kala itu pertama ku melihatmu

9 2 0
                                        

Hanya anggukan yang terkesan cuek yang kau berikan padaku, kau ingat ketika pertama kali kita bertemu setelah sekian lama tak bertemu, kau tersenyum seraya mengingat namaku. Di dalam bis umum yang kita tumpangi bersama. Kau hendak berangkat ke kampusmu dan diriku hendak pergi berkelana kembali, tak ada percakapan serius mengenai kita. Kau duduk di depanku dengan anggun seraya jarimu meliuk-liuk di antara banyaknya huruf di handphon milikmu, sesekali kau menatapku sesekali juga aku dibuat tersipu oleh senyumu, setelah itu tak ada lagi percakapan. Kita turun di terminal yang sama. Kau menaiki angkot dan aku menunggu kembali bis yang akan membawaku ke tempat pelarianku, tak ada pesan lagi di antara kita selama kurang dari 1 bulan. Aku tak lupa tuk meminta nomormu agar bisa sekedar berbincang denganmu dan kita terkesan seperti dua orang asing dalam satu kampung yang sama.
Hari itu hari rabu. Aku masih ingat kala notivication instagram miliku berbunyi, kuliah kau mengomentari salah satu foto yang ku unggah kedalam akunku. Ku tersenyum.

KAMUDonde viven las historias. Descúbrelo ahora