Admirer 1

64 12 6
                                        

Ada sebuah cerita yang mungkin memang harus di jaga agar lukanya tidak kembali terbuka. Risky Saufi

Seorang Risky tak pernah takut jika harus mematahkan tulang leher dalam cengkaramannya ini.
Dengan menghisap rokok,cowok berpakaian kuning itu melirik malas pada wajah ketakutan Muamar.

"Lo mau matiin anak orang besok-besok aja ky,gue malas cari ribut!" sela oji,sahabatnya.
Bukanya berhenti,Risky malah mengencangkan cengkeraman di leher Muamar.

"Ma-ma-af", ucap muamar terbata." Biar aku ganti"sambil melirik ke arah baju kuning Risky yg terlumuri Jus Mangga yang tadi ia beli di kantin.

Risky membuang puntung rokok nya asal dan menatap Muamar "Apa menurut lo,gue ngk mampu buat beli baju?!"
Hanya Risky yg mampu bicara sesantai dan sedatar itu namun terdengar mengerikan oleh lawan bicaranya.

Oji yg tau jika Risky sahabat Tainya itu tidak akan berhenti melampiaskan amarahnya hanya bisa mendesah pasra dan menatap Muamar iba yang sebagai bahan pelampiasan Risky.

Ketika Risky mencengkeram leher Muamar hingga cowok itu berjinjit,tidak ada seorang pun yang berani menolong.

Hanya ada 2 pilihan jika sudah berurusan dengan Risky Saufi.Keluar dari Saufi University ini,atau bersedia sebagai pelampiasan Risky selama seminggu.
Saat Risky mengencangkan cengkeramannya pada Muamar saat itulah kakinya di tendang oleh tendanngan ringan.
"Kalo mau jadi penjahat jangan disini!" suara jernih itu milik dari seorang perempuan yg bermata bulat,mata bulat itu kini menatap Risky sinis,"Turunini dia!"
"Kamu itu masih muda,sehat,ngak kurang apa²,harusnya ngelakuin hal yg berguna buat orang lain,bukan nyiksa orang kaya gini!"

Risky menyergitkan dahinya.menatap perempuan yg ada di hadapanya dari ujung kepala hingga ujung kaki.tanpa sadar melepaskan Muamar yang kini terduduk di lantai dengan memegangi dada yang sesak karena kehabisan nafas.
Oji dan Dandi yang tidak jauh dari sana mengulum senyum "ya ky dengerin tuh!" kata oji.

Risky masih diam tanpa reaksi "ini ambil!" perempuan itu nenyelipkan kertas di tangan Risky "Tenaga kamu sangat di butuhkan di sini:')"

Perempuan itu mengajak ngobrol Muamar sesaat menanyakan keadannya dengan perhatian yg tidak di buat²,sebelum berbalik jauh.

Risky menatap kertas yg di berikan perempuan tadi dan membaca nama di bagian bawah

Widya Rinjani

Matanya Risky kemudian beralih menatap punggung kecil Perempuan dengan Rambut sebahu yang di gerai kebelakang.
Perempuan itu selalu tersenyum ceria ke arah semua orang yg di laluinya.

Risky mendengus 'siapa yang seharusnya ia tolong di sini'







Tbc




Jgn lupa vote and coment:"))

Mohon maaf jika ada salah penulisan kata:v

ADMIRERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang