part 1

49 5 0
                                        

Seorang gadis sedang duduk bersimpuh di pinggir pusaran makam dengan membawa sekeranjang bunga mawar tanpa terasa cairan bening menetesi pipi mulusnya.

Gadis itu bernama Aisyahna Romessa Machel.

"Assalamualaikum ma.. maaf Syahna baru bisa dateng kesini, Syahna akhir-akhir ini sibuk karena tugas sekolah yang terlalu banyak". Syahna berbicara sambil tersenyum getir di depan pemakaman mama nya.

Pemakaman yang sedari tadi didatengin Syahna itu adalah makam mama nya yang meninggal 5 bulan lalu karena kecelakaan mobil.

Flashblack
"Syahna mama pergi ke kantor nya papa, kamu mau ikut?" tanya Vanya pada Syahna sambil memasukakan kue brownis kesukaan suaminya dikotak makan.

"Enggak ma.. Syahna masih banyak tugas!" Aisyahna menjawab dengan mengeraskan suara nya karena dia sedang ada di atas didalam kamarnya.

"Yaudah mama tinggal dulu ya"

"Iyaa ma!"

Vanya tiba di gedung perusahaan suaminya yang diberi nama GUSTAVO. Vanya memasuki gedung itu dan banyak karyawan yang menyapa nya dengan ramah.
"Selamat pagi Bu"

"Pagi" vanya membalas sapaan semua karyawan yang berkerja disitu dengan begitu ramah dan tidak lupa dengan senyuman nya yang hangat.

Meskipun sudah mempunyai tiga anak namun Vanya tetap terlihat sangat cantik. Karena sifatnya yang ramah dan periang sama seperti Syahna.

"Mas kapan kamu kenalkan aku dengan keluargamu?!"

"Aku belum bisa memperkenalkan mu dengan keluargaku" jawab Davin  sambil merapikan berkas-berkas penting dimeja.

"Kenapa mas? Apa kamu belum cerita dengan istrimu bahwa kamu sudah menikah dan kamu sebentar lagi akan memiliki anak dariku."

"Aku belum siap menceritakan ini semua. Dia pasti akan marah besar dan kecewa padaku" jawab Adi sambil memijat pelipisnya.

"Apakah keluargamu dapat menerimaku sebagai kelua..." Kalimat Maya terpotong ketika mendengar suara Vanya yang tiba-tiba masuk.

"Siapa dia mas?!"

"Vanya?" Davin terlonjak kaget karena tiba-tiba istrinya ada di ruangan nya wajahnya terlihat pucat pasi

"Mba Vanya?" Maya pun tak kalah kagetnya dengan Davin. Dia yakin sebentar lagi pasti Vanya akan memakinya

"Kamu siapa? Kenapa ada diruangan suami saya. Dan apa maksud dari pembicaraan kalian tadi. Anak! Anak siapa yang kalian maksud?" Tanya Vanya dengan nada sedikit tinggi namun masih dalam keadaan tenang.

"Ma! pa.. papa bisa jelasin ini semua. Mama sabar dulu ya" jawab Davin dengan suara yang terbata-bata.

"Jelaskan yang sebenarnya!" Vanya mulai emosi karena mereka berdua hanya menatapnya takut dan tidak kunjung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Ok. Tapi papa minta sama mama tenang dulu ya"

Vanya hanya diam dan memandang benci kearah Maya, dada nya mulai naik turun menahan amarah.

"Dia Maya. Di.. dia istriku."

Mata Vanya terbelalak tidak percaya "istri! Kamu bilang dia istri kamu? Lalu aku siapa kamu? Kamu lagi gak bercanda kan pa? Jawab pa. jawab!!

"Iya vanya dia istriku. aku sudah menikah dengan nya dua bulan yang lalu. Dia telah mengandung anakku." Davin mencoba menjelaskan semuanya dan dia sudah siap apa yang akan terjadi setelah ini.

"Jadi selama ini kamu bilang lagi sibuk untuk ngurusin perusahaan kamu yang sedang bermasalah itu bohong! Kamu bohongi aku demi menikahi wanita itu!" Tanya Vanya murka dan menekankan kata wanita itu.

Plak!! Vanya menampar Maya "Kamu! Dasar wanita murahan."

"Vanya!" Davin membentak Vanya namun yang dibentak malah semakin marah dan terus memaki Maya.

"Dimana letak hatimu? Hahh! Kenapa kamu tega rebut suami saya padahal kamu tau bahwa dia sudah berkeluarga? Wanita macam apa kamu?!" Vanya sudah tidak lagi dapat mengontrol emosinya dia segera berlari keluar dan menahan tangisan nya yang mulai pecah. Rasa nya tidak percaya semua ini akan terjadi padanya.

Sedangkan Maya hanya memegangi pipinya nya yang memerah karena tamparan Vanya "Mbak Vanya? Maafkan saya, mbak Vanya!" Maya mencoba mengejar dan meneriaki Vanya yang berlari keluar.

Banyak karyawan yang mulai berbisik-bisik karena bingung apa yang telah terjadi.

Davin hanya bisa diam dan bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Maya pun terduduk di lantai sambil menangis dia menyesali perbuatannya selama ini namun semuanya sudah terjadi.

Vanya mengendarai mobil nya dengan sangat kencang sambil menangis. Wanita mana yang tidak sakit mendengar kabar suaminya menikah lagi. Rasa kecewa, sakit semuanya tercampur menjadi satu dia tidak percaya bahwa suami yang dia bangga-banggakan telah mengkhianati nya.

Diluar sedang hujan deras namun Vanya tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Kamu jahat mas! Kamu jahat!! Kenapa kamu tega khianati aku?! Apa yang harus aku katakan pada anak-anak jika mengetahui papa nya telah menikah lagi." Ujar nya sambil menangis.

Aaaaaaa bruuukkk! Tiba-tiba Vanya menabrak pohon besar dipinggir jalan karena ia menyetir dalam keadaan kacau.

Tidak ada seorangpun yang mengetahui kecelakaan itu dikarenakan hujan turun sangat lebat dan jalanan pun sangat sepi mengakibatkan nyawa Vanya tidak dapat tertolong dan meninggal ditempat.

Glegaarrrr!!! Suara petir membuat Syahna tersentak kaget ketika sedang melamun dan mengingat kejadian yang begitu menyedihkan dalam kehidupan nya. Syahna memandang keatas memandang langit yang mulai menggelap bertanda sebentar lagi hujan akan turun. lalu Syahna melihat jam dipergelangan tangannya sudah jam lima sore.

Aisyahna menghela nafas panjang dan menghapus sisa air matanya lalu Syahna berpamitan "Ma. Sudah sore Syahna pamit pulang ya. Assalamualaikum"

Heyyy manteman salam kenal yaa
Ini baru pertama kalinya aku menulis cerita di wattpad awalnya aku hanya menjadi readers dan votement cerita-cerita yang ada di wattpad. Namun aku termotivasi untuk mencoba membuat cerita juga.
Maafkan aku jika jelek🙈 semoga kalian syuka😅 dan jangan lupa di vote yaaa. Terimakasih😘

ROMESSAStories to obsess over. Discover now