Kamu tak bisa mengacuhkanku, aku akan selalu ada disampingmu, aku akan selalu ada dimanapun kamu berada, aku adalah bayanganmu. Saat ini aku marah, melihatmu duduk berduaan dengan seorang lelaki, untuk saling mengenal satu sama lain.
Aku berusaha memegang tanganmu menariknya agar kamu menjatuhkan kopimu dan menumpahkannya ke baju lelaki itu, tetapi hanya sedikit kopi yang tumpah. Aku melihatmu, kamu meminta maaf dan mengambilkan tisue serta mengelap bajunya, aku cemburu. Lelaki itu brengsek Niar, aku sudah mengikutinya, aku mencari tahu tentangnya, dan setiap malam kamu tidur, aku pergi mencari tahu siapa yang selalu kamu sms dengan tersenyum senang. Lelaki itu pergi saat malam dan kembali esok paginya, dia meniduri penghuni malam, dan kamu tidak tahu itu Niar. Kamu terlalu polos, aku harus menghentikannya.
Dalam mobil saat perjalanan pulang, kalian tertawa, dan aku duduk dibelakang memperhatikan. Aku harap lelaki itu tidak menciummu, aku memperhatikan setiap gerak gerik kalian, aku akan menarik pipimu agar lelaki itu tidak menciummu.
Kamu pulang kerumah dengan tatapan hampa, yah memang Niar, kita belum memiliki seorang anak yang menjadi kesenangan seorang ibu, seorang anak yang membantumu mengatasi kesedihan dan kesepian, maafkan aku. Tapi Niar, sebenarnya ada seorang anak darah dagingku di salah satu tempat saudaraku, aku menitipkannya, mereka sudah menganggapnya anak, aku ingin mengatakannya kepadamu, aku ingin kamu tahu, sulit sekali untuk menjelaskannya padamu.
Malam ini kamu menangis, sudah lama aku tidak melihatmu menangis Niar, menangis merindukanku, menangisi dengan memandangi fotoku. Bukankah setiap kamu menangis, dengan untaian air mata yang jatuh di pipimu, aku selalu ada di mimpimu. Aku ada dalam hidupmu terlalu sebentar, namun cintaku teramat besar kepadamu, sehingga saat ini aku ada disini selalu mengikutimu kemanapun pergi. Malam ini aku akan datang kemimpimu.
"Niar Sayang....."
"Abi, kamukah itu?"
"Iya sayang"
"Abi aku merindukanmu.."Niar berusaha berlari memelukku, tapi Niar tak bisa mendatangiku.
"Oh aku tak bisa memelukmu abi, aku merindukanmu"
"Niar, abi tahu semua tentang hidupmu sekarang, abi selalu menamani kamu"
"Betulkah itu abi?"
"Niar jauhi lelaki itu, dia bukan orang baik"
"Abi tahu. Maafkan Niar abi....."
"Stt....Niar jangan menangis. Abi ikhlas kalau kamu dengan lelaki lain Niar, asalkan lelaki itu lelaki yang sholeh Niar"
"Abi...."
"Niar, Abi ingin memberitahu kamu, kalau kamu sempat datangi rumah Uwa Apip ya"
"Iya Abi"
"Abi pergi dulu ya, jaga diri kamu baik baik Niar. Ini terakhir Abi ada dimimpimu, juga dikehidupanmu"
"Abi......abi jangan pergi..........."
Niar tersedu sedu, Dia bangun dengan air mata masih mengalir. Abi itukah kamu Abi, oh Abi aku sangat merindukamu, kamu selalu bisa membuatku menjadi perempuan terbahagia di dunia. Abi cepat sekali kau pergi, meninggalkan hati yang kosong. Abi pergi karena kecelakaan di tol, saat pergi menuju Jakarta, arah km 100, mobil abi remnya blong sehingga tidak dapat dikendalikan. Abi......kamu datang lewat mimpi, Abi tahu tentang lelaki itu, Abi tahu tentang pertemuan itu, aku tadi menumpahkan kopi, tiba tiba tanganku seperti ada yang menyentuh, apakah kau itu abi?.Maafkan Niar, Abi aku akan menjauhinya, aku akan menurutimu Abi.
Esoknya Niar tidak pergi ke kantor, Niar pergi ke rumah keluarga Abi, rumah uwa Apip. Uwa Apip adalah Saudara Abi, Uwa Apip adalah adik Ibunya Abi, rumahnya di daerah Batununggal, Uwa Apip memiliki anak yang masih kecil, mungkin masih kelas 1 SD.
"Assalamualaikum wr.wb"
"Walaikumsalam wr. wb. Eehhhh Neng Niar, udah lama sekali tidak kesini Neng teh, sini masuk Neng"
Niar mencium tangan Uwa, "Bagaimana kabarnya uwa?"
