1
Matahari semakin kejam menyiksa siang, berduel dengan debu jalan yang tak ingin kalah saing. Aku lelah, langkahku buru-buru menuju kamar kos di tepi area kampus yang padat dengan pondokan. Kuhempaskan tubuhku begitu saja menghantam pembaringan. Rasa lelah, kantuk dan lapar bercampur menjadi satu, ditambah lagi gerah yang tak karuan sebab pagi tadi aku tak dapat giliran untuk mandi.
“Lea nggak mandi dulu?”Tanya Veer yang terdengar lebih kepada saran. Veer sekamar denganku, harga kosan yang mahal membuatku berfikir untuk mencari teman tinggal demi mengurangi beban hidup Ayah dan Ibu, pun dengan Veer. Gadis cantik yang selalu ceria, mata yang bulat berbinar, bibir tipis, tinggi badan yang proporsional dan rambut hitam yang mempesona, meski kemanapun Veer tetap menggunakan jilbab.
Aku melangkah tanpa protes, menarik handuk, sementara Veer mulai mengubek-ubek ransel hitam besar yang kubawa.
“Kamu nggak bawa apa-apa?” Cercahnya sesaat setelah melihatku keluar dari kamar mandi.
“Nggak ada” Jawabku singkat
“Strawberi pun Lea nggak bawa?”
“Pikirmu Lea kesana untuk belanja? Lea nggak ada waktu Veer untuk belanja, adapun waktu, Lea juga nggak tahu mau beli dimana.”
“Alasan.” Katanya ketus, bibirnya mulai menggulung cemberut. Aku mengabaikan Veer yang masih kesal karena tak menemukan apa-apa dalam ransel.
Sudah kujelaskan pada Veer, jika aku pergi bukan untuk rekreasi, meski sebenarnya Veer pun tahu caracter building training. Kegiatan wajib untuk semua mahasiswa kampus tempatku berkuliah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, hari pertama indoor dan kedua outdoor.
“Ini apa?” Veer kembali bertanya, aku membalikkan badan dengan gusarnya, semenit lagi aku akan masuk dalam buaian lelap tetapi suara Veer menyadarkan. Kuperhatikan kertas lebar yang dipegangnya sembari mengingat apa kiranya yang tertulis disana.
“Oh, itu kalender kehidupan, semua peserta diminta untuk mengisi itu.”Terangku pada Veer, dia hanya manggut-manggut.
“Jadi Lea mau nikah di usia 23 tahun?”
“Itu target, realisasinya itu rahasia Allah.”
“Cepet amat, Veer malah mau 25 tahun.”
“Semua orang punya target yang berbeda dalam hidup Veer.” Kataku “Udah ah, kalau Veer bicara terus, kapan Lea istirahatnya.”
“Iya deh iya, Veer diam.”
YOU ARE READING
Azalea
Romanceazalea adalah seorang gadis cantik yang mencoba menemukan cinta sejati dari banyaknya rintangan yang dihadapi, kehilangan, memendam dan menemukan kembali cinta yang lama. "akan kudendangkan namamu hingga masa lalu membebaskanmu"
