We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

2.7K 111 4
                                        

Tiara Ramadhani atau sering dipanggil RARA. Gadis mungil dengan pipi cubby mulai memutar otaknya yang sibuk dengan rangkuman kimia, tangannya mulai bergerak memenuhi tiap kolom bukunya.
Yaaa... Rara gadis yang tekun dan ceria membuat teman temannya senang didekatnya, salah satunya Irwan yang cukup mengenal Rara lama Rara pun juga senang didekat Irwan

Ahhh... Bila sudah menyangkut Irwan pasti muka Rara memerah, Rara diperlakukan sangat manis dan Irwan selalu perhatian.

"Ehhh!... Kenapa senyum senyum gitu, bukannya segera diselesain malah ngelamun gak jelas" Omelan laki laki itu membuat Rara tersentak lalu mengusap wajahnya dan bernapas tenang.

"Akak Uwan kenapa tak ketuk pintu, padahal udah Rara tulis didepan pintu 'barang siapa yang masuk kamar Rara wajib mengetuk pintu' kenapa akak tak ketuk, nyelo---" Cerocos  Rara yang dipotong oleh kakaknya yang bernama Ridwan namun Rara lebih senang manggil Uwan, Tangan Uwan membekap mulut Rara agar tak bawel terus.

"Makanya jangan ngelamunin Irwan terus, tuhh telinga jadi gak berfungsi" Kata Uwan yang membuat mata Rara melotot namun Uwan hanya menyengir tak jelas.

"Udah lah... Pergi sana!!" Usir Rara dengan mendorong tubuh Uwan.

"Gede amat imajinasi mu nakk!" Teriak Uwan dari luar kamar, Rara geram sangat punya kakak yang sepeti itu.

"Terserahh!!!!" Balas Rara tak kalah keras. Lalu ia kembali kemeja belajar mulai fokus menyelesaikan rangkuman nya. Kepalanya menggeleng kenapa ia tadi harus memikirnya Irwan. Huhff..

Tok! Tok! Tok! Tok! Tok! Tok!

Suara pintu yg diketuk berulang kali membuat Rara memutar matanya malas, ia telah selesai merangkum dan menata kembali buku buku nya
Ketukan itu tak lagi hilang malah semakin keras. Dengan langkah yang jengkel Rara membuka Pintu

"Rara gak bolot ! Gak usah keras keras kalii!!!" Dihadapannya mahkluk yang tadi membuatnya kesal. Rara hanya menatap malas Uwan.

"Disuruh makan mama, cepat turun!" Ucap Uwan langsung meninggalkan Rara, namun baru beberapa langkang Uwan berbalik dan mendekat ke Rara dengan memasang raut muka serius. Rara bingung dengan sikap kakanya ini.
Dengan lembut pelan dan pasti Uwan mulai mengelurkan suaranya.

"Kurang kurangin berhalusinasi" Hah! Uwan langsung berjalan cepat meninggalkan Rara yang sedang kesal tak karuan.

"Tambah tambahin vitamin biar waras!!" Teriak Rara sambil mengejar Uwan dan menjitak kepalanya nya.

"Sakit ra..." Ringis Uwan yang memegang kepala bekas jitakan Rara. Rara hanya tersenyum senang.

"Sinting sih!" Balas Rara dengan wajah yang mengejek.

"Untung lo adik gue" Uwan duduk dimeja makan dengan sedikit kesal

"Untung lo sayang sama gue!" Ucap Rara dengan bangganya.

"Atur sendiri noh hidup loo!" Balas Uwan, Rara tertawa menang, begini kalau sedang berdebat pasti Rara yang menang.

~~~~~~~~~~~

My first story!

Taaa taa Tiiiii tiii Tuuu tuuu......

Enjoooooyyy

@nftlrhm05

Trust MeStories to obsess over. Discover now