prolog

8 3 2
                                        

Awan mendung menutupi kota ini, setetes demi setetes air bening mulai berjatuhan, menjatuhi orang-orang yang berjalan dengan tergesa-gesa untuk menjalankan aktivitasnya, setetes air itu seketika berubah menjadi aliran yang sangat deras.

Berbeda seperti apa yang dilakukan Orang-orang untuk mencari tempat berteduh, seorang remaja laki-laki ini berjalan dengan santainya, menikmati bulir-bulir air yang jatuh menimpa punggungnya, kini seragam putihnya sudah menjadi kain putih yang transparan.

Ia tak perlu memikirkan bagaimana keadaan bukunya, karna dengan caranya buku dan juga tasnya sudah berada ditempatnya, dimana lagi kalo bukan dikelas, tanpa si sang pemilik  berada didekatnya.

Di tempat lain, seorang gadis masih bergelayut dibalik selimutnya, lalu ia mendengar rintik-rintik hujan menabrak atap genteng kamarnya, seketika itu ia terbangun, dan cepat-cepat menyadari posisinya sekarang, dan mengucap syukur karna ia masih berada dikamarnya.

Terdengar ketukan pintu, setelah mendapat izin dari sang empu kamar, seorang yang berada dibalik pintu itu menyelinap dengan terang-terangan, menghampiri gadisnya, yang kini masih berada diranjang, dengan selimut yang maish menutupi setengah dari tubuhnya.

"papa sudah izinin kamu, nanti guru homeschoolingnya datang jam 9, kamu siap-siap ya" setelah mengatakan itu, lelaki setengah baya itu mengecup kening putrinya, lalu pergi meninggalkan kamar.

Bagi Alicia ini sudah kali keberapa ia harus homescholing, karna diakibatkan cuaca diluar sedang hujan, bukan karna Alicia manja hanya karna diluar hujan, lantas ia tidak turun sekolah, tapi! Ini adalah rahasia terbesar Alicia, karna dia tidak bisa keluar rumah disaat hujan turun, meski itu kewajibannya untuk menuntut ilmu.

Rain(Du)Where stories live. Discover now