MENJAMU PAGI

21 2 0
                                        

“Ini waktunya kuliah. Skripsi Yuhuii”  sahut seorang gadis bergaya di depan cermin.
Setelah itu ia berjalan menuju kasur berwarna biru. Kemudian membangunkan seorang gadis yang masih pulas tertidur.

Sementara tubuh gadis itu enggan untuk digerakan. Berkali-kali ia memanggil, namun gadis yang ada di balik selimut itu tak kunjung bangun juga. Kamar cantik berdinding beton ini dihiasi beberapa lukisan sejarah yang mendalam tentang seni. Dinding tersebut seolah melantunkan alunan indah syair seorang seniman musik berbakat yaitu Crishye. 

Hey, wake up. Bentar lagi kekampus. ”Ujarnya yang masih berusia 20 tahun  dan gadis dalam selimut itu berusia 17 tahunan.

Beberapa saat kemudian gadis dalam selimut itu duduk di kasur  dengan mata  terpejam. Sementara gadis cantik yang berusia 20 tahun tersebut terus saja berjalan menyiapkan keperluan kuliahnya. Sesegera mungkin ia duduk sambil menyisir rambutnya pelan diikuti bibir merah  muda yang selalu melantukan lirik lagu Crishye. Mata coklatnya seolah menggambarkan suasana lagu yang sedang ia lantunkan.

Ini hidup wanita si Kupu–kupu malam,
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga,                                             
Bibir senyum kata halus merayu memanja kepada setiap mereka yang datang.

“Hah.” Keluh gadis berusia 17 tahunan itu membuka matanya.

“Ngaku orang Ausi, tapi masih tetap juga suka dengan lagu Indo.”Ujar gadis yang akrab disapa Keyla.

“Dengar Key, aku bisa kenal lagu ini karena sudah berlibur ke Indonesia buat jemput kamu ke Ausi. “Ujarnya dengan melontarkan nada yang lebih serius.

“Jadi..? “sambung Keyla berlagak bodoh.

“Aku terbawa suasana melow saat mendengarkannya. Aku suka. “gumam gadis cantik itu dengan santai.

“Yah..”tutur Keyla mendesah dan memandang sekeliling kamarnya dengan mata masih memelas.

Lima menit berlangsung, Keyla masuk ke kamar mandi dengan rasa malas yang teramat sangat. Setelah selesai di dalam kamar mandi, ia mengenakan pakaian berwarna putih abu-abu. Tak lupa rambut berkepang dua dengan gigi penuh terbalut besi. Akhirnya bergemas dan keluar menuju tempat biasa keluarga ini sarapan dengan nafas tergopoh-gopoh. Keyla kaget ketika gadis yang sekamar dengannya tadi sudah berada saja di meja makan dengan paras wajah berbentuk anime.

Ialah adalah Aline, saudara kandung tapi masih terasa aneh jika sekamar. Ia teramat cantik parasnya. Stayle  Aline terlihat oke sehingga siapa yang melihat akan sulit untuk berpaling lagi dengan yang lain. Senyum mekar dari bibir gadis berwajah anime ini dapat membuat orang – orang rebah seketika. Tubuh  kemayu Aline sudah seperti meminang senja. Bahkan semua kuku  diberi warna merah muda. Jemarinya begitu lentik ketika ia memainkan handphonenya. Gadis yang bernama Aline ini terlihat sempurna. Sementara dirinya....

Sepotong roti bersama segelas susu memberikan rasa terdalam saat diteguk oleh  pria tua dengan pakaian  rapi. Tepatnya seorang pengusaha barang Exsport dan Inport.  Beliau memiliki posisi tertinggi sebagai duta Ausi di negara ini, sekaligus ayah yang sudah meninggalkannya  bertahun lama di Indonesia. Namanya Dedi Subroto. Seorang pria berkumis dengan sebutan Papa oleh Keyla dan sebutan Deddi oleh Aline. Panggilan ini teramat berbeda keduanya dikarenakan mereka sudah lama terpisah.

Sejak kejadian 15 tahun yang lalu, tentang adanya perceraian  orang tua mereka dikarenakan hal sepele. Pak Dedi lebih memilih tinggal dan bekerja di luar negeri karena gaji dan upah di Ausi lebih besar di bandingkan Indonesia. Beliau seorang pekerja keras. Apalagi ia sudah pernah tinggal di Ausi, sejak masa kuliah terdahulu.  Baginya Ausi sudah seperti separoh nyawa sendiri. Sementara ibu mereka lebih memilih hidup di Indonesia  yang bekerja sebagai guru piano. Hal ini membuat pertentangan keduanya sehingga terjadilah perceraian. Pengadilan pun memutuskan bahwa  hak asuh  Aline dimenangkan oleh pak Dedi dan Keyla di asuh sendiri oleh ibunya di Indonesia.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 04, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MENOLAK WAKTUWhere stories live. Discover now