Sebuah kisah perihal usaha jingga untuk kembali bersua dengan angkasa lewat sejarah kota, pun perjuangan sembilan para perasa meruntuhkan permainan milik semesta hingga menemukan sebuah frekuensi rasa.
"Nanti, Surabaya akan tahu dua perhelatan akbar...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Teruntuk kamu; Barisan anak muda yang terjerat sebuah jurang bernama rasa lalu, tolong baca ini baik-baik.
Begini Kawan, memiliki sebuah rasa pada sekeping hati tidaklah salah. Namun, akan menjadi salah ketika kau terlalu memaksa hingga berakhir menorehkan luka seluas samudra, sampai-sampai tak sadar jika telah menyayat hati sendiri.
Ada baiknya seperti ini, biarkan sang bayu menuntunmu secara perlahan kepada dia -si pemilik rasa, walau entah kapan waktu itu akan datang. Jadi, kau hanya berusaha seperlunya, lalu menunggu keadilan yang diberikan oleh semesta.
Tak perlu banyak mengeluh, cukup nikmati alur yang telah digariskan. Karena dasarnya, setiap peristiwa memberikan pembelajaran yang berujung kenangan tak terlupakan. Entah sebagai penerang setiap langkah, pengingat pernah dihantam ribuan lara atau pencegah saat ingin berhenti dan menghilang dari bumi.
Lalu, tepat hari ini, aku ingin membagikan sebuah kisah. Tentang sembilan para perasa yang dikutuk lewat permainan rasa, pun usaha jingga untuk kembali bersua dengan angkasa lewat sejarah kota.
Kisah ini mengajarkan perihal dinamika rasa. Dimulai dari indahnya sketsa bernama jatuh cinta, adanya coretan luka dengan segala penyebabnya, warna tawa disebabkan oleh si pemilik rasa, hingga air mata bumi membasahi lukisan asmara.
Di balik kebahagiaan terciptanya sebuah rasa, kau harus ingat jika tak semua rasa akan terbalaskan. Terlebih, semesta sangat gemar membolak-balikkan hati Anak Adam. Selayaknya kapal yang terbalik di tengah lautan, begitu pula dengan perasaan. Terkadang, seseorang teramat dibenci, kelak kepergiannya paling ditangisi, sedangkan seseorang yang kini didekap erat, bisa jadi esok akan pergi lalu menghilang tanpa pamit.
Kawan, kau perlu tahu jika semesta menciptakan luka supaya bisa belajar menerima apa yang diberi, menjaga yang telah dimiliki, memahami dan menghargai diri pun antar sesama serta merelakan yang bukan lagi menjadi milik sendiri. Karena pasalnya, membahas perihal hati tak akan ada henti. Sangat rumit, bahkan lebih rumit dari memecahkan sebuah teka-teki.
Maka, di bawah sambekala Kota Pahlawan yang kehilangan jingga terindahnya, akan kukisahkan pada kalian, perjuangan sembilan para perasa meruntuhkan kutukan permainan milik semesta hingga menemukan sebuah frekuensi rasa.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.