"Alhamdulillah sehat Neng.Neng sendiri bagaimana?" uwa memegang tangan Niar
"Alhamdulillah Uwa, sehat gini, makanya Niar bisa kesini Uwa. Jason lagi kemana?biasanya kalau Niar sama Abi datang kesini, Jason suka datangi lari lari,ini kok sepi?"
"Jason lagi ada acara pasantren kilat di sekolahnya Neng. Nanti Neng duduk dulu ya, Uwa ke dapur dulu manggil bibi buat bikin minum."
"Sudah uwa, jangan repot repot" uwa apip sudah pergi meninggalkan Niar, Niar memandang foto foto diruang keluarga uwa apip, semuanya foto Jason. Uwa Apip sepertinya sayang sekali dengan Jason, foto fota yang terpigura rapih dan tumpukan mainan Jason disudut ruangan.
"Silahkan diminum Neng"
"Makasih ya bi"
Uwa Apip masuk lagi ke ruangan, Uwa memegang tangan Niar "Apa yang bisa Uwa bantu sayang?"
"Uwa, tadi malam Niar mimpi bertemu Abi. Abi bilang Niar harus menemui Uwa."
Uwa tertegun mendengar yang dikatakan Niar.
"Baiklah sayang, akhirnya Uwa harus menceritakannya padamu" Uwa Apip menarik napas panjang.
"Niar, 9 tahun yang lalu waktu Abi masih muda, abi itu seperti anak muda yang labil, dia ikut pergaulan bebas mungkin. Akhirnya pacarnya abi hamil, tapi pernikahannya tidak terjadi, karena pihak keluarga sepakat untuk menikahkan abi dengan perempuan itu setelah melahirkan, agar kami merasa yakin kalau itu memang benar anaknya abi. Saat proses melahirkan, abi dan keluarga semuanya datang, proses melahirkan yang membutuhkan waktu berjam jam, hanya sayang perempuan itu tak terselamatkan. Pihak keluarga perempuan, ingin abi yang membawa bayi itu, mereka ingin melupakan peristiwa itu. Uwa ingat sekali saat itu abi baru lulus sma. Bayinya lucu sekali, keluarga abi, dan abi sendiri bingung dengan keadaan itu, Uwa yang mengusulkan agar bayi itu uwa yang urus. Uwa minta sama Abi, agar bayi itu jadi anak Uwa, karena sudah 20 tahun uwa menikah belum dikaruniai anak."
Niar kaget "Jadi Jason itu uwa?"
"Iya Niar, Jason itu anak abi"
"Ya Allah" Niar menangis, Niar tidak pernah mengetahu masa lalu abi, yang Niar tahu Abi adalah suami yang soleh, yang dalam setiap melakukan segala hal didasarkan karena mencintai Allah SWT, yang tidak pernah ketinggalan ke mesjid setiap Subuh dan Isya, yang selalu membangunkan Niar untuk sholat tahajud bersama.
"Sudah Niar, tidak usah menangis" uwa memberikan tisue
"Niar, Abi sudah tenang disana, Abi datang lewat mimpi agar kamu tahu ada darah daging abi disini. Kamu bisa mencintai Jason, bertemu Jason kapanpun."
"Iya Uwa, Niar sayang sama Jason"
"Jason mirip dengan Abi, kamu lihat fotonya, senyumnya mirip Abi kan?"
"Iya mirip sekali."
"Nanti kalau Jason sudah besar, Uwa akan memberi tahu siapa Bapaknya, tapi tidak sekarang Niar, dia belum bisa mengerti untuk hal ini."
"Iya uwa, Niar maklum. Uwa, kalau begitu, apa yang diwariskan Abi, Niar akan berikan untuk Jason sesuai dengan haknya"
"Niar hitung dulu sesuai waris islam untuk Jason, tapi jangan diberikan sekarang. Simpan untuk Jason kalau sudah besar. Sekarang Uwa masih mampu membiayai Jason"
"akan Niar laksanakan Uwa. Niar pamit ya Uwa, Nanti kalau libur Niar kesini ingin ketemu Jason"
"Iya sayang, sering sering kesini yah"
Niar bergegas pergi, sebelum pulang, Niar datang ke makam Abi.
"Abi sayang, pesan pesan abi dimimpi itu benar. Abi, Niar akan menjauhi lelaki itu, Niar tahu apa yang Abi katakan benar, karena perasaan Niar memang tidak sreg dengan lelaki itu. Kalaupun Niar nanti bertemu lelaki lagi, Niar akan pastikan kalau itu lelaki yang sholeh, mencintai agamanya dan mencintai karena Allah SWT. Niar juga sudah tahu anak Abi, Niar akan menyayangi Jason, dan memperhatikan Jason. Abi jangan khawatir ya, abi harus tenang disana. Niar selalu ingat semua perkataa Abi
