1-7

189 10 2
                                        

Level 1

Pembagian rapot, hal yang paling di takuti oleh kaum remaja, tidak terkecuali lee jeno.

"Mah, besok mama yang ngambil rapot jeno kan?" Tanyanya ragu.

"Kamu ambil sendiri aja ya sayang, mama besok mau ada meeting penting di kantor" lagi lagi jawaban itu yang jeno dengar. Apa pekerjaan lebih penting daripada melihat prestasi anaknya sendiri?

"Oh, oke. Tapi beneran mama gak mau liat nilai aku langsung?"

"Mama tau kamu pasti dapet nilai yang bagus-bagus. Maaf yaa" ucap mama jeno sebelum meninggalkan jeno sendirian di ruangan itu.

Dan akhirnyapun selalu seperti itu, jeno yang tidak mendapat pujian oleh orang tua nya saat namanya disebut yang mendapat rangking 1.












Level 2

"Pah, jinyoung bisa ngambil rapot sendiri kok. Papah gak usah ambil cuti segala buat ngambil rapot jinyoung."

Berbeda dengan jeno yang ingin sekali ibunya meluangkan waktu untuk melihat prestasi dirinya, jinyoung malah lebih senang jika papah nya tidak datang untuk mengambil rapot nya.

Bukan karena nilai yang tidak bagus, jinyoung termasuk anak yang selalu mendapatkan nilai tinggi. Tapi nilai tinggi itu masih kurang jika belum mengalahkan predikat ranking satu nya lee jeno.

"Kamu tuh ya, udah bagus papah luangin waktu eh kamunya malah gak mau" ucap papahnya.

"Bukan gitu ih pah, aku tuh gimana yaa ih anu itu loh pah" ucap jinyoung terbata-bata.

"Ngomong apa sih kamu young? Pokoknya besok papah tetep ngambil cuti buat ke sekolah kamu"

Dan disini jinyoung yang selalu mendapat omelan dari kedua orang tua nya setelah mengetahui anak nya masih ada di peringkat kedua.















Level 3

Banyak yang bilang 'berandal mana ada yang pinter' mereka tidak 100% benar, buktinya seorang berandal SMANSA yang bernama kim sunwoo bisa mendapat nilai yang bagus.

"Woo, nilai lu udah bagus, tinggal sifat lu aja di alusin dikit. Kurang-kurangin masuk ruang bk" saran seungmin, si ketua kelas yang gak capek-capek untuk memberi saran pada sunwoo.

"Orang yang dari lahir udah pinter mah bebas, mau gelut tiap hari juga nilai nya tetep bagus" jawab sunwoo enteng.

Dan tempat ini, dimana kim sunwoo mendapat hujatan tentang dirinya yang selalu membuat masalah dan tempat dirinya mendapat sindiran mengenai nilainya yang palsu.















Level 4

Bertingkah konyol mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk terbebas dari berbagai masalah.

Tidak sedikit orang yang memilih bertingkah konyol untuk menanggapi segala hal, tidak terkecuali lee haechan.

Tapi bertingkah konyol bukan menjadi penghalang untuk haechan untuk menduduki peringkat tinggi. Ia masih ada di tingkat dimana banyak orang yang menginginkan tingkat itu.

"Mama bangga deh kamu bisa masuk lima besar, peringkat ke empat lagi" ucap mamanya seraya mengusap rambut haechan.

"Mama bangganya nanti aja, kalau haechan udah jadi pak jokowi hehe"

Dan dengan berbagai lelucon yang dilontarkan lee haechan bisa mengembalikan nuansa serius itu menjadi tawa.


















Level 5

"Wah, nilai kamu bagus bagus. Mau hadiah apa dari papa?" heejin tersenyum bangga, satu hal yang paling heejin sukai, dipuji.

"tiket konser JB pah" jawab heejin.

heejin terkenal sebagai cewek tomboy yang tidak manja, tapi apa yang mereka omong benar? heejin malah lebih manja dari yang mereka bilang.

ia lebih senang berteman dengan lelaki, tapi bukan berarti ia tidak mempunyai teman perempuan. ia merasa lebih terlindung saat bermain dengan lelaki.

dan tempat dimana heejin yang selalu bertemu dengan orang yang iri dengannya.





















Level 6

visual adalah senjata terbesar untuk menaklukan segalanya, bukankan begitu?

di SMA ini siapa yang tidak mengenal sosok hwang hyunjin, ia terkenal di setiap angkatan. siswa itu selalu memakai 'senjata'nya tersebut untuk hal yang positif, tapi kenapa selalu hal negatif yang ia dapat.

"kamu di sekolah ngapain aja sih hyunjin? kok bisa ada di peringkat 18 gini?" tanya ibu hyunjin dengan nada kesal.

"belajar lah mah" jawabnya santai.

"belajar apa? belajar tebar pesona gitu?"

dan pesona hyunjin yang membuatnya lelah dengan keluarga, lingkungan, dan bahkan dunianya.
















Level 7

lee felix, ia terkenal di angkatannya karena kebiasaannya bertingkah berlebihan.

beranggapan sebagainya orang lebay, itu memang yang sering felix lakukan.

"lix, orang tua lo gak dateng kemarin? btw, nilai lu turun lagi, belajar napadah" tutur seungmin.

"astaga kim seungmin, lo tau kan siapa jack harries? dia putus sekolah tapi bisa jadi sukses. harusnya sebagai ketua kelas yang ramah tamah harusnya nyemangatin teman nya biar kayak jack harries itu" jawab felix histeris.

"semerdeka lo aja deh lix"

dan segala drama yang felix tumpahkan membuat banyak pasang daun telinga lelah mendengarnya

ranking - 00 LinersDonde viven las historias. Descúbrelo ahora