1. Anak baru

356 13 3
                                        

"Chelseaaaaaaa" suara lengkingan seseorang berhasil memenuhi koridor sekolah yang masih sepi.

Gadis yang memiliki nama tersebut langsung menoleh ke arah sumber suara, matanya langsung menangkap sosok Wendi yang sedang berlari menuju arahanya sambil melambaikan tangan dengan semangat. Chelsea yang tidak begitu peduli kembali melanjutkan jalannya. Namun lengkingan suara Wendi kembali terdengar, bahkan kini lebih keras dari sebelumnya. Tidak ingin orang itu semakin membuat keributan, Chelsea langsung mengalihkan wajahnya menghadap Wendi yang sudah tiba di belakangnya. Bersamaan dengan nafas yang masih memburu ia berkata 'tunggu' dengan tersendat-sendat, Chelsea pun mengangguk sebagai jawabanya.

Setelah gadis itu berhasil mengatur nafas, Wendi kemudian mengacungkan layar ponsel miliknya di depan wajah Chelsea. Chelsea yang tidak begitu mengerti maksud dari gadis itu mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Wendi dengan wajah heran, menangkap maksud ketidakpahaman dari sahabatnya itu Wendi menghela nafas sabar.

"Kita sekelas lagi Chel" ucap Wendi dengan raut wajah bahagia

"Dari mana lo tau?" ucap Chelsea yang masih belum mengerti. Wendi kemudian menunjukkan nama Chelsea yang tertera pada daftar kelas di ponselnya sambil tersenyum bahagia. Melihat wajah Chelsea yang mangut-mangut membuat senyumnya semakin mengembang.

"Lo lupa gue itu siapa?" ucap Wendi menyombongkan dirinya. Wendi bisa dibilang mata-mata di sekolah, dia bisa tau apa aja sebelum berita itu tersebar. Berbeda jauh dengan Chelsea yang lebih suka menghabiskan waktu di kelas, Wendi justru lebih suka menghabiskan waktunya di luar.

Chelsea masih fokus memandangi satu-persatu nama orang yang akan menjadi teman sekalasnya, tapi entah kenapa ia berhenti pada sebuah nama. Nama yang sangat asing, bahkan belum pernah ia dengar sebelumnya.

'Leonald Valhendra' batin Chelsea sambil membaca nama itu berulang kali.

Melihat raut wajah kebingungan Chelsea membuat Wendi ikut tertarik melihat ponsel miliknya tersebut. Mengerti asal kebingungan temannya itu,biapun akhirnya membuka suara. "Dia anak baru" ujarnya. Chelsea mengangkat alisnya, menatap Wendi dengan penuh minat.

"Dia baru pindah waktu liburan kenaikan kelas kemaren, katanya dia dulu sekolah di SMA plus" lanjut Wendi yang langsung membuat wajah Chelsea semakin bingung.

"Ngapain dia pindah ke sini kalau udah masuk sekolah sebagus itu?" tanya Chelsea penasaran, bukan berarti ia mengatakan sekolahnya jelek. Namun SMA Plus merupakan dambaan setiap orang saat itu, tentu saja orang yang masuk sana pasti akan bangga. Tapi pemuda itu malah pindah jadi cukup membingungkan untuk Chelsea, Wendi yang juga tidak tau menjawab pertanyaan tersebut dengan gelengan kepala.

"Dia masuk hari ini?" tanya Chelsea dengan wajah serius

"Gak, besok sih katanya" ucap Wendi yang langsung dibalas anggukan mengerti oleh Chelsea. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda ke kelas yang sudah dipastikan kelas mereka.

Sesampainya di depan kelas yang bertuliskan 11 MIA 2, tampak kelas tersebut masih sangat sepi sampai mereka bebas memilih tempat duduk sesuka mereka. Wendi lebih memilih duduk di depan dengan alasan kalau ia duduk belakang akan mengantuk tiap jam pelajaran, sedangkan Chelsea lebih memilih duduk belakang di dekat jendela. Di SMA Cendana, setiap murid duduk dengan satu meja dan satu kursi jadi tidak ada namanya teman sebangku.

Baru beberapa menit Chelsea duduk, suara teriakan Wendi kembali menggema di seluruh ruang kelas. Chelsea yang tadinya sedang fokus pada ponselnya langsung melototi Wendi, tapi bukannya takut gadis itu malah tersenyum layaknya iklan pasta gigi.

"Kantin yuk Chel, laper nih" ucap Wendi dengan muka memelas.

"Yuk, gue juga lapar" balas Chelsea

Baru saja mereka hendak keluar dari kelas, terdengar suara dari speaker sekolah yang mengumumkan untuk seluruh siswa dan siswi berkumpul di aula. Dua orang itu pun langsung menghela nafas lelah dan terpaksa harus menunda niat makan mereka.

Batas [Completed]Where stories live. Discover now