lengkap dengan seragam sekolahnya dan juga tas ransel ungu favoritnya
"Pagi ibu" ucapnya sambil mengecup pipi sang ibu
"Pagi juga sayang" jawab sang ibu sambil mengoles selai kacang di roti yang dibuat untuk aren
"Ayah mana bu" sambil memakan roti yang dibuatkan ibunya
"Udah berangkat ke kantor barusan" balas sang ibu
"Ya.....ayah kok nggak nungguin Aren sih, nanti Aren naik apa dong" ucapnya dengan muka yang sedih
"Salah sendiri susah dibangunin, udah nanti kamu naik bus aja ok" sambil mengusap lembut rambut Aren yang sedang minum susu coklatnya
"Yaudah kalo gitu Aren langsung berangkat sekolah aja deh bu takut telat, dah ibu" berlari keluar rumah sambil membawa roti yang belum ia habiskan
"Aren jangan buru-buru habisin dulu ini susunya" teriak sang ibu sambil memegang gelas yang berisi susu coklat yang sudah diminum setengah oleh Aren
Melihat anaknya yang sudah hilang didepan pintu, ibu Aren menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku manja anaknya yang tidak pernah berubah
"Anak itu benar-benar manja, semoga kau senang dengan sekolah barumu" sambil berjalan menuju dapur
Dilahirkan dari keluarga kaya akan harta dan juga kasih sayang membuat Aren memiliki sifat yang manja, tetapi Aren hanya akan bersikap manja kepada keluarganya saja, meskipun manja Aren tergolong gadis yang baik hati dan lugu
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah beberapa menit menunggu bus akhirnya bus tiba, langsung saja Aren masuk kedalam bus dan mencari
bangku yang masih kosong. Kebetulan ada satu bangku yang tersisa
Tiba-tiba pundaknya terasa berat seperti ada sesuatu yang jatuh dipundaknya. Kemudian Aren menoleh kekanan dan mendapati seorang pria berkacamata yang tengah tertidur dengan posisi kepala yang ada dipundaknya.
"Aish...bagaimana ini aku tidak tega membangunkannya" batin Aren
Karena tidak tega membangunkannya Aren membiarkan pria itu tidur dipundaknya
Dug
Tiba-tiba saja bus bergoyang yang menyebabkan pria itu terbangun dan terkejut karena tertidur dipundak seorang perempuan
"Ah maafkan saya, saya tidak sengaja tertidur tadi" sambil membenarkan kacamatanya
"Tidak apa-apa saya mengerti" ucap Aren sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong kurasa kita seumuran, jadi bicara biasa saja padaku." lanjut Aren.
Kemudian Aren melirik kearah pemuda itu, ia memakai seragam sekolah yang sama dengannya.
"Hm..apa lo sekolah di SMA nusantara juga?" tanya Aren ragu.
"Iya kena-" ucapannya terhenti saat ia melihat seragam yang gadis itu pakai sama dengan. dirinya
"Kurasa kita satu sekolah" tambahnya sambil tersenyum canggung.
"lo benar gue baru aja pindah, kuharap kita bisa berteman" ucap Aren.
"Pantas saja gue nggak pernah lihat lo, tapi apa lo gak malu punya temen kayak gue?"
"Lo bicara apa sih?, gue bukan tipe orang yang membeda bedakan teman tau." ucap Aren dengan nada yang sedikit kesal.
Mendengar penuturan gadis yang ada disampingnya ini membuat pemuda itu menundukkan kepalanya karena malu. Melihat itu Aren seketika merasa bersalah.
"Maaf, gue gak bermaksud ngomong kayak gitu, hanya saja gue gak suka sama orang yang selalu merendahkan dirinya sendiri, oleh karena itu jangan ngomong kayak gitu gue gak suka" ucap Aren dengan lembut.
Kemudian pria itu menegakkan wajahnya menatap sang gadis.
"Asal lo tau, lo adalah satu-satunya orang yang ngajak gue buat berteman" Aren tertegun mendengar jawaban yang diberikan oleh pria itu.
"Wah...seriusan?, kalau gitu lo juga jadi teman pertama gue sekarang" ucap Aren sambil tersenyum
"Oh iya hei bahkan kita belum berkenalan" kemudian keduanya tertawa.
"Gue Aren" Sambil mengulurkan tangannya.
"Teo" ucap Teo sambil menjabat tangan Aren.
Deg deg deg
"Ada apa dengan jantungku" batin teo.
Apakah kalian pernah merasa suka pada seseorang saat pertama kali kalian melihat orang itu?, yah...mungkin itulah yang dirasakan Teo sekarang.
Keduanya saling tersenyum, saat sadar tangan mereka masih saling bertautan mereka langsung melepasnya dengan canggung.
.
.
.
.
.
TBC
Hai semuanya maaf ya kalau ceritanya kurang bagus dan banyak typo, soalnya aku baru pertama kali bikin cerita he he.....
Jangan lupa vomentnya 😉
BINABASA MO ANG
BECAUSE I LOVE U
Teen FictionMengisahkan tentang perjuangan Teo dalam menghadapi berbagai masalah hati dan keluarga yang akan menimpanya.
