Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

part 1

4 0 0
                                        


                       -Aaron-

                       -Aaron-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- - -

Happy reading :) maaf kalau feel nya nggk kena

Zelga's POV

Namaku Zelga Elina panggil saja Zelga atau lina juga boleh. Umurku 17 tahun. Aku masih menduduki bangku SMA di salah satu sekolah yang berada tidak jauh dari rumahku.

Derasnya air hujan membasahi seluruh lapangan sekolah. Terlihat menyenangkan jika aku ikut terguyur air itu di tengah lapangan sekolah. Tetapi aku hanya bisa memandanginya dari dalam jendela kelasku yang saat ini hening meskipun teman sekelasku lengkap berada disini. Bel istirahat sudah terlewat bebearap menit yang lalu. Tetapi teman - teman sekelasku lebih memilih tinggal di kelas untuk mengerjakan tugas yang baru saja diberikan oleh guruku.

Saat ini hujan deras. Tetapi aku yang sedang duduk di bangkuku memandang hujan ikut terkena percikan air. Bukan air hujan sayangnya. Pria yang dari tadi berdiri di sampingku ini mengoceh tidak jelas. Percikan air itu berasal darinya.

" ga, lu dari tadi dengerin gua nggk sih?! " ucapnya menambah percikan air itu.

"kalau ngomong jigong lo bisa ikutan nggk nyolot juga nggk? " aku menaruh novel yang tadi kugunakan untuk menutupi wajahku dari percikan itu.

"ya maaf, bawaan lahir ini mah" jawab Defan sambil mengusap mulutnya dengan punggung tangannya yang besar itu.

"jorok ih" protesku yang sebenarnya sudah terbiasa dengan perilaku Defan seperti itu.

"cuma lo ga yang berani ngatain gua jorok, cowok paling badass di sekolah ini kok dikatain jorok" dengan pedenya Defan berbicara seperti itu sambil menyisir rambut acak - acakannya dengan sela - sela jarinya. Memang tidak sedikit perempuan yang ingin menjadikannya pacar. Kecuali aku yang tidak ada minat sama sekali padanya.

"muka kayak tahu isi aja pamer banget" tapi sebenarnya dia ganteng sih. Tapi ya gitu otaknya agak geser.

"tampang tahu isi gini banyak yang minat kan, ke kantin yuk" ajak Defan menarik tanganku yang sedari tadi sibuk mengerjakan tugas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"tampang tahu isi gini banyak yang minat kan, ke kantin yuk" ajak Defan menarik tanganku yang sedari tadi sibuk mengerjakan tugas.

"nggak mau, aku disini aja lagian nggak lapar"

Krucukk

Aduh kenapa harus bunyi sih nih perut malu - maluin aja. Si Defan lagi, malah ketawa nggak jelas. Ngeledek ya?

"hahaha tuh katanya tadi nggak laper" ejek dia yang masih menertawakanku. Nyebelin banget.

"bu - bukan aku, perut Agus tuh yang bunyi" aku malu sekali. Segera ku alihkan pandanganku ke luar jendela yang masih terlihat derasnya hujan yang belum berhenti dari tadi.

"kok gue sih?! Orang barusan gua habis makan bekal" ucap Agus yang duduk di depanku. Wajahku mungkin sekarang merah padam menahan malu di depan Defan. Dia malah tertawa labih keras lagi sampai memecah keheningan di dalam kelas.

"aduh lucu banget sih mbak Zelga, pakai malu - malu segala, ayo ke kantin deh ntar aku yang bayarin" ucapnya mengacak - acak rambutku.

"apaan sih, pergi aja sendiri, gua males" elakku menolak ajakan Defan.

"udah ayo, kalau di bayarin mau kan? " dia menarik lagi tanganku.

"nggk usah, bisa bayar sendiri" sahutku sedikit ketus. Itu karena aku mencoba menutupi rasa maluku dengan bersikap cuek padanya.

"yaudah deh, yang penting kamu mau makan" Defan menggenggam tanganku lagi yang sudah susah payah kulepaskan sebelumnya.

"lepasin! Nggk usah genit - genit, ntar pacar lu ngeliat, gua yang dikira genit" protesku langsung menepis tangannya.

"jahat banget mbak sama tahu isi" dia mengejarku yang berjalan lebih cepat meninggalkannya setelah aku menepis tangannya. Padahal dia udah punya pacar. Kenapa ke kantin ngajak aku segala? Sama pacar kan bisa.

"kenapa ke kantin nggak ajak pacar kamu aja sih? " tanyaku yang sedikit risih dengan perlakuan Defan kepadaku. Tapi aku menganggapnya seperti perlakuan teman biasa.

"nggak apa - apa, sekali - kali ajak kamu" sahutnya saat sudah sampai di depan kantin.

"udah sering tuh" sahutku mengikutinya untuk membeli makanan. Dia hanya menoleh ke arahku dan tersenyum lebar sampai memperlihatkan deretan gigi putihnya itu. Kok dia malah senyum sih.

                             •••

Author's POV

Defan dan Zelga menikmati bakso yang mereka pesan di kantin. Mereka asik mengobrol sambil menikmati makanannya, setiap Defan dan Zelga bertemu selalu ada topik yang mereka bicarakan. Sesekali keheningan menghampiri mereka tetapi hanya seperti hanya lewat saja.

Ditengah - tengah obrolan mereka berdua. Suara berisik terdengar dari belakang tempat Defan duduk. Tepatnya suara berisik itu berasal dari kerumunan cewek yang berteriak histeris. Defan tidak menghiraukannya dan lebih tertarik dengan obrolan yang ia bicarakan dengan Zelga. Tetapi Zelga berlawanan dengan Defan, Zelga tertarik dengan penyebab para cewek itu berteriak dan memutus pembicaraannya dengan Defan. Mata Zelga mengikuti ke arah para cewek itu menoleh yang mungkin itu adalah penyebab mereka berteriak.

Tepat tidak jauh di sebelah tempat Zelga dan Defan duduk. Zelga diberikan sebuah drama gratis di depannya. Sebuah adegan dimana lelaki yang dulunya sangat Zelga cintai mencium tangan perempuan yang tidak dikenalnya.

Sakit memang. Apalagi hal yang dilakukannya dengan perempuan itu menjadi pusat perhatian para siswa yang lewat. Andai saja Zelga berada di posisi perempuan itu dia pasti tidak tahu harus berbuat apa karena saking senangnya mendapat ciuman dari seseorang yang sangat dicintainya.

Entah kenapa saat Zelga membayangkannya tiba - tiba ucapan pedas dari lelaki yang dicintainya memenuhi kepalanya. Zelga hanya menatap lesu adegan di lapangan yang membuatnya seolah - olah kehilangan tenaga.

"lu masih suka sama dia? " tanya Defan yang membuat Zelga terbangun dari lamunannya.

.
.
.
.
.
.

Terima kasih sudah membaca
Kalau mau beri saran atau yang lainnya comment aja, jangan lupa vote kalau suka sama ceritanya
.
.
Sekalian mampir ke cerita temanku juga, judulnya Allia

Sekian terimakasih :)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 20, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Just HimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang