“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Syifa Azzahra, panggil saja Cici. Saya berasal dari SMA Tunas Bangsa” begitulah perkenalan Syifa di sekolah baru dan di kelas barunya. Setelah guru mempersilahkannya duduk, mulailah jam belajar mengajar.
Jam pembelajaran berakhir, waktunya semua siswa pulang. Tapi disaat akan pulang Syifa tidak sengaja melihat salah satu teman sekelasnya yang diketahui bernama Aprilia Putri sedang di bully.
“Hey!! Apa yang kalian lakukan?!!” teriak Syifa melindungi Aprilia dari pukulan siswi lain yang ia tidak kenali
“Heh! Anak baru, jangan ikut campur!” ujar salah satu mereka.
“jika kalian tidak pergi, aku akan berteriak tolong! Tempat ini dekat dengan ruang guru!” karena takut dengan ancaman dari Syifa mereka pergi menjauh.
“kamu gak papa?” tanya Syifa namun, ia hanya terdiam. Tanpa sengaja ia melihat luka ditubuh Aprilia lalu membawanya ke UKS. Sesampainya di UKS, Aprilia langsung diobati oleh guru. Selesai diobati, Syifa mengantarkan Aprilia sampai ke rumahnya.
.
.
.
.
Keesokkan harinya, Syifa tidak melihat Aprilia datang ke sekolah sehingga membuat ia gelisah. Ketua kelas memberi perintah saat Pak Abdul datang mengajar dan mulailah pembelajaran seperti biasanya, namun satu jam telah berlalu tiba – tiba Aprilia datang
“Assalamu’alaikum.. permisi pak” ucap Aprilia dengan wajah yang ditundukkan.
“Wa’alaikumussalam. Aprilia!! Kamu ini ya, sudah tahu masuk sekolah jam tujuh masih saja terlambat!” kata Pak Abdul
“Maaf pak, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi” beruntung Aprilia adalah juara kelas jadi ia dimaafkan lalu pembelajaran dilanjutkan
Bel istirahat pun berbunyi, para siswa berlari cepat untuk membeli makanan yang ada dikantin.
“ano.. Aprilia? Mau ke kantin bareng gak?” tawar Syifa selain itu juga ia belum hapal semua lokasi di sekolah barunya.
“gak makasih” jawab Aprilia dengan wajah datar.
“kalau gitu temenin dong, aku gak tau kantin ada dimana” ia lupa kalau Syifa adalah anak baru, dengan terpaksa ia menemani Syifa ke kantin. Setelah menunggu akhirnya Syifa kembali dengan membawa dua buah roti
“maaf ya kelamaan, ini roti untuk kamu” kata Syifa dengan menyodorkan satu roti untuknya.
“terima kasih” kata Aprilia setelah menerima roti dari Syifa
“ un! Sama-sama. Oh ya, kamu mau gak nemenin aku sholat dzuhur nanti?” mendengar pekataan Syifa, ia tak tahu harus menjawab apa “kok bengong sih? Mau gak?” Aprilia hanya mengangguk “yeay!! Makasi yaa..” kata Syifa sambil memeluknya sedangkan Aprilia hanya terdiam dan terkejut.
Adzan telah berkumandang yang berarti waktu sholat dzuhur telah masuk, semua siswa yang muslim pun bersiap-siap ingin sholat berjama’ah di mushola. Begitu pula dengan Syifa dan Aprilia.
“Ayo cepetan!!” kata Syifa sambil menarik tangan Aprilia
“aduh.. jangan tarik-tarik dong. Memangnya kamu tahu mushola ada dimana?” Syifa baru ingat bahwa ia tidak tahu mushola berada dimana.
Kemarin ia tidak sholat dikarenakan sedang datang bulan. Pada saat Syifa selesai mengambi wudhu ia melihat Aprilia hanya duduk-duduk di belakang.
“hey, kenapa belum ambil wudhu? Bentar lagi sholat akan dimulai” katanya
“aku kan hanya menemanimu” jawab Aprillia langsung saja Syifa mengira bahwa Aprilia sedang datang bulan, namun ternyata salah.
Setelah Syifa selesai sholat barulah ia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu tata cara sholat dan ia tidak tahu membaca Al – Qur’an. Syifa sangat terkejut lalu Aprilia mengatakan bahwa orang tuanya tidak pernah mengajarkan ia sholat dan mengaji. Orang tuanya hanya peduli dan sibuk dengan pekerjaan dan pendidikan anaknya saja. Jika Aprilia mendapatkan nilai dibawah sembilan puluh delapan maka ia akan dihukum. Alasan juga kenapa ia sering di bully dikarenakan selalu menjadi juara kelas, selalu dibanggakan oleh guru dan menjadi kesayangan oleh guru sehingga siswa yang lain dengki pada dirinya. Semenjak itulah Syifa mengajarkan tata cara sholat dan mengajarkan ia mengaji sepulang sekolah ataupun saat jam istirahat.
YOU ARE READING
Himawari
Teen FictionSyifa Azzahra atau biasa dipanggil Cici adalah anak baru dikelasnya. Dia anak yang ceria dan ramah kepada siapa saja. Namun, ia melihat ada salah satu temannya yaitu Aprilia Putri yang sering menyendiri dan selalu dibully. Apakah yang menyebab April...
